Di Indonesia, Ternyata Ada Orang yang Nggak Makan Gorengan? Kok Bisa?

Dini Koswarini
5 Min Read
Foto: Freepik

KALAU ditanya apa camilan paling identik dengan Indonesia, banyak orang mungkin langsung menjawab: gorengan. Mulai dari bala-bala, gehu, tahu isi, tempe goreng, risoles, kroket, cireng, pisang goreng, hingga bakwan, hampir semuanya mudah ditemukan dari pagi sampai malam. Harganya murah, rasanya gurih, dan cocok dinikmati bersama segelas teh hangat atau kopi.

Bahkan, bagi sebagian orang, makan gorengan sudah menjadi rutinitas harian. Berangkat kerja beli dua buah, sore hari mampir lagi ke abang gorengan, malam masih sempat menghabiskan pisang goreng di rumah.

Namun, tahukah Anda? Ternyata di Indonesia ada juga orang-orang yang hampir tidak pernah, bahkan sama sekali, makan gorengan.

Kedengarannya mungkin aneh. Sebab, di tengah budaya kuliner yang sangat akrab dengan makanan yang digoreng, mereka justru memilih menjauh dari bala-bala, gehu, kroket, atau gorengan sejenis.

Lantas, siapa saja mereka?

1. Orang yang Memiliki Masalah Kesehatan

Kelompok ini biasanya paling disiplin menghindari gorengan.

Penderita kolesterol tinggi, penyakit jantung, hipertensi, diabetes, atau gangguan empedu sering kali diminta dokter untuk mengurangi makanan yang digoreng. Mereka bukan tidak suka rasanya, tetapi lebih memilih menjaga kesehatan dibanding memuaskan lidah.

Bagi sebagian orang, satu potong gorengan saja bisa memicu keluhan yang cukup mengganggu.

BACA JUGA: Cara Bikin Gorengan Bala-bala yang Wow Rasanya! Ini Resepnya!

2. Mereka yang Sedang Menjalani Pola Hidup Sehat

Beberapa tahun terakhir, gaya hidup sehat semakin populer di Indonesia.

Banyak orang mulai beralih ke makanan yang direbus, dikukus, dipanggang, atau ditumis dengan sedikit minyak. Mereka tetap makan enak, tetapi lebih memperhatikan kandungan gizi dan jumlah kalori.

Bukan berarti gorengan haram disantap, tetapi mereka memilih menjadikannya makanan sesekali, bukan kebiasaan setiap hari.

https://s.shopee.co.id/3B50e3XhBI

3. Orang yang Memang Tidak Suka Makanan Berminyak

Percaya atau tidak, memang ada orang yang sejak kecil tidak menyukai tekstur makanan berminyak.

Mereka merasa cepat enek setelah makan gorengan, lebih menyukai makanan berkuah, rebusan, atau olahan panggang. Selera setiap orang memang berbeda.

Jumlahnya memang tidak banyak, tetapi mereka benar-benar ada.

4. Atlet dan Penggemar Kebugaran

Atlet maupun orang yang rutin berolahraga biasanya lebih selektif memilih makanan.

Mereka membutuhkan asupan protein, karbohidrat, vitamin, dan lemak yang seimbang. Karena itu, gorengan sering kali hanya dikonsumsi pada waktu-waktu tertentu, bahkan ada yang menghindarinya sama sekali selama menjalani program latihan.

5. Orang yang Memiliki Gangguan Lambung

Sebagian penderita maag atau gangguan pencernaan mengaku makanan berminyak membuat perut terasa tidak nyaman.

Akibatnya, mereka memilih menghindari gorengan agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu.

Gorengan, buka puasa, diabetes, gorengan
Foto: Umar Faqih | Islampos

Padahal Mayoritas Orang Indonesia Memang Suka Gorengan

Meski demikian, harus diakui bahwa gorengan masih menjadi salah satu makanan favorit masyarakat Indonesia.

Data survei Kementerian Kesehatan menunjukkan sebagian besar masyarakat Indonesia mengonsumsi makanan berlemak, berkolesterol, atau gorengan secara rutin. Sekitar 51,7% mengonsumsinya 1–6 kali setiap minggu, sedangkan 37,4% bahkan mengonsumsinya satu kali sehari atau lebih. Hanya sekitar 11% yang jarang mengonsumsi jenis makanan tersebut.

Angka ini menunjukkan bahwa orang yang tidak makan gorengan memang merupakan kelompok minoritas.

Hal itu tidak mengherankan. Selain murah, gorengan juga mudah ditemukan hampir di setiap sudut kota maupun desa. Aroma khasnya yang menggoda sering kali membuat orang sulit menolak.

BACA JUGA: Apa Akibat Terlalu Banyak Makan Gorengan?

Jadi, Tidak Makan Gorengan Itu Wajar

Tidak makan gorengan bukan berarti aneh atau tidak mengikuti budaya Indonesia.

Sebaliknya, itu hanyalah pilihan pribadi. Ada yang menghindarinya karena alasan kesehatan, ada yang sedang menjaga berat badan, ada pula yang memang tidak menyukai makanan berminyak.

Yang terpenting adalah menjaga pola makan secara seimbang. Sesekali menikmati bala-bala, gehu, atau kroket tentu tidak masalah bagi orang yang sehat. Namun, bila dikonsumsi berlebihan setiap hari, risikonya terhadap kesehatan juga meningkat.

Jadi, meskipun Indonesia dikenal sebagai “surga gorengan”, faktanya tetap ada orang-orang yang bisa hidup tanpa bala-bala, gehu, kroket, risoles, atau gorengan lainnya. Jumlahnya memang tidak sebanyak para pecinta gorengan, tetapi mereka benar-benar ada. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *