Sa’ad bin Abi Waqqash Menjaga Rasulullah ﷺ yang Tidur

Nasrulloh Baksolahar
1 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

JIKA Abu Bakar as-Siddiq menjaga Rasulullah saat bersembunyi di Gua Tsur dalam peristiwa hijrah, maka Saad bin Abi Waqqash menunjukkan penjagaan serupa dalam suasana genting di Madinah.

Pada masa itu, Madinah berada dalam ancaman yang terus-menerus. Serangan bisa datang tiba-tiba dari kaum musyrikin Quraisy, orang-orang munafik, kaum Yahudi, hingga kekuatan Romawi.

Dalam kondisi penuh kewaspadaan itu, Aisyah binti Abu Bakar meriwayatkan bahwa pada suatu malam Rasulullah tidak dapat tidur karena situasi yang tidak aman. Beliau kemudian bersabda:

> “Seandainya ada seorang sahabatku yang menjaga aku malam ini.”

Tak lama kemudian, terdengar suara senjata di luar. Rasulullah bertanya,
“Siapakah itu?”

Ia menjawab,
“Aku Sa’ad bin Abi Waqqash. Aku datang untuk menjagamu.”

Setelah mengetahui bahwa yang datang adalah sahabatnya yang setia, Rasulullah pun merasa tenang dan akhirnya dapat tertidur.

Kisah ini menunjukkan satu hal penting: Sa’ad tidak menunggu perintah. Ia memahami situasi, lalu bertindak. Sikap proaktif ini telah menjadi bagian dari kepribadiannya—siap hadir sebelum diminta, menjaga sebelum diperintah.

Inilah bentuk cinta dan loyalitas sejati: peka terhadap kebutuhan, dan sigap tanpa menunggu arahan. []

Sumber: Gamal Mazhi, Fiqh Harakah, Fitrah Rabbani, 2007

https://s.shopee.co.id/5Alw6QL5Rl

 

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *