DIKISAHKAN, ketika Nabi Isa sedang beristirahat dalam sebuah perjalanan, beliau melihat seorang lelaki tua renta yang masih mencangkul tanah.
Melihat itu, Nabi Isa berdoa,
“Ya Allah, angkatlah angan-angannya.”
Tak lama kemudian, lelaki tua itu menghentikan pekerjaannya. Ia meletakkan cangkulnya, lalu berbaring dan tertidur.
Nabi Isa memperhatikan peristiwa itu dengan penuh keheranan. Kemudian beliau berdoa kembali,
“Ya Allah, kembalikan angan-angannya.”
Setelah itu, lelaki tua tersebut terbangun. Ia bangkit, mengambil kembali cangkulnya, lalu melanjutkan pekerjaannya seperti semula.
Nabi Isa pun mendekatinya dan bertanya tentang apa yang baru saja terjadi.
Lelaki itu menjawab,
“Ketika aku sedang bekerja, hatiku berkata: ‘Sampai kapan kamu akan terus bekerja, padahal kamu sudah renta?’ Maka aku pun melemparkan cangkulku dan langsung berbaring.”
Ia melanjutkan,
“Namun kemudian terlintas lagi dalam hatiku: ‘Demi Allah, kamu harus tetap bekerja selama kamu masih hidup.’ Maka aku pun bangkit kembali dan melanjutkan pekerjaanku.” []
Sumber: Al-Ghazali, Rahasia Ketajaman Mata Hati, Penerbit TerbitbTerang, 1999
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE


