Wafatnya Belahan Jiwa Sang Pengganti Tidur di Ranjang Rasulullah ﷺ saat Hijrah

Nasrulloh Baksolahar
3 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

MENJELANG wafatnya, Rasulullah ﷺ pernah menyampaikan bahwa orang pertama dari keluarganya yang akan menyusul beliau adalah Fatimah. Kabar itu begitu dekat di hati Fatimah. Sejak wafatnya Rasulullah ﷺ, ia semakin jarang keluar rumah dan lebih banyak menghabiskan waktunya dalam kesedihan dan ibadah.

Tidak lama kemudian, Fatimah jatuh sakit. Ali bin Abi Thalib merawatnya dengan penuh perhatian. Ia tidak sendiri—Asma binti Umais turut membantu merawat putri Rasulullah ﷺ tersebut.

Dalam masa sakitnya, Fatimah berwasiat kepada Asma tentang tata cara pengkafanan, pemakaman, dan proses pengantaran jenazahnya. Wasiat itu menunjukkan kesiapan dan keteguhan hatinya dalam menghadapi ajal.

https://s.shopee.co.id/5Alw6QL5Rl

Meski dalam kondisi sulit, Ali tetap menjaga kewajibannya untuk shalat berjamaah di masjid. Setiap selesai shalat, Abu Bakar dan Umar selalu menanyakan keadaan Fatimah, menunjukkan perhatian dan kasih sayang mereka kepada keluarga Rasulullah ﷺ.

Dalam salah satu kesempatan, Abu Bakar datang secara khusus untuk menemui Fatimah. Ia meminta maaf dan memohon keridhaannya. Fatimah pun memaafkannya.

Akhirnya, Fatimah wafat pada malam Selasa, di antara waktu Magrib dan Isya, pada tanggal 3 Ramadhan tahun 11 Hijriyah—sekitar enam bulan setelah wafatnya Rasulullah ﷺ.

Para sahabat pun datang untuk melayat. Abu Bakar dan Umar berkata kepada Ali, “Wahai Abul Hasan, janganlah engkau mendahului kami dalam menyalatkan putri Rasulullah ﷺ.”

Ali kemudian menjadi orang pertama yang menyalatkan Fatimah, lalu diikuti oleh Abu Bakar, Umar, dan para sahabat lainnya.

BACA JUGA: Ilmu Intelijen dan Pengamanan dalam Pergerakan Rasulullah ﷺ dari Mekah ke Gua Tsur

Pernikahan Ali dan Fatimah yang dimulai pada tahun ke-2 Hijriyah berakhir pada tahun ke-11 Hijriyah. Dari pernikahan itu lahir anak-anak seperti Hasan, Husain, dan Ummu Kultsum—yang pada saat itu masih kecil. Sepeninggal Fatimah, tanggung jawab besar pun berada di pundak Ali untuk merawat dan membesarkan mereka.

Kisah ini menutup perjalanan sebuah rumah tangga yang dibangun di atas kesederhanaan, diuji dengan kesulitan, dan diakhiri dengan kesabaran—namun tetap dipenuhi cinta, iman, dan kemuliaan. []

Sumber:
Abul Hasan An-Nadwi, Ali bin Abi Thalib, Tinta Media, 2025
Ali Muhammad Ash-Shallabi, Biografi Hasan bin Ali, Ummul Qura, 2017
Ahmad Abdul Aal Ath-Thahthawi, Kisah Khalifahtur Rasyidin, GIP, 2023

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *