Jin Itu Makanan dan Minumannya Apa Sih? Ternyata Nabi Sudah Menjelaskannya!

5 Min Read
Foto: Freepik

PERNAH nggak kepikiran, kalau manusia makan nasi, ayam, bakso, atau sate, terus… jin makan apa?

Jangan-jangan mereka juga antre beli gorengan? Atau malah suka kopi susu kekinian?

Pertanyaan seperti ini memang terdengar lucu. Namun ternyata, Islam sudah memberikan penjelasan tentang makanan dan minuman bangsa jin. Bahkan, Rasulullah ﷺ menjelaskan hal tersebut dalam beberapa hadits yang sahih.

Artinya, kita tidak perlu menebak-nebak atau mempercayai cerita-cerita mistis yang beredar di masyarakat. Cukup kembali kepada Al-Qur’an dan sunnah.

Jin Juga Makan dan Minum

Allah Ta’ala menciptakan jin sebagai makhluk yang hidup, berakal, dan diberi beban syariat sebagaimana manusia.

Allah berfirman,

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

BACA JUGA: Ciri-ciri Orang yang Ketempelan Jin, Apakah Benar Bisa Diketahui?

Karena merupakan makhluk hidup, para ulama menjelaskan bahwa jin juga makan dan minum. Hal ini ditegaskan oleh banyak hadits Nabi ﷺ.

Makanan Jin Mukmin: Tulang yang Disebut Nama Allah

Suatu ketika Rasulullah ﷺ bertemu dengan rombongan jin dari Nashibin yang telah masuk Islam. Mereka meminta bekal makanan.

Nabi ﷺ bersabda,

“Untuk kalian, setiap tulang yang disebut nama Allah ketika menyembelihnya akan kembali dipenuhi daging ketika sampai ke tangan kalian. Dan setiap kotoran hewan adalah makanan bagi hewan tunggangan kalian.” (HR. Muslim)

https://s.shopee.co.id/5VPIZ41WVk

Hadits ini menunjukkan bahwa tulang yang telah disebut nama Allah saat penyembelihan bukanlah limbah bagi jin muslim. Allah menjadikannya sebagai rezeki mereka.

Karena itulah Rasulullah ﷺ melarang kaum muslimin beristinja menggunakan tulang maupun kotoran hewan.

Mengapa Dilarang Beristinja dengan Tulang?

Larangan ini ternyata memiliki hikmah yang luar biasa.

Rasulullah ﷺ bersabda,

“Janganlah kalian beristinja dengan tulang atau kotoran hewan, karena keduanya merupakan makanan saudara-saudara kalian dari kalangan jin.” (HR. Muslim)

Dalam Islam, menjaga hak makhluk lain juga merupakan bagian dari adab.

Bagaimana dengan Jin Kafir?

Sebagian ulama menjelaskan bahwa jin kafir juga makan dan minum, namun mereka tidak memperoleh keberkahan sebagaimana jin muslim.

Ada pula hadits yang menjelaskan bahwa setan memakan makanan yang tidak disebut nama Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda,

“Sesungguhnya setan menghalalkan makanan yang tidak disebut nama Allah padanya.” (HR. Muslim)

Karena itu, membaca basmalah sebelum makan bukan hanya sunnah, tetapi juga menjadi sebab agar setan tidak ikut menikmati makanan kita.

Apakah Jin Minum Juga?

Ya.

Para ulama menjelaskan bahwa karena jin adalah makhluk hidup, mereka juga minum sebagaimana mereka makan.

Hanya saja, rincian tentang jenis minuman mereka tidak dijelaskan secara khusus dalam Al-Qur’an maupun hadits yang sahih.

Karena itu, kita tidak boleh mengarang cerita atau mempercayai mitos yang mengatakan jin menyukai kopi pahit, darah, atau minuman tertentu tanpa dalil.

Kesurupan, Jin
Foto: Freepik

Jangan Mudah Percaya Cerita Mistis

Di tengah masyarakat, beredar banyak cerita bahwa jin suka sesajen, kopi hitam, bunga tertentu, bahkan makanan tertentu pada malam-malam tertentu.

Cerita seperti ini perlu disikapi hati-hati.

Jika tidak memiliki landasan dari Al-Qur’an maupun hadits yang sahih, maka tidak layak dijadikan keyakinan.

Seorang muslim cukup berpegang pada wahyu, bukan pada cerita turun-temurun yang tidak jelas sumbernya.

Pelajaran yang Bisa Diambil

Pembahasan tentang makanan jin bukan untuk memuaskan rasa penasaran semata.

BACA JUGA: Apakah Jin Menikah dan Punya Anak?

Ada pelajaran besar yang bisa kita petik.

Pertama, Islam telah menjelaskan banyak hal, bahkan perkara yang mungkin tidak pernah kita bayangkan.

Kedua, membaca basmalah sebelum makan memiliki manfaat yang besar. Selain bernilai ibadah, hal itu juga menghalangi setan ikut menikmati makanan kita.

Ketiga, kita diajarkan untuk tidak mudah mempercayai kisah-kisah gaib yang tidak memiliki dasar syariat.

Sahabat Islampos, dunia jin memang nyata. Namun pengetahuan kita tentang mereka harus dibatasi oleh dalil. Apa yang dijelaskan Rasulullah ﷺ kita imani, sedangkan yang tidak dijelaskan, tidak perlu kita sibukkan dengan berbagai dugaan.

Sikap inilah yang akan menjaga seorang muslim tetap berada di atas ilmu, bukan sekadar mengikuti cerita yang belum tentu benar. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *