Menerima Nasihat Seperti Hanzhalah

Nasrulloh Baksolahar
1 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

​DALAM sebuah riwayat (yang tercatat dalam Shahih Muslim), Hanzhalah bin Abi Amir bertemu dengan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Hanzhalah berkata,

“Nafaqa Hanzhalah” (Hanzhalah telah munafik).

​Mendengar hal itu, Abu Bakar terkejut dan bertanya mengapa beliau berkata demikian. Hanzhalah menjelaskan:

​”Ketika kami berada di sisi Rasulullah ﷺ, beliau mengingatkan kami tentang neraka dan surga seolah-olah kami melihatnya dengan mata kepala sendiri. Namun, ketika kami kembali kepada istri-istri, anak-anak, dan kesibukan dunia, kami banyak melupakan (apa yang kami rasakan sebelumnya).”

​Hanzhalah merasa bahwa perubahan kondisi hatinya—dari yang sangat khusyuk saat bersama Nabi menjadi lebih “duniawi” saat bersama keluarga—adalah tanda kemunafikan.

Menurut Ibnu Jauzy, seharusnya kita seperti Hanzhalah dalam menerima nasihat. Tatkala mendengarkan nasihat, jiwa dan pikiran dalam kondisi prima penuh kesadaran, menghadirkan hati, terlepas dari ikatan dunia, lalu kokoh memegang nasihat. []

Sumber:
Ibnu Jauzy, Shaidul Khathir, Maghfirah Pustaka, 2007

https://s.shopee.co.id/5Alw6QL5Rl

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *