STROKE merupakan salah satu penyakit yang sangat berbahaya karena dapat menyerang secara tiba-tiba dan menyebabkan kelumpuhan, gangguan bicara, bahkan kematian. Banyak orang mengira stroke hanya dialami oleh orang tua, padahal usia muda pun bisa terkena jika memiliki pola hidup yang buruk dan tidak menjaga kesehatan tubuh.
Sayangnya, sebagian orang juga sering mengabaikan tanda-tanda awal yang sebenarnya sudah muncul sejak lama. Karena itu, penting untuk mengenali ciri-ciri orang yang berisiko terkena stroke agar kita bisa melakukan pencegahan sejak dini.
Berikut beberapa ciri yang perlu diperhatikan.
Tekanan Darah Tinggi
Salah satu tanda yang paling sering dimiliki orang yang berisiko terkena stroke adalah tekanan darah tinggi. Banyak orang tidak menyadari bahwa hipertensi bisa merusak pembuluh darah secara perlahan. Ketika pembuluh darah di otak melemah atau tersumbat, risiko stroke menjadi semakin besar.
Orang dengan tekanan darah tinggi biasanya sering merasa pusing, tengkuk terasa berat, mudah lelah, atau jantung berdebar. Namun ada juga yang tidak merasakan gejala apa pun. Karena itu, hipertensi sering disebut sebagai “silent killer”.
Jika tekanan darah tidak dikendalikan, pembuluh darah di otak dapat pecah atau tersumbat sewaktu-waktu.
Pola Hidup Tidak Sehat
Ciri lain yang sering terlihat pada orang yang berisiko stroke adalah memiliki pola hidup yang buruk. Misalnya sering begadang, merokok, jarang olahraga, dan terlalu banyak makan makanan tinggi garam serta lemak.
Kebiasaan seperti ini membuat kolesterol dan gula darah meningkat. Lama-kelamaan pembuluh darah menjadi sempit dan aliran darah menuju otak terganggu.
Orang yang jarang bergerak juga cenderung memiliki berat badan berlebih. Obesitas sangat berkaitan dengan risiko stroke, terutama jika disertai diabetes dan tekanan darah tinggi.
Gangguan pada Tubuh
Tubuh sebenarnya sering memberi tanda sebelum stroke terjadi. Salah satunya adalah mati rasa atau kesemutan pada bagian tubuh tertentu, terutama di wajah, tangan, atau kaki sebelah.
Ada juga yang tiba-tiba sulit berbicara, bicara pelo, atau sulit memahami ucapan orang lain. Penglihatan bisa mendadak kabur, kepala terasa sangat pusing, dan keseimbangan tubuh terganggu.
Gejala seperti ini tidak boleh dianggap sepele. Dalam beberapa kasus, itu bisa menjadi tanda stroke ringan atau serangan sementara yang disebut TIA (Transient Ischemic Attack).
Jika tidak segera ditangani, stroke yang lebih berat bisa terjadi.
Riwayat Penyakit
Orang yang memiliki diabetes, kolesterol tinggi, penyakit jantung, atau gangguan pembekuan darah juga lebih mudah terkena stroke. Penyakit-penyakit tersebut membuat aliran darah tidak berjalan normal.
Selain itu, faktor usia juga memengaruhi. Semakin bertambah usia seseorang, risiko stroke biasanya meningkat. Namun saat ini stroke juga banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup yang buruk.
Riwayat keluarga juga perlu diperhatikan. Jika orang tua atau saudara pernah terkena stroke, maka risiko seseorang bisa lebih tinggi dibanding orang lain.
BACA JUGA: Mengapa Sekarang Usia 30 Rentan Terkena Stroke?
Pentingnya Pencegahan
Stroke bukan penyakit yang datang secara tiba-tiba tanpa sebab. Banyak kasus stroke sebenarnya bisa dicegah dengan menjaga pola hidup sehat sejak dini.
Mulailah dengan mengurangi makanan berlemak, berhenti merokok, rutin olahraga, tidur cukup, dan mengontrol tekanan darah secara berkala. Perbanyak konsumsi air putih, buah, dan sayuran.
Jika muncul gejala seperti wajah mencong, tangan melemah sebelah, atau bicara tiba-tiba pelo, segera cari pertolongan medis. Penanganan cepat sangat menentukan keselamatan dan pemulihan penderita stroke. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE


