Seberapa Kaya Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Abdurrahman bin Auf?

3 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

KETIKA membahas para sahabat Nabi Muhammad ﷺ, banyak orang mengira bahwa semua tokoh besar Islam hidup dalam kemiskinan. Padahal, kenyataannya tidak demikian. Di antara para sahabat terdapat pedagang-pedagang sukses yang memiliki kekayaan sangat besar. Namun yang membuat mereka istimewa bukanlah jumlah hartanya, melainkan cara mereka memperoleh, mengelola, dan menginfakkannya di jalan Allah.

Lalu, seberapa kaya sebenarnya Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Abdurrahman bin Auf?

1- Abu Bakar Ash-Shiddiq

Sebelum memeluk Islam, Abu Bakar Ash-Shiddiq dikenal sebagai saudagar kain yang sukses di Makkah. Para sejarawan seperti Ibnu Sa’d dan Ibnu Katsir menyebutkan bahwa ketika pertama kali masuk Islam, beliau memiliki kekayaan sekitar 40.000 dirham.

Jumlah tersebut sangat besar pada zamannya. Namun hampir seluruh hartanya digunakan untuk kepentingan dakwah. Abu Bakar membeli dan memerdekakan banyak budak muslim yang disiksa kaum Quraisy, di antaranya Bilal bin Rabah. Beliau juga membiayai berbagai kebutuhan kaum muslimin pada masa-masa awal Islam.

Ketika hijrah ke Madinah bersama Rasulullah ﷺ, sebagian besar hartanya telah habis di jalan Allah. Bahkan menjelang wafat, Abu Bakar hampir tidak meninggalkan kekayaan berarti bagi keluarganya. Warisan yang ditinggalkannya hanyalah beberapa barang sederhana dan seekor unta yang digunakan untuk keperluan negara.

Jumlah kekayaan yang pernah dimiliki Abu Bakar Ash-Shiddiq: sekitar 40.000 dirham.

Perkiraan kekayaan: sekitar Rp2,1 miliar (berdasarkan nilai perak saat ini).

2- Umar bin Khattab

Umar bin Khattab juga berasal dari keluarga Quraisy yang terpandang. Sebelum menjadi khalifah, beliau aktif berdagang dan memiliki sejumlah aset berupa kebun serta tanah.

Tidak ada riwayat sahih yang menyebutkan secara pasti total kekayaan Umar dalam bentuk angka sebagaimana Abu Bakar atau Utsman. Namun berbagai sumber sejarah menggambarkan bahwa beliau tergolong orang berada dan memiliki beberapa lahan produktif. Salah satu aset terkenalnya adalah tanah di Khaibar yang kemudian diwakafkan setelah Rasulullah ﷺ memberikan arahan tentang keutamaan wakaf.

Meski menjadi kepala negara yang menguasai wilayah sangat luas, Umar menjalani kehidupan yang amat sederhana. Pakaiannya sering kali bertambal, makanannya sederhana, dan beliau menolak memanfaatkan harta negara untuk kepentingan pribadi.

Jumlah kekayaan Umar bin Khattab tidak tercatat secara pasti dalam riwayat sahih. Yang diketahui, beliau memiliki aset berupa tanah, kebun, dan perdagangan sehingga tergolong sahabat yang berkecukupan, namun tidak ada angka yang dapat dipastikan secara ilmiah.

Karena itu tidak bisa dikonversikan secara ilmiah ke rupiah. Yang diketahui hanyalah beliau memiliki kebun, tanah, dan usaha perdagangan yang membuatnya termasuk orang berada.ntuk mencari ridha Allah SWT.

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *