SUATU ketika, Harun al-Rashid mengirimkan 500 dinar kepada Imam Malik. Kabar itu kemudian sampai kepada Imam Al-Laits bin Sa‘ad. Mendengar hal tersebut, Imam Al-Laits pun mengirimkan 1.000 dinar kepada Imam Malik.
Ketika mengetahui hal itu, Harun Al-Rasyid menegur Imam Al-Laits sambil berkata,
> “Aku memberinya 500 dinar, sedangkan engkau memberinya 1.000 dinar, padahal engkau adalah rakyatku.”
Imam Al-Laits lalu menjawab dengan tenang,
> “Wahai Amirul Mukminin, setiap hari aku memperoleh seribu dinar dari hasil panenku. Karena itu, aku merasa pantas memberinya sejumlah itu, sebab nilainya masih lebih sedikit dari pendapatanku sehari.”
Kedermawanan Imam Al-Laits memang sangat terkenal. Meskipun memiliki penghasilan besar, beliau tidak hidup bermewah-mewahan. Hartanya justru banyak diinfakkan untuk membantu ulama, fakir miskin, dan masyarakat yang membutuhkan.
Bahkan, dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Imam Al-Laits tidak pernah terkena kewajiban zakat. Bukan karena beliau miskin, tetapi karena hartanya selalu habis dibagikan sebelum mencapai haul. Penghasilannya yang besar terus mengalir kembali kepada manusia dalam bentuk sedekah dan bantuan. []
Sumber:
At-Tanukhi, Hikayat Para Dermawan, Alvabet, 2016
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

