JALALUDDIN Rumi pernah mengingatkan dengan nada yang dalam,
“Siang dan malam engkau terus berperang, berharap mampu memperbaiki akhlak istrimu dan mensucikan amal perbuatannya melalui dirimu.”
Namun Rumi kemudian membalik arah pandang itu,
“Akan lebih baik jika engkau memperbaiki akhlakmu melalui dirinya, daripada memaksakan diri memperbaiki akhlaknya melalui dirimu.”
Di sinilah letak titik baliknya. Banyak orang terjebak dalam keinginan mengubah pasangan, tetapi lupa bahwa perubahan paling nyata justru berawal dari dalam diri.
Datanglah kepadanya dengan hati yang lapang. Terimalah apa yang ia katakan, meskipun dalam pandanganmu terdengar tidak masuk akal. Dengarkan, bukan untuk membantah, tetapi untuk memahami.
Pikullah rasa tidak adil yang mungkin engkau rasakan. Jalani kerasnya hidup bersamanya dengan kesabaran. Karena dalam setiap gesekan, ada kesempatan untuk menjernihkan akhlakmu sendiri.
Sebab, sering kali bukan pasangan kita yang harus diubah, melainkan cara kita melihat, merespons, dan memaknai dirinya.
Di situlah akhlak diuji. Di situlah jiwa dimurnikan. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

