Mi Instan Berbahaya? Simak Penjelasan dr. Tirta!

Dini Koswarini
3 Min Read
Foto: Freepik

MI instan sudah lama jadi “penyelamat” banyak orang. Praktis, murah, dan rasanya enak. Tidak heran, makanan ini begitu populer di berbagai kalangan. Dari anak kos sampai pekerja sibuk, semuanya pernah mengandalkannya.

Namun di balik kepopulerannya, mi instan sering dicap sebagai makanan berbahaya. Bahkan ada yang menyebutnya seperti “racun” bagi tubuh. Tapi, benarkah anggapan ini sepenuhnya tepat?

Dalam sebuah diskusi di kanal YouTube Samuel Christ, dr. Tirta memberikan pandangan yang cukup tegas. Ia menilai bahwa banyak anggapan tentang bahaya mi instan tidak sepenuhnya didukung oleh bukti ilmiah.

Menurutnya, mi instan tidak otomatis berbahaya. Yang jadi masalah adalah cara dan jumlah konsumsinya. Jika dimakan secara wajar, mi instan tidak akan langsung merusak tubuh.

Ia menjelaskan bahwa mi instan pada dasarnya mengandung karbohidrat dari mie dan natrium dari bumbu. Artinya, mi instan memang bisa mengenyangkan. Tapi, memang benar, kandungan gizinya terbatas. Hampir tidak ada protein, vitamin, atau serat jika dimakan tanpa tambahan apa pun.

https://s.shopee.co.id/6fbi7nDfPz

Di sinilah letak kesalahpahaman yang sering terjadi. Banyak orang menganggap mi instan itu berbahaya, padahal sebenarnya hanya kurang bergizi jika dikonsumsi sendirian.

Masalah baru muncul jika konsumsinya berlebihan. Misalnya, makan mi instan berkali-kali setiap hari dalam jangka panjang. Asupan natrium yang tinggi bisa memicu tekanan darah meningkat. Tapi, jujur saja, jarang ada orang yang makan sampai ekstrem seperti itu setiap hari.

Lebih lanjut, dr. Tirta juga menekankan pentingnya “meng-upgrade” mi instan. Jangan dimakan polos. Tambahkan sumber protein dan serat agar lebih seimbang.

Contohnya:

Telur rebus atau telur dadar
Sayuran seperti sawi, wortel, atau kol
Daging ayam atau sumber protein lain

Dengan tambahan ini, nilai gizinya meningkat. Bahkan, secara sederhana bisa disamakan dengan pola makan nasi plus lauk.

Ia juga meluruskan mitos yang cukup populer, yaitu mi instan sulit dicerna dan bisa “mengendap” di usus selama berhari-hari. Menurutnya, itu tidak masuk akal secara medis. Sistem pencernaan manusia dirancang untuk mencerna berbagai jenis makanan, termasuk mi instan.

BACA JUGA:  Cara Bikin Mi Instan Lezat, Tambah Bawang dan Cabe, Maknyus!

Jadi, usus tidak akan “bingung” hanya karena makanan instan.

Kesimpulannya sederhana. Mi instan bukan musuh. Tapi juga bukan makanan ideal jika dijadikan kebiasaan utama. Kuncinya ada pada frekuensi dan cara penyajian.

Kalau sesekali makan mi instan, itu tidak masalah. Tapi jangan jadikan sebagai sumber nutrisi utama. Tambahkan lauk bergizi, dan tetap jaga pola makan seimbang.

Jangan mudah percaya mitos. Tapi juga jangan abai pada pola makan. Tubuh kita butuh lebih dari sekadar rasa kenyang. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *