DALAM khazanah eskatologi Islam, kisah tentang Dajjal selalu menghadirkan nuansa misteri dan kewaspadaan. Salah satu bagian yang paling menarik dari kisah ini adalah tentang makhluk bernama Jassasah. Ia disebut dalam sebuah hadits sahih sebagai makhluk yang berperan dalam pertemuan manusia dengan Dajjal yang masih terkurung.
Kisah ini tidak hanya mengundang rasa ingin tahu, tetapi juga menjadi pelajaran penting tentang keimanan, kewaspadaan, dan tanda-tanda akhir zaman. Para ulama sejak generasi salaf telah membahasnya dengan penuh kehati-hatian, menekankan pentingnya memahami dalil secara benar tanpa berlebihan dalam penafsiran.
Hadits tentang Jassasah
Kisah Jassasah diriwayatkan dalam hadits panjang dari sahabat Tamim Ad-Dari. Ia menceritakan pengalamannya ketika terdampar di sebuah pulau dan bertemu makhluk aneh sebelum akhirnya bertemu Dajjal.
Rasulullah ﷺ bersabda:
فَانْطَلَقْنَا سِرَاعًا حَتَّى دَخَلْنَا الدَّيْرَ، فَإِذَا فِيهِ أَعْظَمُ إِنْسَانٍ رَأَيْنَاهُ قَطُّ خَلْقًا وَأَشَدُّهُ وَثَاقًا، مَجْمُوعَةٌ يَدَاهُ إِلَى عُنُقِهِ، مَا بَيْنَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى كَعْبَيْهِ بِالْحَدِيدِ
قُلْنَا: وَيْلَكِ مَا أَنْتِ؟
قَالَتْ: أَنَا الْجَسَّاسَةُ
Artinya secara ringkas: ” … mereka bertemu dengan makhluk yang sangat aneh dan berbulu lebat, sehingga tidak diketahui mana depan dan belakangnya. Makhluk itu berkata, “Aku adalah Jassasah,” lalu mengarahkan mereka untuk menemui seorang lelaki besar yang terbelenggu, yaitu Dajjal. (HR. Muslim)
BACA JUGA: Dajjal, Tidak Bisa Masuki Mekkah, Madinah, dan Masjidil Aqsa
Siapakah Jassasah?
Secara bahasa, Jassasah berasal dari kata tajassus, yang berarti “memata-matai” atau “mengumpulkan informasi”. Para ulama memahami bahwa makhluk ini memiliki tugas tertentu, yaitu mengawasi atau menjadi perantara informasi.
Imam An-Nawawi رحمه الله menjelaskan bahwa Jassasah adalah makhluk yang Allah ciptakan secara khusus. Ia bukan manusia, bukan pula hewan biasa. Bentuknya yang penuh bulu hingga tidak jelas bagian tubuhnya menunjukkan keanehan dan keluarbiasaan makhluk tersebut.
Sebagian ulama mengatakan bahwa Jassasah berfungsi sebagai “penjaga” atau “penghubung” bagi Dajjal selama ia masih dalam kurungan di sebuah pulau yang tidak diketahui manusia.
Peran Jassasah dalam Kisah Dajjal
Dalam hadits tersebut, Jassasah tidak menyerang, tidak pula menyesatkan secara langsung. Ia justru mengarahkan rombongan Tamim Ad-Dari menuju Dajjal. Dari sini, para ulama memahami bahwa perannya adalah sebagai perantara.
Ibnu Hajar Al-Asqalani رحمه الله dalam syarahnya menyebutkan bahwa keberadaan Jassasah menunjukkan bahwa Dajjal memang benar-benar ada dan sedang ditahan oleh Allah hingga waktu yang ditentukan.
Ada juga yang berpendapat bahwa Jassasah adalah bagian dari sistem penjagaan terhadap Dajjal, agar tidak keluar sebelum waktunya. Namun, hal ini tetap dalam wilayah ijtihad, karena tidak ada penjelasan rinci dalam nash.
Pendapat Ulama Salaf
Para ulama salaf bersikap hati-hati dalam membahas Jassasah. Mereka tidak banyak berspekulasi, tetapi berpegang pada apa yang disebutkan dalam hadits.
Imam An-Nawawi menegaskan bahwa hadits Tamim Ad-Dari adalah dalil kuat tentang keberadaan Dajjal yang nyata, bukan sekadar simbol.
Ibnu Katsir رحمه الله menyebutkan bahwa kisah ini termasuk perkara ghaib yang wajib diimani sebagaimana datangnya, tanpa menambah atau mengurangi.
Al-Qadhi Iyadh رحمه الله menjelaskan bahwa bentuk Jassasah yang aneh menunjukkan kekuasaan Allah dalam menciptakan makhluk di luar kebiasaan manusia.
Mereka sepakat bahwa sikap terbaik adalah taslim (menerima) tanpa mencoba menggambarkan secara detail di luar dalil.
Hikmah di Balik Kisah Ini
Kisah Jassasah bukan sekadar cerita misteri. Ada pelajaran besar di dalamnya.
Pertama, bahwa dunia ini menyimpan banyak perkara ghaib yang tidak bisa dijangkau akal manusia.
Kedua, keberadaan Dajjal yang sudah ada sejak lama menunjukkan bahwa fitnahnya benar-benar nyata dan pasti akan terjadi. Maka, seorang muslim harus mempersiapkan diri dengan iman yang kuat.
Ketiga, kisah ini mengajarkan untuk tidak mudah terpesona dengan hal-hal aneh. Karena di balik keanehan, bisa jadi ada ujian besar.
BACA JUGA: 7 Ciri Orang yang “Disukai” Dajjal di Akhir Zaman
Penutup
Jassasah tetap menjadi salah satu makhluk paling misterius dalam ajaran Islam. Ia disebut secara jelas dalam hadits sahih, namun tidak dijelaskan secara rinci hakikatnya. Di sinilah letak ujian keimanan: percaya pada yang ghaib sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah ﷺ.
Sikap terbaik adalah mengikuti jalan para ulama salaf: mengimani tanpa berlebihan dalam tafsir. Fokus utama bukan pada bentuk Jassasah, tetapi pada pelajaran yang dibawanya—bahwa fitnah Dajjal itu nyata, dan persiapan iman adalah satu-satunya perlindungan.
Jangan sibuk menebak-nebak hal yang tidak dijelaskan. Lebih baik memperkuat diri. Karena ketika fitnah itu datang, yang selamat bukan yang paling tahu cerita—tapi yang paling kuat imannya. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE


