SETIAP pagi, manusia menyaksikan matahari terbit dari ufuk timur. Peristiwa yang terus berulang itu terasa begitu biasa hingga banyak orang tidak lagi merenungkan betapa besarnya kekuasaan Allah di balik keteraturan alam semesta. Padahal, perjalanan matahari yang tidak pernah meleset dari ketetapan-Nya merupakan salah satu tanda kebesaran Allah Ta’ala.
Namun, syariat Islam mengabarkan bahwa suatu saat nanti, menjelang datangnya Hari Kiamat, keteraturan itu akan berubah. Allah akan memerintahkan matahari untuk terbit dari arah yang berlawanan, yaitu dari barat. Peristiwa luar biasa ini bukan sekadar fenomena alam, melainkan salah satu tanda besar Kiamat yang telah diberitakan oleh Al-Qur’an dan hadits-hadits sahih.
Allah Ta’ala berfirman:
يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا
“Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu, tidak bermanfaat lagi iman seseorang yang sebelumnya belum beriman atau belum mengerjakan kebaikan dalam masa keimanannya.” (QS. Al-An’am: 158)
Para ulama menjelaskan bahwa salah satu “tanda-tanda Tuhan” yang dimaksud dalam ayat ini adalah terbitnya matahari dari arah barat.
BACA JUGA: 28 Tanda Kecil Kiamat yang Telah dan Sedang Terjadi
Rasulullah ﷺ juga menegaskan hal tersebut dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Beliau bersabda:
“Hari Kiamat tidak akan terjadi hingga matahari terbit dari arah barat. Ketika manusia melihatnya, mereka semua akan beriman. Namun saat itu tidak lagi bermanfaat iman seseorang yang sebelumnya tidak beriman.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa ketika tanda besar tersebut muncul, seluruh manusia akan menyadari bahwa janji Allah adalah benar. Orang-orang yang selama hidupnya mengingkari Allah, menolak risalah para nabi, atau menunda taubat, akhirnya akan percaya. Akan tetapi, keimanan yang datang setelah munculnya tanda besar itu tidak lagi diterima. Pintu taubat telah ditutup.
Inilah sebabnya Islam selalu mengajarkan agar seseorang segera bertaubat dan memperbaiki amal, bukan menunggu hingga datang peringatan yang tidak mungkin lagi dihindari.

Al-Qur’an juga menjelaskan bahwa matahari berjalan sesuai ketetapan Allah.
وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ
“Dan matahari berjalan pada tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS. Yasin: 38)
Ayat ini menunjukkan bahwa seluruh perjalanan matahari berada di bawah pengaturan Allah. Tidak ada satu pun benda langit yang bergerak tanpa izin-Nya. Karena itu, jika Allah menghendaki perubahan arah terbit matahari sebagai tanda berakhirnya kehidupan dunia, maka hal itu sangat mudah bagi-Nya.
Penjelasan tentang ayat tersebut diterangkan dalam hadits sahih yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu. Rasulullah ﷺ bertanya kepadanya ketika matahari terbenam,
“Tahukah kamu ke mana matahari pergi?”
Abu Dzar menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”
Beliau kemudian menjelaskan bahwa matahari pergi hingga bersujud di bawah ‘Arsy dan meminta izin kepada Allah untuk kembali terbit. Akan datang suatu masa ketika sujudnya tidak diterima dan ia tidak diizinkan kembali seperti biasanya. Allah akan memerintahkannya agar kembali dari arah datangnya, sehingga matahari pun terbit dari arah barat.
Hadits ini menjadi dalil bahwa seluruh alam semesta tunduk kepada perintah Allah. Matahari bukanlah benda yang bergerak sendiri tanpa pengaturan, tetapi berjalan sesuai kehendak Rabb semesta alam.

BACA JUGA: 10 Urutan Kiamat yang Sudah Disebutkan dalam Hadis Nabi ﷺ
Imam Ath-Thahawi rahimahullah bahkan memasukkan keyakinan tentang terbitnya matahari dari barat sebagai bagian dari akidah Ahlus Sunnah. Beliau menyatakan bahwa kaum muslimin beriman kepada seluruh tanda-tanda besar Kiamat, termasuk keluarnya Dajjal, turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam, dan terbitnya matahari dari arah barat.
Demikian pula Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa matahari dan bulan berjalan dengan sangat teratur sesuai orbit yang Allah tetapkan. Namun ketika Allah menghendaki berakhirnya kehidupan dunia, Dia akan mengubah ketetapan tersebut sebagai salah satu tanda bahwa Hari Kiamat telah sangat dekat.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat agar manusia tidak tertipu oleh panjangnya usia atau merasa masih memiliki banyak waktu untuk bertaubat. Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan tanda-tanda besar Kiamat akan dimulai. Karena itu, setiap hari yang Allah berikan adalah kesempatan untuk memperbaiki iman, memperbanyak amal saleh, dan kembali kepada-Nya.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang beriman sebelum datang hari ketika penyesalan tidak lagi berguna, serta menutup usia kita dalam keadaan husnul khatimah. Aamiin.
Wallahu a’lam bish-shawab. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

