Kenapa Perut Saya Kembung atau Sering Masuk Angin?

Dini Koswarini
5 Min Read
Foto: Freepik

HAMPIR semua orang pernah mengalami perut kembung. Perut terasa penuh, begah, sering bersendawa, sering kentut, bahkan terkadang disertai mual dan rasa tidak nyaman. Di Indonesia, kondisi ini sering disebut sebagai “masuk angin”. Namun sebenarnya, dalam dunia medis tidak ada diagnosis khusus bernama masuk angin. Yang ada adalah berbagai kondisi kesehatan yang menyebabkan gejala seperti kembung, begah, dan banyak gas di saluran pencernaan.

Perut kembung biasanya terjadi karena adanya penumpukan gas berlebih di dalam lambung atau usus. Gas tersebut dapat berasal dari udara yang tertelan saat makan atau minum, maupun dari proses pencernaan makanan oleh bakteri di dalam usus.

Kebiasaan Sehari-hari yang Sering Menjadi Penyebab

Tanpa disadari, beberapa kebiasaan sederhana dapat membuat perut lebih mudah kembung.

Misalnya makan terlalu cepat. Saat makan terburu-buru, udara ikut masuk bersama makanan sehingga gas menumpuk di saluran pencernaan. Hal yang sama juga bisa terjadi ketika seseorang sering mengunyah permen karet, minum menggunakan sedotan, atau terlalu banyak mengonsumsi minuman bersoda.

Merokok juga dapat menyebabkan lebih banyak udara masuk ke dalam tubuh. Akibatnya, perut terasa penuh dan tidak nyaman.

BACA JUGA:  Perut Kembung, Pertanda Apa?

Makanan yang Memicu Perut Kembung

Tidak semua makanan diproses tubuh dengan cara yang sama. Beberapa jenis makanan memang lebih mudah menghasilkan gas saat dicerna.

Contohnya adalah kacang-kacangan, kol, brokoli, kembang kol, jagung, dan kentang. Selain itu, produk susu seperti keju dan yoghurt juga bisa menyebabkan kembung pada sebagian orang, terutama mereka yang mengalami intoleransi laktosa.

Makanan berlemak dan terlalu pedas juga dapat memperlambat proses pencernaan sehingga perut terasa lebih penuh dan begah.

Karena itu, jika Anda sering mengalami kembung setelah makan makanan tertentu, cobalah memperhatikan pola makan dan mencatat makanan apa yang paling sering memicu keluhan tersebut.

https://s.shopee.co.id/40aPuqbkTl

Apakah “Masuk Angin” Benar Ada?

Secara budaya, istilah masuk angin sudah sangat melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Banyak orang menggunakan istilah ini untuk menggambarkan kondisi badan tidak enak, perut kembung, meriang, sering sendawa, atau lemas. Namun secara medis, gejala tersebut biasanya berasal dari gangguan pencernaan, maag, infeksi ringan, kelelahan, atau kondisi kesehatan lainnya.

Karena itu, ketika seseorang mengatakan dirinya masuk angin, penyebab sebenarnya bisa berbeda-beda pada setiap orang.

Bisa Jadi Tanda Gangguan Pencernaan

Selain karena pola makan, perut kembung yang sering kambuh juga dapat berkaitan dengan masalah kesehatan tertentu.

Beberapa di antaranya adalah intoleransi laktosa, intoleransi fruktosa, penyakit asam lambung, pertumbuhan bakteri berlebih di usus, radang usus, hingga gangguan penyerapan makanan tertentu.

Stres dan kecemasan juga ternyata dapat memengaruhi kerja usus. Saat seseorang sedang banyak pikiran, gerakan usus dapat berubah dan menyebabkan perut terasa tidak nyaman, kembung, atau bahkan nyeri.

Cara Mengurangi Perut Kembung

efek menahan kentut, gerd, batu empedu, Gerd, Diare, Perut Kembung
Foto: Freepik

Ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk mengurangi keluhan perut kembung:

Makan lebih pelan dan kunyah makanan dengan baik.
Kurangi minuman bersoda.
Batasi makanan yang sering memicu gas.
Hindari makan berlebihan dalam satu waktu.
Rutin bergerak atau berjalan kaki setelah makan.
Kelola stres dengan baik.
Minum air putih yang cukup setiap hari.

Kebiasaan-kebiasaan kecil ini sering kali cukup efektif untuk mengurangi frekuensi perut kembung.

BACA JUGA: 10 Dampak Buruk Memiliki Perut Buncit yang Sering Diabaikan

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Perut kembung umumnya tidak berbahaya dan akan membaik dengan sendirinya. Namun Anda perlu waspada jika keluhan terjadi terus-menerus atau disertai gejala lain seperti penurunan berat badan drastis, diare berkepanjangan, muntah berulang, BAB berdarah, demam, atau nyeri perut yang sangat hebat. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan pencernaan yang lebih serius dan memerlukan pemeriksaan medis.

Pada akhirnya, perut kembung bukan sekadar soal “masuk angin”. Sering kali, pola makan, gaya hidup, dan kondisi kesehatan tertentu memiliki peran yang jauh lebih besar. Dengan mengenali penyebabnya, Anda bisa mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan pencernaan dan mengurangi rasa tidak nyaman yang sering mengganggu aktivitas sehari-hari. []

Sumber
Alodokter – Perut Kembung
Alodokter – Penyebab Perut Kembung
Alodokter – Cara Atasi Perut Kembung Apa Pun Penyebabnya
Alodokter – Sakit Perut dan Kembung, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *