TUBUH manusia adalah gema.
Dari apa yang dipikirkan.
Dari apa yang dirasakan.
Pikiran tidak pernah diam.
Ia berbisik dalam sunyi.
Lalu menjalar ke seluruh tubuh.
Ada jembatan halus.
Tak kasat mata.
Namun nyata bekerja.
Para ilmuwan menyebutnya koneksi pikiran–tubuh.
Sebuah percakapan tanpa suara.
Antara otak.
Dan sel-sel yang setia mendengar.
Candace Pert pernah berkata,
bahwa emosi adalah molekul.
Ia mengalir dalam darah.
Menempel pada reseptor tubuh.
Menyampaikan pesan dari pikiran.

Ketika cemas tumbuh,
tubuh ikut tegang.
Otot mengeras.
Napas memendek.
Ketika damai hadir,
detak jantung melambat.
Tubuh terasa ringan.
Seolah beban luruh perlahan.
Ini bukan sekadar rasa.
Ini biologi.
Herbert Benson dari Harvard menjelaskan,
respon relaksasi mampu menurunkan tekanan darah.
Mengurangi hormon stres.
Dan memberi ruang bagi tubuh untuk pulih.
Sementara stres berkepanjangan,
adalah racun yang diam.
Ia meningkatkan kortisol.
Melemahkan imun.
Tubuh menjadi rentan.
Penyakit datang tanpa undangan.
Daniel Goleman menambahkan,
emosi yang tidak terkelola,
dapat merusak kesehatan fisik.
Marah yang dipendam.
Cemas yang dibiarkan.
Semua itu meninggalkan jejak.
Di jantung.
Di lambung.
Di sistem imun.
Namun harapan selalu ada.
Pikiran juga bisa menjadi obat.
Ketika seseorang belajar bersyukur,
tubuh merespon dengan hangat.
Hormon bahagia meningkat.
Serotonin.
Dopamin.
Saat seseorang berzikir.
Atau bermeditasi dalam hening.
Gelombang otak melambat.
Tubuh masuk dalam mode penyembuhan.
Seperti tanah yang disiram hujan.
Luka-luka perlahan menutup.
Ilmu menyebutnya plastisitas.
Otak bisa berubah.
Tubuh bisa mengikuti.
Pikiran yang jernih,
mencipta tubuh yang lebih kuat.
Bukan berarti sakit hilang seketika.
Namun tubuh diberi kesempatan.
Untuk melawan.
Untuk pulih.
BACA JUGA: Apa yang Terjadi pada Tubuhmu ketika Tahajjud?
Maka menjaga pikiran,
adalah menjaga tubuh.
Mengelola emosi,
adalah merawat kesehatan.
Karena di dalam diri manusia,
tidak ada batas tegas
antara yang terasa
dan yang nyata.
Semua terhubung.
Semua saling mempengaruhi.
Dan di sanalah rahasianya.
Bahwa kesehatan,
bukan hanya tentang apa yang dimakan.
Tapi juga
tentang apa yang dipikirkan. []
Yudhistira Adi Maulana
_ Owner Bekam ruqyah centre Purwakarta.
_ Certified Tour leader haji dan umroh PT.Muhandis Qur’ani wisata.
_ Inisiator Bimbel Qur’an Madinah.
_ Praktisi Thibbunnabawi di bekam Ruqyah Al-Muhajirin.
Jl. Veteran No 106, Kebon Kolot Purwakarta, Jawa Barat / WhatsApp: 0817 – 9207- 630 .
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE


