PERISTIWA pembelahan dada Nabi Muhammad ﷺ saat masih kecil merupakan salah satu kejadian luar biasa dalam sejarah Islam. Peristiwa ini dikenal dengan istilah Syaqqush Shadr, yaitu pembelahan dada yang dilakukan oleh malaikat atas izin Allah. Banyak yang bertanya, apa tujuan dari kejadian tersebut dan apa hikmah di baliknya?
Peristiwa Pembelahan Dada
Menurut riwayat hadits, ketika Nabi Muhammad ﷺ masih tinggal bersama keluarga susunya di perkampungan Bani Sa’ad, beliau didatangi oleh malaikat, yaitu Malaikat Jibril. Dalam peristiwa tersebut, dada beliau dibelah, lalu hati beliau dikeluarkan.
Kemudian, dari hati itu diambil bagian yang disebut sebagai “bagian setan”. Setelah itu, hati beliau dibersihkan dengan air zamzam dan dikembalikan ke tempatnya semula. Peristiwa ini membuat anak-anak yang bermain bersama beliau ketakutan dan segera melapor kepada keluarga beliau.
Tujuan dan Hikmah
Para ulama menjelaskan bahwa peristiwa ini bukanlah kejadian biasa, melainkan bentuk persiapan Allah terhadap Nabi Muhammad SAW sebagai calon rasul. Pembersihan hati tersebut melambangkan penjagaan dari sifat-sifat buruk sejak dini.
Hikmah utamanya adalah untuk mensucikan hati beliau dari segala bentuk kotoran, baik secara fisik maupun maknawi. Ini menunjukkan bahwa Rasulullah dipersiapkan dengan kesucian hati yang sempurna untuk menerima wahyu.
Selain itu, peristiwa ini juga menjadi tanda kemuliaan dan keistimewaan beliau dibandingkan manusia lainnya. Sejak kecil, beliau sudah berada dalam penjagaan langsung dari Allah SWT.
Bukan Sekadar Kejadian Fisik
Sebagian orang mungkin memahami peristiwa ini hanya sebagai kejadian fisik. Namun, para ulama menegaskan bahwa ini juga memiliki makna spiritual yang dalam. Pembersihan hati menggambarkan pentingnya hati yang bersih dalam menjalankan tugas besar sebagai pembawa risalah.
Hati adalah pusat keimanan. Dengan hati yang bersih, seseorang akan lebih mudah menerima kebenaran dan menjauhi keburukan. Rasulullah ﷺ adalah teladan sempurna dalam hal ini.
BACA JUGA: Masa Kanak-kanak Rasulullah ﷺ
Pelajaran bagi Umat Islam
Peristiwa ini memberikan banyak pelajaran berharga. Salah satunya adalah pentingnya menjaga kebersihan hati. Meski kita tidak mengalami pembelahan dada seperti Rasulullah ﷺ, kita tetap diperintahkan untuk membersihkan hati dari iri, dengki, dan sifat buruk lainnya.
Kita juga belajar bahwa Allah mempersiapkan hamba pilihan-Nya dengan cara yang luar biasa. Ini mengajarkan bahwa setiap takdir memiliki hikmah, meskipun tidak selalu mudah dipahami oleh akal manusia.
Pembelahan dada Nabi Muhammad ﷺ saat kecil bukanlah peristiwa yang menakutkan, melainkan tanda kasih sayang dan persiapan dari Allah SWT. Melalui peristiwa ini, Rasulullah disucikan hatinya agar siap mengemban amanah besar sebagai utusan terakhir.
Sebagai umatnya, kita dapat mengambil pelajaran untuk senantiasa menjaga hati dan memperbaiki diri. Karena pada akhirnya, hati yang bersih adalah kunci utama dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

