Apa Dampak Buruk Makan Makanan UPF ketika Sarapan?

Yudi
By Yudi
7 Min Read
Foto: Freepik

SARAPAN sering disebut sebagai waktu makan paling penting dalam sehari. Makanan yang dikonsumsi di pagi hari akan menjadi sumber energi untuk menjalani berbagai aktivitas. Namun, tidak semua menu sarapan memberikan manfaat yang sama. Saat ini, banyak orang memilih makanan Ultra-Processed Food (UPF) karena praktis, cepat disajikan, dan rasanya enak. Padahal, jika terlalu sering dikonsumsi, terutama setiap pagi, UPF dapat memberikan berbagai dampak buruk bagi kesehatan.

Lantas, apa saja akibatnya jika seseorang terbiasa mengawali hari dengan makanan UPF?

Apa Itu UPF?

Ultra-Processed Food (UPF) adalah makanan yang telah melalui proses pengolahan industri secara intensif. Produk ini umumnya mengandung berbagai bahan tambahan seperti pengawet, pewarna, pemanis buatan, perasa, pengemulsi, serta tinggi gula, garam, dan lemak.

BACA JUGA: Apa Itu Makanan UPF yang Wajib Dihindari Anak-anak?

Contoh makanan UPF yang sering dijadikan sarapan antara lain:

  • Sereal manis siap saji.
  • Sosis dan nugget instan.
  • Roti kemasan dengan banyak bahan tambahan.
  • Minuman kopi kemasan.
  • Minuman bersoda atau teh kemasan.
  • Donat dan kue kemasan.
  • Mie instan.

Bukan berarti semua makanan kemasan adalah UPF, tetapi makanan yang mengalami pengolahan sangat tinggi dan mengandung banyak bahan tambahan termasuk dalam kategori ini.

1. Cepat Lapar Kembali

Banyak makanan UPF mengandung karbohidrat olahan dan gula dalam jumlah tinggi, tetapi rendah serat.

Akibatnya, kadar gula darah naik dengan cepat setelah sarapan, lalu turun drastis beberapa jam kemudian. Kondisi ini membuat seseorang cepat merasa lapar sehingga lebih mudah ngemil sebelum waktu makan siang.

Jika terjadi terus-menerus, pola makan menjadi berlebihan dan berat badan pun lebih mudah naik.

2. Energi Tidak Stabil

Sarapan seharusnya membuat tubuh lebih bertenaga. Namun, makanan UPF justru sering memberikan energi yang hanya bertahan sebentar.

Setelah lonjakan energi di awal, tubuh bisa mengalami rasa lemas, mengantuk, dan sulit berkonsentrasi. Hal ini sering dirasakan oleh pekerja maupun pelajar yang mengawali hari dengan makanan tinggi gula.

3. Meningkatkan Risiko Obesitas

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi UPF yang berlebihan berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas.

Hal ini disebabkan karena makanan UPF umumnya:

  • Tinggi kalori.
  • Mudah dimakan dalam jumlah banyak.
  • Kurang memberikan rasa kenyang.
  • Sangat menggugah selera sehingga membuat seseorang sulit berhenti makan.

Jika sarapan setiap hari didominasi makanan seperti ini, asupan kalori harian dapat meningkat tanpa disadari.

4. Memicu Diabetes Tipe 2

UPF sering mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi.

Kebiasaan mengonsumsi makanan tersebut setiap pagi dapat membuat kadar gula darah sering melonjak. Dalam jangka panjang, tubuh berisiko mengalami resistensi insulin yang menjadi salah satu penyebab diabetes tipe 2.

Risiko ini semakin besar bila disertai kurang olahraga dan kelebihan berat badan.

5. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Banyak makanan ultra-proses mengandung:

  • Garam tinggi.
  • Lemak jenuh.
  • Lemak trans (pada beberapa produk).
  • Gula berlebih.

Kombinasi tersebut dapat meningkatkan tekanan darah, kolesterol jahat (LDL), dan peradangan dalam tubuh yang akhirnya memperbesar risiko penyakit jantung dan stroke.

https://shopee.co.id/product/20108917/13902896475?affiliate_seller_voucher_token=8bCnE5QAm6AgwBcuXUQqeV4Dd5YQk4S1mVSP9rZsne&d_id=a86d2&gads_t_sig=VTJGc2RHVmtYMTlxTFVSVVRrdENkVzBLS2xuUGZzMlQ5NjlFWklmRkZjUW00dSsxYjlPRm94OHJZYmFDR0ZiR0Q5c3dIdThocnJwNGMzcHUzYmdrakNzUzU1LytadnMrSk9mWkZxU1BybjljZUtvYU5MaVloUXJDMEpMei9RbVRGU3dCYmxKd05QVVQvMy93TWhlb1UyaC9GSWtEZWdCcW5HeHA5bWxWSWpFPQ&mmp_pid=an_11336250108&uls_trackid=54jshfn700l6&utm_campaign=id_kpAYDa5ATF&utm_content=----&utm_medium=affiliates&utm_source=an_11336250108&utm_term=e8o24v93jfio

6. Kesehatan Usus Bisa Terganggu

Saluran pencernaan membutuhkan serat untuk menjaga keseimbangan bakteri baik.

Sayangnya, UPF umumnya rendah serat sehingga bakteri baik di usus kehilangan “makanan” yang mereka butuhkan.

Akibatnya dapat muncul berbagai masalah seperti:

  • Sembelit.
  • Perut kembung.
  • Gangguan pencernaan.
  • Menurunnya kesehatan mikrobiota usus.

Padahal, kesehatan usus juga berpengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh.

7. Konsentrasi Menurun

Sarapan yang kaya protein, serat, dan karbohidrat kompleks membantu otak bekerja lebih optimal.

Sebaliknya, sarapan tinggi gula dari UPF membuat kadar gula darah naik dan turun secara cepat sehingga seseorang menjadi lebih sulit fokus, mudah lelah, bahkan mudah marah.

8. Menambah Risiko Tekanan Darah Tinggi

Produk UPF sering kali mengandung natrium dalam jumlah tinggi agar lebih awet dan memiliki rasa yang kuat.

Jika dikonsumsi setiap hari, asupan garam yang berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah. Hipertensi yang berlangsung lama menjadi faktor risiko penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal.

9. Asupan Gizi Menjadi Tidak Seimbang

Walaupun tinggi kalori, UPF sering kali miskin zat gizi penting seperti:

  • Vitamin.
  • Mineral.
  • Serat.
  • Protein berkualitas.

Akibatnya, tubuh memperoleh energi tetapi kekurangan nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan dan memperbaiki jaringan tubuh.

10. Berpotensi Meningkatkan Risiko Penyakit Kronis

Sejumlah penelitian menemukan bahwa konsumsi UPF dalam jumlah tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit kronis, seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, obesitas, dan beberapa jenis kanker. Hubungan ini tidak selalu berarti UPF menjadi penyebab langsung, tetapi pola makan yang didominasi makanan ultra-proses merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko tersebut, terutama bila disertai gaya hidup yang kurang sehat.

Lalu, Apa Sarapan yang Lebih Sehat?

Sarapan tidak harus mahal atau rumit. Pilihlah makanan yang lebih alami dan minim proses, misalnya:

  • Nasi dengan telur dan sayuran.
  • Oat yang ditambah buah segar dan kacang-kacangan.
  • Ubi atau kentang rebus dengan telur.
  • Roti gandum dengan telur atau selai kacang tanpa tambahan gula berlebih.
  • Yogurt tanpa pemanis dengan potongan buah.
  • Buah segar sebagai pelengkap.

Menu seperti ini memberikan kombinasi karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, vitamin, mineral, dan serat yang membantu tubuh kenyang lebih lama serta menjaga energi tetap stabil.

BACA JUGA: Kenapa Makanan Terasa Kurang Enak saat Sedang Pilek?

Mengonsumsi makanan Ultra-Processed Food (UPF) sesekali saat sarapan umumnya bukan masalah bagi kebanyakan orang. Namun, jika menjadi kebiasaan setiap hari, dampaknya dapat berupa cepat lapar, energi yang tidak stabil, kenaikan berat badan, meningkatnya risiko diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, hingga gangguan kesehatan usus.

Karena itu, usahakan agar sarapan lebih banyak terdiri dari makanan segar atau yang diproses secara minimal. Dengan memilih menu yang kaya protein, serat, dan zat gizi alami, tubuh akan memperoleh energi yang lebih stabil dan kesehatan jangka panjang pun lebih terjaga. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *