WAKTU Maghrib adalah salah satu waktu yang memiliki keutamaan dalam Islam. Selain menjadi waktu pergantian siang menuju malam, Maghrib juga merupakan saat yang dianjurkan untuk memperbanyak zikir, berdoa, dan mempersiapkan diri menunaikan shalat. Rasulullah ﷺ juga memberikan beberapa tuntunan agar kaum Muslimin berhati-hati pada waktu ini.
Di tengah kesibukan sehari-hari, jangan sampai kita melewatkan adab-adab yang diajarkan syariat. Berikut tujuh hal yang sebaiknya dihindari saat waktu Maghrib beserta alasannya.
1. Menunda atau Melalaikan Shalat Maghrib
Hal pertama yang harus dihindari adalah menunda shalat Maghrib tanpa alasan yang dibenarkan syariat. Sebagian orang lebih memilih menyelesaikan pekerjaan, bermain gawai, atau menonton televisi hingga waktu shalat hampir habis.
Padahal, shalat di awal waktu merupakan amalan yang sangat dicintai Allah. Rasulullah ﷺ ketika ditanya tentang amalan yang paling utama, beliau menjawab:
“Shalat pada waktunya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Menjaga shalat Maghrib tepat waktu adalah bentuk ketaatan sekaligus pembuka keberkahan pada malam hari.
BACA JUGA: Akhir Waktu Shalat Maghrib, Kapankah Itu?
2. Membiarkan Anak-anak Berkeliaran di Luar Rumah
Rasulullah ﷺ menganjurkan agar anak-anak tidak dibiarkan bermain di luar ketika matahari terbenam.
Beliau bersabda:
“Apabila malam mulai datang atau kalian memasuki waktu petang, tahanlah anak-anak kalian, karena setan sedang berkeliaran ketika itu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan adanya adab khusus pada waktu Maghrib. Para ulama menjelaskan bahwa larangan tersebut bertujuan menjaga keselamatan anak-anak dari gangguan yang tidak tampak maupun berbagai bahaya lainnya.
3. Terlalu Sibuk dengan Gawai atau Hiburan
Maghrib sering kali menjadi waktu berkumpul bersama keluarga. Sayangnya, tidak sedikit orang yang justru tenggelam dalam media sosial, permainan, atau tontonan hingga melupakan ibadah.
Gunakan waktu ini untuk shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, atau berbincang dengan keluarga. Aktivitas tersebut jauh lebih bernilai daripada menghabiskan waktu tanpa manfaat.
4. Lalai dari Zikir Petang
Sore menjelang malam merupakan waktu yang sangat dianjurkan untuk membaca zikir petang. Zikir menjadi benteng seorang Muslim dari berbagai keburukan dengan izin Allah.
Banyak doa dan zikir yang diajarkan Rasulullah ﷺ untuk dibaca pada waktu petang. Orang yang terbiasa menjaganya akan mendapatkan ketenangan hati dan perlindungan dari Allah.
Karena itu, jangan biarkan Maghrib berlalu tanpa memperbanyak zikir dan doa.

5. Berkata Kasar atau Bertengkar
Setelah seharian beraktivitas, rasa lelah terkadang membuat seseorang mudah marah. Akibatnya, waktu Maghrib justru diisi dengan pertengkaran, membentak pasangan, atau memarahi anak tanpa alasan yang jelas.
Padahal, seorang Muslim diperintahkan menjaga lisannya setiap waktu. Ucapan yang baik akan mendatangkan pahala, sedangkan perkataan buruk dapat menjadi sebab datangnya dosa dan rusaknya hubungan keluarga.
Jadikan Maghrib sebagai waktu untuk menghadirkan suasana rumah yang tenang dan penuh kasih sayang.
6. Melupakan Membaca Al-Qur’an
Banyak ulama salaf memanfaatkan waktu antara Maghrib dan Isya untuk membaca Al-Qur’an. Waktu ini relatif tenang sehingga lebih mudah menghadirkan kekhusyukan.
Walaupun hanya beberapa ayat, membaca Al-Qur’an setelah shalat Maghrib akan menjadi kebiasaan yang sangat baik jika dilakukan secara istiqamah.
Daripada memenuhi waktu dengan hal yang sia-sia, lebih baik menjadikannya sebagai kesempatan mendekatkan diri kepada Allah.
BACA JUGA: Kenapa Anak Kecil Tidak Dianjurkan Berada di Luar Rumah Saat Waktu Maghrib?
7. Menganggap Waktu Maghrib Sama Seperti Waktu Lain
Kesalahan terakhir adalah menganggap Maghrib tidak memiliki keistimewaan sehingga tidak perlu memperhatikan adab-adab yang diajarkan Islam.
Padahal, syariat memberikan tuntunan khusus pada waktu ini, mulai dari menjaga anak-anak, memperbanyak zikir, hingga segera menunaikan shalat. Semua itu menunjukkan bahwa seorang Muslim hendaknya lebih waspada dan lebih banyak mengingat Allah ketika siang berganti menjadi malam.
Memahami adab-adab tersebut akan membuat kita lebih menghargai setiap pergantian waktu sebagai bagian dari ibadah kepada Allah.
Penutup
Waktu Maghrib bukan sekadar penanda berakhirnya siang, tetapi juga momen yang penuh keberkahan dan memiliki tuntunan khusus dalam Islam. Dengan menghindari tujuh hal di atas—menunda shalat, membiarkan anak-anak berkeliaran, sibuk dengan hiburan, melalaikan zikir petang, bertengkar, meninggalkan Al-Qur’an, serta mengabaikan adab Maghrib—semoga kita termasuk hamba yang menjaga waktu dengan sebaik-baiknya.
Semoga Allah ﷻ memberi kita taufik untuk menghidupkan waktu Maghrib dengan ibadah, zikir, dan amal saleh sehingga setiap pergantian siang menuju malam menjadi sebab bertambahnya iman dan keberkahan dalam hidup. Aamiin. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

