WUDHU merupakan salah satu syarat sah shalat yang harus dilakukan dengan benar sesuai tuntunan syariat. Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa anggota tubuh yang wajib dibasuh atau diusap, seperti wajah, kedua tangan hingga siku, sebagian kepala, dan kedua kaki hingga mata kaki.
Salah satu syarat penting dalam wudhu adalah sampainya air ke seluruh bagian anggota yang wajib dibasuh. Jika ada bagian tertentu yang tidak terkena air, maka muncul pertanyaan mengenai keabsahan wudhu tersebut.
Masalah ini sering terjadi tanpa disadari. Terkadang seseorang terburu-buru saat berwudhu sehingga ada bagian kecil yang terlewat. Ada juga yang terhalang oleh kotoran, cat, lem, atau benda lain yang menghalangi air menyentuh kulit.
Karena itu, memahami hukum dan cara mengatasinya sangat penting agar ibadah yang dilakukan menjadi sah.
BACA JUGA: Ragu Kentut atau Belum, Apakah Harus Mengulang Wudhu?
Hukum Bagian Wudhu yang Tidak Terkena Air
Secara umum, apabila ada bagian anggota wudhu yang wajib dibasuh tetapi tidak terkena air, maka wudhunya belum sempurna. Bahkan jika bagian yang terlewat itu cukup jelas dan benar-benar tidak terkena air, wudhu tersebut tidak sah sampai bagian itu dibasuh.
Hal ini karena membasuh anggota wudhu merupakan perintah yang harus dilaksanakan secara menyeluruh. Air harus mencapai kulit pada bagian yang diwajibkan untuk dibasuh.
Misalnya, seseorang membasuh wajah tetapi ada sebagian kecil kulit yang tertutup kotoran tebal sehingga air tidak sampai ke permukaannya. Dalam kondisi seperti ini, bagian tersebut belum dianggap terkena air dan perlu dibersihkan terlebih dahulu sebelum dibasuh.
Demikian pula jika seseorang berwudhu tetapi ada bagian tumit, sela-sela jari, atau lipatan kulit yang tidak terkena air sama sekali.
Bagian yang Sering Terlewat Saat Wudhu
Ada beberapa bagian tubuh yang cukup sering luput dari perhatian ketika berwudhu.
Sela-sela jari tangan dan kaki merupakan salah satu yang paling sering terlewat. Padahal air harus mencapai bagian tersebut agar pembasuhan menjadi sempurna.
Selain itu, tumit juga termasuk area yang perlu diperhatikan. Tidak sedikit orang yang membasuh kaki dengan cepat sehingga bagian belakang tumit kurang terkena air.
Pada wajah, bagian dekat garis rambut, sekitar mata, dan sekitar hidung terkadang tidak dibasuh secara merata. Begitu pula pada tangan, terutama area sekitar siku yang kadang hanya terkena sedikit air.
Karena itu, para ulama menganjurkan agar seseorang membasuh anggota wudhu dengan tenang dan tidak tergesa-gesa sehingga seluruh bagian dapat terkena air secara sempurna.
Bagaimana Jika Baru Menyadarinya Setelah Wudhu?
Jika seseorang baru menyadari bahwa ada bagian anggota wudhu yang belum terkena air sesaat setelah selesai berwudhu, maka ia cukup membasuh bagian yang terlewat tersebut dan menyempurnakan wudhunya selama jeda waktunya masih dekat.
Namun, apabila jarak waktunya sudah cukup lama atau anggota wudhu yang telah dibasuh sebelumnya sudah kering seluruhnya, maka lebih aman untuk mengulangi wudhu dari awal.
Hal ini dilakukan agar urutan dan kesinambungan wudhu tetap terjaga sesuai dengan pendapat banyak ulama.
Karena itu, setelah selesai berwudhu sebaiknya seseorang memeriksa kembali apakah seluruh anggota yang wajib dibasuh telah terkena air dengan baik.

Bagaimana Jika Tidak Sengaja?
Islam membedakan antara kesengajaan dan ketidaksengajaan dalam banyak perkara. Jika seseorang benar-benar tidak mengetahui bahwa ada bagian yang belum terkena air, maka ia tidak berdosa karena kelalaiannya tidak disengaja.
Namun, ketika hal tersebut diketahui, ia tetap harus memperbaiki wudhunya sebelum melaksanakan shalat. Sebab yang menjadi ukuran sah atau tidaknya wudhu adalah terpenuhinya syarat dan rukun wudhu itu sendiri.
Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk berusaha sebaik mungkin dalam melaksanakan wudhu. Ketelitian saat berwudhu merupakan bentuk perhatian terhadap ibadah yang akan dikerjakan setelahnya.
BACA JUGA: Bolehkah Berbicara saat Sedang Berwudhu atau Harus Diam?
Tips Agar Semua Anggota Wudhu Terkena Air
Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan agar tidak ada bagian anggota wudhu yang terlewat.
Pertama, lakukan wudhu dengan tenang dan tidak terburu-buru. Semakin tergesa-gesa seseorang, semakin besar kemungkinan ada bagian yang tidak terkena air.
Kedua, gosok atau ratakan air ke seluruh permukaan anggota wudhu, terutama pada bagian yang sulit dijangkau.
Ketiga, perhatikan sela-sela jari tangan dan kaki serta bagian tumit. Area-area ini sering menjadi penyebab tidak sempurnanya wudhu.
Keempat, pastikan tidak ada benda yang menghalangi air mencapai kulit, seperti cat, lem, atau lapisan lain yang kedap air.
Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, seseorang dapat lebih yakin bahwa wudhunya telah dilakukan dengan benar.
Jika ada bagian anggota wudhu yang wajib dibasuh tetapi tidak terkena air, maka wudhu belum sempurna dan perlu diperbaiki. Air harus mencapai seluruh bagian anggota yang diwajibkan dalam wudhu agar ibadah tersebut sah. Oleh karena itu, setiap muslim dianjurkan untuk berwudhu dengan tenang, teliti, dan tidak tergesa-gesa. Dengan demikian, wudhu menjadi lebih sempurna dan shalat yang dilakukan setelahnya dapat dilaksanakan dengan penuh keyakinan.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

