BANYAK orang mulai memperhatikan kesehatan setelah usia bertambah.
Ketika tubuh mulai mudah lelah.
Ketika tekanan darah mulai naik.
Ketika kolesterol mulai meningkat.
Ketika berbagai keluhan mulai bermunculan.
Padahal menjaga kesehatan seharusnya dimulai jauh sebelum penyakit datang.
Masa muda sering dianggap sebagai masa yang paling sehat.
Tubuh masih kuat.
Tenaga masih banyak.
Aktivitas masih padat.
Karena merasa sehat, banyak orang mengabaikan kebiasaan menjaga kesehatan.
Makan sembarangan.
Kurang tidur.
Jarang berolahraga.
Terlalu banyak begadang.
Terlalu banyak stres.
BACA JUGA: Sejak Usia Berapa Seseorang Boleh Melakukan Sunnah Bekam?
Semua dilakukan tanpa memikirkan dampaknya di masa depan.
Padahal kesehatan adalah hasil dari kebiasaan yang dilakukan setiap hari.
Apa yang kita lakukan saat muda sering kali menentukan kondisi tubuh saat usia bertambah.
Salah satu ikhtiar kesehatan yang telah dikenal sejak lama adalah bekam.
Bekam telah dipraktikkan di berbagai peradaban dunia selama ribuan tahun.
Dalam tradisi Islam, bekam juga dikenal sebagai salah satu metode pengobatan yang dianjurkan dalam beberapa riwayat.

Karena itu banyak umat Islam yang menjadikan bekam sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan.
Bukan hanya ketika sakit.
Tetapi juga sebagai bentuk perawatan kesehatan secara berkala.
Lalu mengapa pembiasaan bekam sejak muda sering dianjurkan oleh para praktisi bekam?
Karena masa muda adalah waktu terbaik untuk membangun kebiasaan hidup sehat.
Sama seperti olahraga.
Sama seperti menjaga pola makan.
Sama seperti tidur yang cukup.
Bekam dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat apabila dilakukan secara benar, higienis, dan oleh terapis yang terlatih.
Dari sisi medis, bekam bekerja melalui stimulasi pada permukaan kulit.
Saat proses vakum dilakukan, terjadi tarikan pada jaringan kulit dan pembuluh darah kecil di bawahnya.
Hal ini memicu peningkatan aliran darah lokal pada area yang dibekam.
Peningkatan sirkulasi tersebut dipercaya dapat membantu proses pemulihan jaringan dan memberikan efek relaksasi pada sebagian orang.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bekam dapat membantu mengurangi keluhan nyeri tertentu, seperti nyeri otot, nyeri leher, dan nyeri punggung pada sebagian pasien.
Meskipun demikian, para ahli juga menegaskan bahwa bekam bukanlah obat untuk semua penyakit.
Bekam tidak boleh dianggap sebagai pengganti pemeriksaan dokter.
Bekam juga tidak dapat menggantikan pola hidup sehat.
Namun sebagai terapi pendamping, bekam memiliki manfaat yang dirasakan oleh banyak orang.
Salah satunya adalah membantu tubuh menjadi lebih rileks.
Saat tubuh rileks, otot-otot yang tegang dapat berkurang.
Aliran darah menjadi lebih lancar.
Perasaan nyaman pun muncul.
Banyak orang yang rutin berbekam mengaku merasa lebih ringan setelah menjalani terapi.
Lebih segar.
Lebih nyaman.
Dan lebih tenang.
Selain itu, pembiasaan bekam sejak muda juga dapat menumbuhkan kesadaran untuk lebih peduli terhadap kondisi tubuh.
Seseorang menjadi lebih memperhatikan pola makan.
Lebih memperhatikan kualitas tidur.
Lebih memperhatikan aktivitas fisik.
Karena bekam yang ideal selalu disertai dengan perubahan gaya hidup yang sehat.
Tanpa pola hidup sehat, manfaat bekam tentu tidak akan optimal.
Tubuh tetap membutuhkan makanan bergizi.
Tubuh tetap membutuhkan olahraga.
Tubuh tetap membutuhkan istirahat yang cukup.
Tubuh tetap membutuhkan pengelolaan stres yang baik.
Bekam bukan jalan pintas menuju kesehatan.
Bekam hanyalah salah satu bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan.
Sama seperti servis berkala pada kendaraan.
Tujuannya bukan menunggu kerusakan.
Tetapi menjaga agar kondisi tetap baik.
Namun ada satu hal yang perlu dipahami.
Tidak semua orang cocok menjalani bekam pada setiap kondisi.
Orang dengan gangguan pembekuan darah tertentu.
Orang dengan anemia berat.
Atau kondisi medis khusus lainnya.

Perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.
Karena keselamatan harus selalu menjadi prioritas.
Membiasakan bekam sejak muda bukan berarti mengejar kesempurnaan kesehatan.
Melainkan membangun kesadaran.
Bahwa tubuh adalah amanah.
Bahwa kesehatan adalah nikmat.
Bahwa menjaga kesehatan lebih mudah daripada mengobati penyakit.
BACA JUGA: Bekam, Cara Klasik yang Bikin Otak dan Tubuh Tetap “Nyala” — Biar Nggak Kena Stroke di Usia Muda!
Mulailah dari kebiasaan kecil.
Makan yang lebih baik.
Tidur yang lebih teratur.
Berolahraga secara rutin.
Mengelola stres dengan bijak.
Dan jika memilih bekam sebagai bagian dari ikhtiar kesehatan, lakukanlah dengan benar, aman, dan bertanggung jawab.
Karena kesehatan yang baik tidak dibangun dalam satu hari.
Ia dibangun dari kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten sejak usia muda.
Semakin dini seseorang belajar menjaga tubuhnya, semakin besar peluangnya menikmati masa depan dengan tubuh yang lebih sehat, lebih kuat, dan lebih siap menjalani berbagai aktivitas kehidupan. []
Yudhistira Adi Maulana
_ Owner Bekam ruqyah centre Purwakarta.
_ Certified Tour leader haji dan umroh PT.Muhandis Qur’ani wisata.
_ Inisiator Bimbel Qur’an Madinah.
_ Praktisi Thibbunnabawi di bekam Ruqyah Al-Muhajirin.
Jl. Veteran No 106, Kebon Kolot Purwakarta, Jawa Barat / WhatsApp: 0817 – 9207- 630 .
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE


