JIKA kita memiliki ketenangan, kita akan mampu menenteramkan hati sendiri, sehingga mampu memikul seratus pukulan kehidupan. Dalam ketenangan itu, kita tidak hanya bertahan, tetapi juga mulai menemukan makna—buah dari setiap luka yang dijalani.
Memang, pada saat ini penderitaan sering terasa seolah tidak menghasilkan apa-apa. Namun sesungguhnya, semua itu sedang dikumpulkan. Ia akan sampai pada “gudang-gudang” kebaikan yang telah disiapkan, bahkan sering kali melebihi apa yang kita harapkan.
Bahkan jika saat ini kata-kata ini belum terasa berpengaruh, bukan berarti ia sia-sia. Akan datang waktunya ia menemukan tempat di hati, lalu bekerja perlahan, mengubah cara pandang, dan menumbuhkan kedewasaan.
Sebab ketenangan bukan sekadar sikap menghadapi hidup, tetapi jalan panjang menuju jiwa yang matang. []
Sumber:
Jalaluddin Rumi, Fihi Ma Fihi, Penerbit Forum, 2016
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

