Apakah Manusia Pernah Berbuat Salah kepada Setan? Sehingga Setan Begitu Benci?

5 Min Read
Foto: Freepik

KETIKA membaca kisah tentang setan dalam Al-Qur’an, mungkin ada yang bertanya-tanya: mengapa setan begitu membenci manusia? Apa sebenarnya kesalahan manusia hingga setan bersumpah akan menyesatkan mereka sampai Hari Kiamat?

Pertanyaan ini menarik karena jika dipikir-pikir, manusia yang lahir ke dunia tidak pernah berbuat apa-apa kepada setan. Bahkan sebelum Nabi Adam diciptakan, manusia belum ada sama sekali. Lalu dari mana asal kebencian setan itu?

Jawabannya terdapat dalam kisah penciptaan Nabi Adam yang diceritakan oleh Allah dalam Al-Qur’an.

Awal Mula Permusuhan Itu

Ketika Allah menciptakan Nabi Adam, Allah memerintahkan para malaikat untuk bersujud sebagai bentuk penghormatan kepada Adam. Semua malaikat taat kepada perintah tersebut.

Namun ada satu makhluk yang menolak, yaitu Iblis.

Allah berfirman:

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, ‘Sujudlah kalian kepada Adam,’ maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia enggan dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 34)

Penolakan Iblis bukan karena Adam berbuat salah kepadanya. Sebaliknya, penolakan itu muncul dari kesombongan yang ada dalam dirinya sendiri.

BACA JUGA: Cara Setan Ganggu Seseorang ketika Shalat

Iblis Merasa Lebih Baik

Ketika Allah menegur Iblis karena menolak sujud, Iblis menjawab:

“Aku lebih baik daripadanya. Engkau menciptakanku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.” (QS. Al-A’raf: 12)

Di sinilah akar masalahnya.

Iblis merasa dirinya lebih mulia daripada Adam. Ia tidak rela melihat Adam mendapatkan kemuliaan dan kedudukan yang Allah berikan. Kesombongan membuatnya menolak kebenaran meskipun ia mengetahui bahwa perintah tersebut datang dari Allah.

Jadi, kebencian Iblis kepada manusia bukan karena manusia pernah menyakitinya. Kebencian itu lahir dari iri hati dan kesombongan.

https://s.shopee.co.id/5VPIZ41WVk

Dendam yang Tidak Beralasan

Setelah diusir dari rahmat Allah, Iblis tidak menyesali kesalahannya. Ia tidak meminta ampun dengan sungguh-sungguh. Sebaliknya, ia justru menyalahkan keadaan dan bertekad menyesatkan manusia.

Allah mengabadikan perkataannya:

“Karena Engkau telah menghukumku tersesat, pasti aku akan menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus.” (QS. Al-A’raf: 16)

Perhatikan baik-baik. Yang menyebabkan Iblis terusir adalah kesalahannya sendiri. Namun yang menjadi sasaran dendamnya justru manusia.

Inilah salah satu sifat buruk yang sangat berbahaya: tidak mau mengakui kesalahan diri sendiri, lalu mencari kambing hitam untuk disalahkan.

Setan Memusuhi Seluruh Keturunan Adam

Permusuhan Iblis tidak hanya ditujukan kepada Nabi Adam. Ia juga ditujukan kepada seluruh keturunan Adam hingga Hari Kiamat.

Karena itulah Allah berkali-kali mengingatkan manusia agar tidak mengikuti langkah-langkah setan.

Allah berfirman:

“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagi kalian, maka jadikanlah ia sebagai musuh.” (QS. Fathir: 6)

Ayat ini tidak berarti kita harus takut berlebihan kepada setan. Namun kita harus sadar bahwa setan memang memiliki tujuan untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah.

Setan Tidak Bisa Memaksa Manusia

Meski sangat membenci manusia, setan memiliki keterbatasan.

Ia tidak dapat memaksa seseorang melakukan maksiat. Yang ia lakukan hanyalah membisikkan, menghias keburukan, dan menggoda manusia agar mengikuti hawa nafsunya.

Pada akhirnya manusialah yang menentukan pilihan.

Karena itu, Allah tetap membebankan tanggung jawab kepada manusia atas setiap amal yang dilakukan. Setan hanya mengajak, sedangkan keputusan tetap berada di tangan manusia.

Benarkah Hewan-hewan Tertentu Bisa Melihat Jin dan Setan?

Pelajaran Besar dari Kisah Iblis

Kisah Iblis mengandung pelajaran yang sangat dalam.

Pertama, kebencian sering kali lahir bukan karena kesalahan orang lain, tetapi karena iri hati yang ada dalam diri sendiri.

Kedua, kesombongan dapat membuat seseorang menolak kebenaran meskipun ia mengetahuinya.

Ketiga, menyalahkan orang lain atas kesalahan diri sendiri adalah jalan yang ditempuh Iblis, bukan jalan orang-orang beriman.

Dan keempat, musuh terbesar manusia sering kali bukanlah setan itu sendiri, melainkan hawa nafsu yang membuat bisikan setan mudah diterima.

BACA JUGA: Yang Membuat Setan Menangis

Penutup

Apakah manusia pernah berbuat salah kepada setan sehingga ia begitu membenci kita?

Tidak. Manusia tidak pernah melakukan kesalahan apa pun kepada Iblis yang menjadi penyebab kebenciannya. Permusuhan itu bermula dari kesombongan, iri hati, dan pembangkangan Iblis terhadap perintah Allah ketika Nabi Adam diciptakan.

Karena gagal menerima kemuliaan yang Allah berikan kepada Adam, Iblis memilih jalan permusuhan dan bersumpah untuk menyesatkan keturunannya.

Maka tugas seorang Muslim bukanlah sibuk memikirkan mengapa setan membenci manusia, melainkan menjaga diri dari tipu dayanya. Sebab setan tidak akan pernah berhenti menggoda, sementara keselamatan hanya akan diraih oleh mereka yang berpegang teguh kepada petunjuk Allah dan senantiasa memohon perlindungan kepada-Nya. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *