Kenapa Harus Menyembunyikan 3 Hal Ini? Simak Penuturan Imam Syafi’i

Dini Koswarini
3 Min Read
Foto: Freepik

DALAM kehidupan sehari-hari, banyak orang menilai kemuliaan dari harta, jabatan, atau popularitas. Padahal, ukuran kemuliaan yang sejati tidak terletak pada apa yang tampak di luar, melainkan pada kekuatan hati dan akhlak yang tersembunyi di dalam diri seseorang. Orang yang benar-benar mulia justru seringkali tidak terlihat mencolok, karena ia lebih sibuk memperbaiki dirinya daripada mencari pengakuan manusia.

Para ulama salaf telah memberikan banyak nasihat berharga tentang bagaimana mencapai kemuliaan sejati. Salah satunya adalah Imam Syafi’i, seorang ulama besar yang dikenal dengan keluasan ilmu dan kedalaman hikmahnya. Beliau menyebutkan bahwa ada tiga tanda kemuliaan seseorang yang bisa menjadi cermin bagi kita semua dalam memperbaiki diri.

Pertama, menyembunyikan amarahnya.

Setiap manusia pasti pernah marah, karena itu adalah bagian dari fitrah. Namun, orang yang mulia bukanlah yang tidak pernah marah, melainkan yang mampu mengendalikan amarahnya. Ia tidak melampiaskan emosinya secara berlebihan, apalagi sampai menyakiti orang lain.

https://s.shopee.co.id/LhtgZhWNW

Ia menahan diri, berpikir jernih, dan memilih untuk bersikap bijak. Mengendalikan amarah adalah tanda kekuatan sejati, karena tidak semua orang mampu melakukannya.

Kedua, menyembunyikan kesusahannya.

Orang yang mulia tidak menjadikan setiap kesulitan sebagai bahan keluhan kepada manusia. Ia tidak sibuk mencari simpati atau perhatian.

Sebaliknya, ia menyimpan kesedihannya dan lebih memilih mengadukannya kepada Allah. Sikap ini menunjukkan keteguhan iman dan tawakal yang tinggi. Ia yakin bahwa setiap ujian memiliki hikmah, dan setiap kesulitan akan ada jalan keluarnya.

BACA JUGA: Bait-bait Syair Imam Syafi’i

Ketiga, menyembunyikan amal kebaikannya.

Inilah tanda keikhlasan yang paling dalam. Orang yang mulia tidak suka memamerkan kebaikan yang telah ia lakukan. Ia khawatir amalnya tercampur dengan riya dan kehilangan nilainya di sisi Allah. Maka, ia berusaha melakukan kebaikan secara diam-diam, tanpa perlu diketahui orang lain. Baginya, cukup Allah yang menjadi saksi atas setiap amalnya.

Dari ketiga hal ini, kita bisa belajar bahwa kemuliaan sejati bukanlah sesuatu yang mudah diraih. Dibutuhkan latihan, kesabaran, dan keikhlasan yang terus-menerus. Menahan amarah, tidak mengeluh, dan menyembunyikan amal adalah perjuangan besar dalam diri setiap manusia.

Jika ingin menjadi pribadi yang lebih baik, mulailah dari hal-hal ini. Tidak perlu langsung sempurna, tapi teruslah berusaha. Karena di situlah letak kemuliaan yang sesungguhnya—bukan pada apa yang dilihat manusia, tetapi pada apa yang dinilai oleh Allah. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *