HAID adalah kondisi alami yang Allah tetapkan bagi setiap wanita. Dalam Islam, ada beberapa larangan yang berlaku bagi wanita yang sedang haid, baik siang maupun malam. Namun, sering muncul pertanyaan: apakah ada larangan khusus di malam hari? Pada dasarnya, tidak ada perbedaan hukum antara siang dan malam, tetapi penting untuk memahami apa saja yang memang dilarang selama haid dan hikmah di baliknya.
Pertama, tidak boleh melaksanakan shalat.
Ini adalah larangan yang paling jelas berdasarkan hadits Nabi ﷺ. Wanita haid tidak diwajibkan dan tidak sah jika tetap melaksanakan shalat, karena kondisi ini dianggap sebagai hadats besar.
Kedua, tidak boleh berpuasa.
Jika haid datang di malam hari menjelang puasa, maka niat puasanya gugur. Puasa yang ditinggalkan wajib diganti di hari lain, berbeda dengan shalat yang tidak perlu diqadha.
Ketiga, tidak boleh menyentuh mushaf Al-Qur’an.
Mayoritas ulama melarang wanita haid memegang mushaf secara langsung sebagai bentuk penghormatan terhadap kalam Allah.
Keempat, tidak boleh membaca Al-Qur’an menurut sebagian pendapat ulama.
Meski ada khilaf, banyak ulama salaf memilih untuk menahan diri dari tilawah langsung, kecuali dalam kondisi tertentu seperti belajar atau mengajar.
Kelima, tidak boleh berdiam di dalam masjid.
Wanita haid tidak diperbolehkan i’tikaf atau menetap di masjid, meskipun sekadar duduk dalam waktu lama.
Keenam, tidak boleh thawaf di Ka’bah.
Thawaf disamakan dengan shalat, sehingga mensyaratkan keadaan suci dari hadats.
BACA JUGA: 6 Hal yang Boleh Dilakukan Suami kepada Istri yang Sedang Haid
Ketujuh, tidak boleh berhubungan suami istri (jima’).
Ini ditegaskan dalam Al-Qur’an bahwa haid adalah kondisi yang harus dijauhi dalam konteks hubungan intim, demi menjaga kesehatan dan kebersihan.
Lalu kenapa larangan ini tetap berlaku di malam hari? Karena hukum haid tidak terkait waktu, tetapi kondisi. Selama darah haid masih keluar, maka semua larangan ini tetap berlaku, baik siang maupun malam.
Hikmahnya sangat dalam. Selain menjaga kesucian ibadah, larangan ini juga memberikan waktu istirahat bagi tubuh wanita. Secara medis, haid adalah masa tubuh mengalami perubahan hormonal dan fisik, sehingga Islam memberikan keringanan dari ibadah tertentu.
Jadi, bukan membatasi, justru ini bentuk kasih sayang Allah kepada wanita agar tetap terjaga secara fisik dan spiritual. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

