NIZHAM Al-Mulk adalah seorang menteri terkemuka pada era Bani Seljuk. Ia dikenal sebagai sosok yang cerdas, alim, serta menjadi pemimpin dalam majelis ulama qira’ah dan fikih. Hari-harinya dipenuhi oleh para pencari ilmu yang datang untuk belajar darinya.
Dalam kehidupan pribadinya, ia dikenal sangat menjaga ibadah. Ia senantiasa dalam keadaan berwudhu, rajin melaksanakan shalat sunnah, menjaga puasa Senin dan Kamis, serta dikenal dermawan. Setiap hari ia bersedekah hingga seratus dinar. Ia juga dikenal sebagai pribadi yang bertakwa, dekat dengan para ulama, dan tunduk pada nasihat mereka.
Salah satu prestasi terbesarnya adalah membangun banyak madrasah di berbagai kota, seperti Baghdad, Naisabur, Thus, Marwa, Harah, Balkh, Basrah, dan Ashfahan. Dari madrasah-madrasah inilah lahir banyak ulama besar, di antaranya Imam Al-Ghazali dan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani.
Akhir hayatnya terjadi secara tragis. Ia wafat setelah dibunuh pada bulan Ramadhan dalam perjalanan menuju ibadah haji. Pembunuhnya menyamar dengan pakaian seorang sufi. Ketika pelaku berhasil ditangkap, Nizham Al-Mulk berkata:
“Janganlah kalian membunuh pembunuhku. Aku telah memaafkannya. Tiada Tuhan selain Allah.”
Kisah ini menggambarkan kemuliaan akhlaknya, bahkan di saat-saat terakhir kehidupannya. []
Sumber: Adz-Dzahabi, Siyar A’lam An-Nubala, Pustaka Azzam, 2016
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

