Perempuan Tidak Tahu Cara Mandi Junub, Gimana?

Dini Koswarini
5 Min Read
Foto: Freepik

DALAM kehidupan sehari-hari, tidak semua muslimah mendapatkan kesempatan belajar ilmu fikih sejak kecil. Ada yang baru belajar setelah menikah, ada pula yang baru memahami hukum-hukum bersuci ketika sudah dewasa. Lalu bagaimana jika seorang perempuan ternyata belum mengetahui tata cara mandi junub yang benar?

Jawabannya sederhana: ia wajib belajar, kemudian segera memperbaiki ibadahnya. Islam adalah agama yang penuh rahmat. Ketidaktahuan bukanlah sesuatu yang patut dibanggakan, tetapi juga bukan alasan untuk terus berada dalam kebodohan ketika kesempatan belajar telah ada.

Mandi Junub Itu Wajib

Mandi junub merupakan kewajiban bagi seorang muslim maupun muslimah setelah mengalami hadas besar. Bagi perempuan, mandi wajib dilakukan setelah selesai haid, nifas, maupun setelah berhubungan suami istri.

Allah Ta’ala berfirman:

“Dan jika kamu junub, maka bersucilah.”
(QS. Al-Ma’idah: 6)

Ayat ini menunjukkan bahwa bersuci dari hadas besar merupakan syarat sebelum melaksanakan ibadah seperti shalat.

BACA JUGA:  Mandi di Waktu Subuh: Dianjurkan atau Justru Berbahaya?

Bagaimana Jika Baru Tahu Sekarang?

Jika seorang perempuan baru mengetahui cara mandi junub yang benar setelah bertahun-tahun, maka hendaknya ia segera bersyukur karena Allah telah membukakan pintu ilmu untuknya.

Yang harus dilakukan adalah:

Bertaubat kepada Allah atas kelalaian dalam menuntut ilmu.
Belajar tata cara mandi wajib sesuai sunnah.
Mengamalkan ilmu tersebut mulai saat itu juga.
Memperbanyak amal saleh dan istighfar.

Apabila ketidaktahuan itu benar-benar karena belum pernah mendapatkan penjelasan, maka ia tidak berdosa atas sesuatu yang memang belum sampai ilmunya kepadanya. Namun setelah ilmu datang, tidak boleh lagi mengabaikannya.

https://s.shopee.co.id/1VvbPEdinu

Tata Cara Mandi Junub Sesuai Sunnah

Mandi junub tidaklah rumit. Yang terpenting adalah niat untuk menghilangkan hadas besar dan memastikan air mengenai seluruh tubuh.

Adapun tata cara yang dicontohkan Rasulullah ﷺ adalah sebagai berikut:

Berniat dalam hati.
Membaca basmalah.
Mencuci kedua telapak tangan.
Membersihkan kemaluan dan bagian tubuh yang terkena najis.
Berwudhu seperti wudhu untuk shalat.
Menyiram kepala sebanyak tiga kali hingga air sampai ke pangkal rambut.
Mengguyur seluruh tubuh, dimulai dari sisi kanan kemudian kiri.
Memastikan tidak ada bagian tubuh yang kering.

Bagi perempuan yang memiliki rambut panjang, tidak wajib mengurai kepangannya apabila air dapat mencapai pangkal rambut.

Apakah Shalat yang Sudah Dilakukan Harus Diqadha?

Masalah ini termasuk persoalan yang dibahas para ulama.

Sebagian ulama berpendapat bahwa orang yang selama ini shalat tanpa bersuci karena tidak mengetahui tata cara bersuci yang benar perlu mengqadha shalatnya.

Sementara itu, sebagian ulama lainnya seperti Ibnu Taimiyah berpendapat bahwa orang yang benar-benar tidak mengetahui hukum syariat dan belum sampai ilmu kepadanya tidak diwajibkan mengqadha ibadah yang telah lewat. Ia cukup bertaubat dan memperbaiki amalnya mulai saat mengetahui kebenaran.

Karena persoalan ini memiliki perbedaan pendapat di kalangan ulama, seseorang dapat berkonsultasi kepada ustaz atau lembaga fatwa yang terpercaya agar mendapatkan bimbingan sesuai kondisinya.

Mandi, Mandi Junub
Foto: Freepik

Jangan Malu Bertanya

Sebagian perempuan merasa malu menanyakan masalah haid, nifas, atau mandi junub. Padahal rasa malu tidak boleh menghalangi seseorang untuk mempelajari agamanya.

Diriwayatkan bahwa para wanita dari kalangan Anshar terkenal berani bertanya tentang urusan agama. Aisyah binti Abu Bakar pernah memuji mereka dengan mengatakan:

“Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar. Rasa malu tidak menghalangi mereka untuk mendalami agama.”

Sikap inilah yang patut diteladani oleh setiap muslimah.

BACA JUGA:  5 Hal yang Mewajibkan Mandi Junub

Penutup

Mempelajari tata cara bersuci merupakan kewajiban dasar bagi setiap muslim. Jika selama ini seorang perempuan belum mengetahui cara mandi junub yang benar, maka jangan berputus asa. Segeralah belajar, bertaubat kepada Allah, dan perbaiki ibadah mulai hari ini.

Allah tidak membebani seseorang di luar kemampuannya. Namun setelah ilmu telah sampai, kewajiban seorang hamba adalah mengamalkannya dengan sebaik-baiknya. Semoga Allah memberikan kepada kita semua ilmu yang bermanfaat, amal yang diterima, dan kemudahan untuk senantiasa menjaga kesucian lahir maupun batin. []

Sumber
Al-Qur’an Surat Al-Ma’idah ayat 6.
Hadis riwayat Sahih Muslim tentang tata cara mandi junub Nabi ﷺ.
Hadis pujian Aisyah binti Abu Bakar kepada wanita Anshar, riwayat Sahih Muslim.
Majmu’ al-Fatawa karya Ibnu Taimiyah mengenai orang yang tidak mengetahui sebagian hukum syariat.

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *