DALAM kehidupan rumah tangga, sering muncul perdebatan mengenai pembagian tugas antara suami dan istri. Salah satu pertanyaan yang kerap muncul adalah, benarkah beres-beres rumah bukan tugas istri? Untuk menjawabnya, kita perlu melihat persoalan ini dari sudut pandang syariat Islam, kebiasaan yang baik, dan semangat saling membantu dalam rumah tangga.
Istri Bukan Pembantu Suami
Dalam Islam, seorang istri bukanlah pembantu yang wajib mengerjakan seluruh pekerjaan rumah tanpa bantuan suami. Pernikahan adalah hubungan kemitraan yang dibangun atas dasar kasih sayang dan kerja sama.
BACA JUGA: Bolehkah Suami Istri Menonton Film Haram Saat Jima?
Para ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai hukum pekerjaan rumah bagi istri. Ada ulama yang berpendapat bahwa mengurus rumah termasuk kewajiban istri sesuai kebiasaan masyarakat yang berlaku. Ada pula yang berpendapat bahwa pekerjaan rumah tidak menjadi kewajiban mutlak istri, melainkan bagian dari kerja sama dalam kehidupan berumah tangga.
Karena itu, tidak tepat jika mengatakan bahwa istri harus menanggung semua pekerjaan rumah sendirian.
Rasulullah SAW Membantu Pekerjaan Rumah
Teladan terbaik bagi umat Islam adalah Nabi Muhammad. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa beliau turut membantu pekerjaan rumah tangga, seperti menjahit pakaian, memperbaiki sandal, dan membantu keperluan keluarganya.
Hal ini menunjukkan bahwa membantu pekerjaan rumah bukanlah sesuatu yang merendahkan seorang suami. Sebaliknya, itu merupakan bentuk kasih sayang dan akhlak yang mulia.
Beres-Beres Rumah Adalah Tanggung Jawab Bersama
Rumah tangga akan berjalan harmonis apabila suami dan istri saling memahami kondisi masing-masing. Jika istri sedang lelah, sakit, atau sibuk mengurus anak, suami sebaiknya ikut membantu pekerjaan rumah. Demikian pula sebaliknya, istri juga hendaknya berusaha menciptakan kenyamanan di rumah sesuai kemampuan yang dimilikinya.
Prinsip yang diajarkan Islam adalah tolong-menolong dalam kebaikan dan saling meringankan beban pasangan.
Jangan Menjadikan Pekerjaan Rumah Sebagai Ajang Pertengkaran
Banyak pertengkaran rumah tangga terjadi karena masing-masing pihak terlalu menuntut haknya, tetapi lupa menjalankan kewajibannya. Suami merasa semua urusan rumah adalah tanggung jawab istri, sedangkan istri merasa tidak perlu melakukan apa pun karena menganggap itu bukan kewajibannya.
Padahal, rumah tangga yang bahagia dibangun di atas semangat saling melayani dan saling mengasihi, bukan sekadar menghitung siapa yang paling banyak bekerja.
Sesuaikan dengan Kesepakatan dan Kondisi Keluarga
Setiap keluarga memiliki kondisi yang berbeda. Ada istri yang bekerja di luar rumah, ada yang fokus mengurus anak dan rumah tangga, dan ada pula suami yang memiliki waktu lebih banyak untuk membantu pekerjaan domestik.
Karena itu, pembagian tugas rumah sebaiknya dibicarakan bersama dan disepakati dengan penuh pengertian. Komunikasi yang baik akan menghindarkan pasangan dari rasa kecewa dan saling menyalahkan.
Benar bahwa beres-beres rumah bukanlah tugas mutlak yang harus ditanggung istri seorang diri. Dalam Islam, rumah tangga dibangun atas dasar kerja sama, kasih sayang, dan saling membantu.
BACA JUGA: Bolehkah Menasihati Istri di Depan Orang Banyak?
Seorang istri yang mengurus rumah dengan ikhlas akan mendapatkan pahala dan menjadi sumber kenyamanan bagi keluarganya. Sebaliknya, seorang suami yang ikut membantu pekerjaan rumah juga meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Pada akhirnya, yang terpenting bukanlah siapa yang menyapu atau mencuci, melainkan bagaimana suami dan istri saling mendukung untuk menciptakan rumah tangga yang penuh cinta, ketenangan, dan keberkahan. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

