DALAm kesehariannya, Bisyr bin Manshur dikenal sebagai sosok yang memuliakan tamu dengan adab yang tinggi.
Ghassan meriwayatkan,
“Jika ada seseorang datang mengunjunginya, aku selalu melihat Bisyr menyambutnya dengan berdiri dan memegang tunggangannya. Bahkan, hal itu sering ia lakukan kepadaku.”
Sikap ini menunjukkan penghormatan yang tulus—bukan sekadar formalitas, tetapi ekspresi akhlak yang hidup dalam dirinya.
Namun, rumah Bisyr bukan hanya tempat menerima tamu. Ia juga menjadikannya sebagai ruang pembinaan ruhani. Ali bin Al-Madini mengisahkan bahwa Bisyr bahkan menggali kuburnya sendiri di sekitar rumahnya. Di tempat itu, ia sering berdiam diri dan mengkhatamkan Al-Qur’an, seolah melatih dirinya untuk selalu mengingat kematian.
Dalam ibadah hariannya, ia dikenal sangat tekun. Disebutkan bahwa wiridnya mencapai sepertiga Al-Qur’an dalam sehari, dan ia melaksanakan shalat hingga sekitar 500 rakaat setiap harinya.
Dari dua sisi ini—memuliakan tamu dan kesungguhan dalam ibadah—terlihat keseimbangan dalam diri Bisyr bin Manshur: lembut dalam interaksi sosial, namun sangat kuat dalam hubungan spiritualnya dengan Allah. []
Sumber: Adz-Dzahabi, Siyar A’lam An-Nubala, Pustaka Azzam, 2008
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

