DALAM sebuah hadits qudsi, Allah berfirman kepada Nabi Musa, “Wahai Musa, apabila engkau ditimpa musibah sementara engkau tidak dalam keadaan suci, maka janganlah engkau mencaci siapa pun selain dirimu sendiri.”
Pesan ini menegaskan pentingnya menjaga kesucian diri, tidak hanya sebagai ibadah, tetapi juga sebagai bentuk kesiapan spiritual dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Sejalan dengan itu, Rasulullah ﷺ bersabda, “Biasakanlah berada dalam keadaan suci, niscaya Allah akan meluaskan rezekimu.”
Dua ajaran ini menunjukkan adanya keterkaitan antara kesucian diri dengan kondisi hidup seseorang. Berwudhu bukan sekadar ritual, melainkan bentuk kedekatan kepada Allah yang berdampak pada ketenangan hati, perlindungan dari musibah, serta terbukanya pintu rezeki.
Dengan demikian, menjaga wudhu adalah ikhtiar lahir dan batin—yang menghubungkan seorang hamba dengan rahmat, perlindungan, dan keberkahan dari Tuhannya. []
Sumber; Nawawi Al-Bantani, Maraqi Al-Ubudiyah, Wali Pustaka, 2016
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE
