Benarkah Uang Suami Milik Istri, Sedangkan Uang Istri adalah Uang Istri?

Dini Koswarini
2 Min Read
Foto: Freepik

DI  tengah masyarakat sering terdengar ungkapan, “Uang suami adalah uang istri, sedangkan uang istri adalah uang istri.”

Ungkapan ini sering diucapkan sebagai candaan. Namun sebagian orang kemudian menganggapnya sebagai aturan agama yang harus diterapkan secara mutlak.

Lalu benarkah demikian menurut syariat Islam?

Harta Suami Tetap Milik Suami

Dalam Islam, harta yang dimiliki seorang suami pada dasarnya tetap menjadi milik suami. Ia memiliki hak untuk mengelola dan menggunakan hartanya sesuai aturan syariat.

Namun suami memiliki kewajiban yang besar, yaitu menafkahi istri dan anak-anaknya.

https://s.shopee.co.id/3LNYqOZBnQ

Allah Ta’ala berfirman:

“Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita karena Allah telah melebihkan sebagian mereka atas sebagian yang lain dan karena mereka telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (QS. An-Nisa: 34)

Artinya, suami memang wajib mengeluarkan hartanya untuk kebutuhan keluarga.

BACA JUGA:  Istri Minta Cerai Karena Dipanasin Mertua, Suami Harus Bagaimana?

Harta Istri Tetap Menjadi Hak Istri

Sementara itu, harta yang dimiliki istri juga tetap menjadi milik istri. Baik berasal dari warisan, hadiah, usaha pribadi, maupun gaji dari pekerjaannya.

Suami tidak boleh mengambil atau menggunakan harta istrinya tanpa izin.

Allah berfirman:

“Janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil.” (QS. Al-Baqarah: 188)

Karena itu, penghasilan istri tidak otomatis menjadi milik suami.

Pasar, Sedekah, Sebab Rezeki, Pesan Harta, Uang Istri
Foto: Freepik

Mengapa Ungkapan Itu Muncul?

Ungkapan tersebut muncul karena suami memang berkewajiban memenuhi kebutuhan istri. Dalam praktiknya, sebagian besar penghasilan suami memang digunakan untuk keluarga.

Sedangkan istri tidak diwajibkan mengeluarkan hartanya untuk kebutuhan rumah tangga.

Meski demikian, jika istri dengan sukarela membantu ekonomi keluarga, maka itu termasuk sedekah dan kebaikan yang besar pahalanya.

BACA JUGA:  Efek Buruk Suami Istri Tidur Terpisah

Bangun Rumah Tangga dengan Musyawarah

Yang paling penting bukanlah memperdebatkan milik siapa uang tersebut, melainkan membangun sikap saling memahami.

Suami hendaknya bertanggung jawab dalam memberi nafkah. Istri pun hendaknya membantu menjaga dan mengelola harta keluarga dengan bijak.

Rumah tangga yang penuh musyawarah biasanya jauh lebih tenang dibanding rumah tangga yang sibuk menghitung siapa yang paling banyak mengeluarkan uang. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *