Makan Cuanki, Bergizi Nggak Sih?

Dini Koswarini
5 Min Read
Foto: Freepik

SORE hari yang dingin sering terasa lebih hangat dengan semangkuk cuanki. Kuahnya yang gurih, bakso kenyal, tahu, siomai, dan taburan bawang goreng membuat makanan khas Jawa Barat ini digemari banyak orang.

Cuanki bukan hanya makanan jalanan biasa. Bagi sebagian orang, cuanki adalah bagian dari kenangan masa sekolah, kuliah, atau saat berkumpul bersama teman. Rasanya yang lezat dan harganya yang relatif terjangkau membuat cuanki tetap populer hingga sekarang.

Namun muncul satu pertanyaan yang sering ditanyakan: apakah cuanki sebenarnya bergizi?

Jawabannya tidak sesederhana “ya” atau “tidak”. Semuanya tergantung dari bahan, porsi, dan seberapa sering kita mengonsumsinya.

Apa Saja Isi Cuanki?

Pada umumnya, cuanki terdiri dari bakso, siomai, tahu, pangsit, dan kuah kaldu.

Dari bahan-bahan tersebut, sebenarnya terdapat beberapa zat gizi yang dibutuhkan tubuh.

Bakso dan siomai mengandung protein yang berasal dari daging atau ikan. Protein berperan penting dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh.

BACA JUGA: Makan Seblak Tiap Hari, Apa yang Terjadi?

Tahu juga merupakan sumber protein nabati yang cukup baik. Selain itu, tahu mengandung berbagai mineral yang dibutuhkan tubuh.

Jika kuah dibuat dari kaldu yang baik dan tidak berlebihan dalam penggunaan penyedap, kuah juga dapat memberikan cita rasa yang membuat makanan lebih nikmat.

Artinya, cuanki memang memiliki nilai gizi tertentu dan bukan sekadar makanan kosong tanpa manfaat.

Sumber Protein yang Lumayan

Salah satu nilai positif cuanki adalah kandungan proteinnya.

Tubuh membutuhkan protein setiap hari untuk menjaga massa otot, memperbaiki sel yang rusak, serta mendukung berbagai fungsi tubuh lainnya.

Bakso, siomai, dan tahu yang terdapat dalam cuanki dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut.

Meski jumlahnya tidak sebanyak makanan utama seperti ikan, ayam, atau daging dalam porsi besar, kandungan protein dalam cuanki tetap memberikan manfaat bagi tubuh.

Karena itu, tidak tepat jika mengatakan bahwa cuanki sama sekali tidak bergizi.

https://s.shopee.co.id/3LNYqOZBnQ

Kekurangannya Ada pada Sayur dan Serat

Masalah utama cuanki biasanya bukan pada proteinnya, melainkan pada minimnya sayuran.

Sebagian besar cuanki hanya berisi olahan bakso, tahu, dan pangsit. Kandungan seratnya relatif rendah.

Padahal serat sangat penting untuk kesehatan pencernaan, membantu mengontrol kadar gula darah, serta memberikan rasa kenyang lebih lama.

Ketika seseorang terlalu sering mengonsumsi makanan yang rendah serat, kebutuhan hariannya bisa menjadi tidak terpenuhi.

Karena itu, akan lebih baik jika cuanki disajikan bersama tambahan sayuran seperti sawi, kol, atau daun bawang dalam jumlah yang lebih banyak.

Dengan begitu, kandungan gizinya menjadi lebih seimbang.

Perhatikan Kandungan Garamnya

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kandungan natrium atau garam.

Kuah cuanki sering kali menggunakan kaldu, garam, dan berbagai penyedap rasa untuk menghasilkan cita rasa yang gurih.

Jika dikonsumsi sesekali, hal ini umumnya tidak menjadi masalah bagi kebanyakan orang.

Namun jika terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi natrium, risiko tekanan darah tinggi dan berbagai gangguan kesehatan lainnya dapat meningkat, terutama pada orang yang sensitif terhadap garam.

Karena itu, tidak ada salahnya mengurangi penggunaan sambal, saus, atau tambahan penyedap yang berlebihan saat menikmati cuanki.

Penghasilan Tukang Cuanki
Foto: Freepik

Boleh Dimakan, Asal Jangan Jadi Menu Utama Setiap Hari

Banyak orang mengira bahwa makanan harus masuk ke dalam kategori “sangat sehat” atau “tidak sehat sama sekali”.

Padahal kenyataannya tidak demikian.

Cuanki bisa menjadi bagian dari pola makan yang seimbang jika dikonsumsi dalam jumlah wajar dan tidak terlalu sering.

Masalah biasanya muncul ketika seseorang terlalu sering mengandalkan makanan olahan dan minim sayur sebagai menu harian.

BACA JUGA:  Cara Bikin Bakso Enak Renyah, Mudah Bisa di Rumah Kok!

Tubuh membutuhkan variasi makanan yang lebih lengkap, termasuk buah-buahan, sayuran, ikan, telur, kacang-kacangan, dan sumber karbohidrat yang baik.

Cuanki lebih tepat dianggap sebagai makanan selingan atau salah satu pilihan makan sesekali, bukan satu-satunya sumber gizi setiap hari.

Penutup

Jadi, makan cuanki bergizi nggak sih?

Jawabannya: ya, cuanki memiliki kandungan gizi, terutama protein dari bakso, siomai, dan tahu. Namun kandungan serat dan sayurnya biasanya masih kurang, sementara kadar garamnya bisa cukup tinggi jika dikonsumsi berlebihan.

Kabar baiknya, cuanki tetap bisa menjadi bagian dari pola makan yang sehat. Kuncinya adalah memperhatikan porsi, tidak terlalu sering mengonsumsinya, dan menambahkan lebih banyak sayuran sebagai pelengkap.

Jadi, Anda tidak perlu merasa bersalah ketika sesekali menikmati semangkuk cuanki hangat. Nikmati secukupnya, lengkapi dengan makanan bergizi lainnya, dan biarkan tubuh mendapatkan manfaat dari pola makan yang lebih seimbang. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *