Orang-orang yang Tidak Bisa Dipengaruhi oleh Dajjal, Siapa Saja Mereka?

6 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

KETIKA  membahas fitnah Dajjal, kebanyakan orang fokus pada kedahsyatan kemampuan yang dimilikinya. Dajjal digambarkan mampu menipu manusia dengan berbagai hal yang luar biasa. Ia dapat membuat orang mengira dirinya memiliki kekuasaan yang tidak dimiliki manusia biasa. Karena itulah Rasulullah ﷺ menyebut fitnah Dajjal sebagai fitnah terbesar sejak Nabi Adam hingga hari kiamat.

Namun di balik dahsyatnya fitnah tersebut, ada kabar yang menenangkan bagi kaum beriman. Tidak semua orang akan berhasil dipengaruhi oleh Dajjal. Bahkan, Rasulullah ﷺ telah menjelaskan bahwa ada golongan-golongan tertentu yang akan terlindungi dari tipu dayanya.

Lalu, siapa saja mereka?

1. Orang-orang yang Memiliki Iman yang Kuat

Perlindungan terbesar dari fitnah Dajjal adalah iman yang kokoh kepada Allah.

Dajjal akan datang membawa berbagai tipu daya yang membuat banyak orang ragu terhadap keimanannya. Sebagian orang akan tergoda karena harta, sebagian karena kekuasaan, dan sebagian lagi karena hal-hal yang tampak seperti mukjizat.

Namun orang yang hatinya dipenuhi keyakinan kepada Allah tidak akan mudah tertipu. Ia mengetahui bahwa hanya Allah yang berhak disembah dan tidak ada manusia yang pantas mengaku sebagai tuhan.

BACA JUGA: Apakah Dajjal Benar-benar Buta Matanya Sebelah, ataukah Cuma Kiasan?

Karena itu Rasulullah ﷺ selalu mengajarkan umatnya agar memperkuat akidah sebelum datangnya berbagai fitnah akhir zaman.

2. Orang-orang yang Mengenal Ciri-ciri Dajjal

Salah satu alasan Nabi ﷺ menjelaskan Dajjal secara rinci adalah agar umat Islam mampu mengenalinya.

Orang yang memahami hadis-hadis tentang Dajjal akan lebih mudah membedakan antara kebenaran dan kebatilan. Mereka mengetahui bahwa Dajjal memiliki ciri-ciri tertentu yang tidak mungkin dimiliki oleh Tuhan.

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa di antara kedua mata Dajjal tertulis kata “kafir” yang dapat dibaca oleh setiap mukmin.

Pengetahuan ini menjadi benteng penting. Sebab sering kali manusia tertipu bukan karena lemahnya akal, melainkan karena kurangnya ilmu.

https://s.shopee.co.id/BNe5MhdZ4

3. Orang-orang yang Membaca dan Menghafal Surah Al-Kahfi

Dalam hadis sahih, Rasulullah ﷺ memberikan petunjuk yang sangat jelas.

Beliau bersabda:

“Barang siapa menghafal sepuluh ayat pertama dari Surah Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari Dajjal.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan sepuluh ayat terakhir Surah Al-Kahfi.

Para ulama menjelaskan bahwa Surah Al-Kahfi berisi pelajaran tentang iman, keteguhan menghadapi fitnah, dan pentingnya bergantung kepada Allah. Karena itu, orang yang memahami dan mengamalkan kandungannya akan memiliki perlindungan khusus dari fitnah Dajjal.

4. Orang-orang yang Selalu Memohon Perlindungan kepada Allah

Rasulullah ﷺ sendiri mengajarkan doa khusus untuk berlindung dari fitnah Dajjal.

Dalam tasyahud akhir sebelum salam, beliau sering berdoa:

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab Jahannam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari keburukan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.”

Jika Nabi ﷺ yang maksum saja mengajarkan doa ini secara rutin, maka kaum Muslimin tentu lebih membutuhkan perlindungan tersebut.

Orang yang senantiasa memohon penjagaan kepada Allah memiliki harapan besar untuk diselamatkan dari berbagai fitnah, termasuk fitnah Dajjal.

5. Penduduk Makkah dan Madinah

Salah satu fakta menarik yang disebutkan dalam hadis adalah bahwa Dajjal tidak akan mampu memasuki dua kota suci, yaitu Makkah dan Madinah.

Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa para malaikat akan menjaga pintu-pintu kedua kota tersebut.

Ketika Dajjal berusaha mendekati Madinah, ia tidak akan bisa masuk ke dalamnya. Allah menjadikan kedua kota suci itu sebagai wilayah yang terlindungi dari kehadiran Dajjal.

Namun para ulama mengingatkan bahwa perlindungan ini berlaku bagi orang-orang yang berada di sana dengan keimanan yang benar, bukan sekadar karena lokasi geografis semata.

Dajjal
Foto: Umar Faqih | Islampos

6. Hamba-hamba Allah yang Ikhlas

Keikhlasan merupakan benteng yang sangat kuat.

Dajjal banyak menipu manusia melalui syahwat dunia. Ia menawarkan berbagai keuntungan yang membuat manusia rela mengorbankan agamanya.

Sebaliknya, orang yang hidupnya ikhlas karena Allah tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama. Ketika dunia tidak menjadi pusat hidupnya, godaan Dajjal pun menjadi jauh lebih lemah.

Karena itu para ulama salaf sangat menekankan pentingnya memperbaiki niat dan membersihkan hati dari ketergantungan berlebihan terhadap dunia.

7. Hamba yang Tetap Teguh Walau Diuji

Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa akan ada seorang mukmin yang berani menghadapi Dajjal secara langsung. Ia mengetahui bahwa Dajjal adalah pendusta.

Meski mengalami ujian yang sangat berat, ia tetap teguh dalam keimanannya dan tidak mau mengakui Dajjal sebagai tuhan.

Kisah ini menunjukkan bahwa kemenangan atas fitnah Dajjal bukan ditentukan oleh kekuatan fisik, melainkan oleh keteguhan iman.

BACA JUGA:  10 Fakta tentang Dajjal Berdasarkan Hadits Nabi

Kesimpulan

Dajjal memang akan membawa fitnah yang sangat dahsyat. Banyak manusia akan tertipu oleh berbagai tipu dayanya. Namun Rasulullah ﷺ juga telah menjelaskan bahwa ada golongan yang tidak akan mudah dipengaruhi olehnya.

Mereka adalah orang-orang yang memiliki iman kuat, memahami ilmu tentang Dajjal, menghafal dan mengamalkan Surah Al-Kahfi, senantiasa berdoa meminta perlindungan kepada Allah, menjaga keikhlasan, serta tetap teguh dalam kebenaran meskipun menghadapi ujian berat.

Pada akhirnya, perlindungan terbaik dari fitnah Dajjal bukanlah kecerdasan, kekayaan, atau kekuatan fisik. Perlindungan terbesar adalah iman yang hidup di dalam hati, ilmu yang benar, dan pertolongan Allah yang senantiasa dimohonkan oleh seorang hamba. Karena itulah, persiapan menghadapi Dajjal sebenarnya dimulai dari sekarang: memperkuat akidah, memperbanyak amal saleh, dan menjaga hubungan dengan Allah setiap hari. []

Sumber
Shahih Al-Bukhari, Kitab Al-Fitan.
Shahih Muslim, Kitab Al-Fitan wa Asyrath As-Sa’ah.
Riyadhus Shalihin karya Imam An-Nawawi.
Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani.
An-Nihayah fi Al-Fitan wal Malahim karya Ibnu Katsir.
Syarh Shahih Muslim karya Imam An-Nawawi.

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *