HADIS Rasulullah ﷺ bukan sekadar rangkaian kata yang diwariskan dari masa lalu. Ia adalah penjelas Al-Qur’an, sumber hukum Islam, sekaligus cahaya yang menerangi kehidupan kaum muslimin. Karena itulah, para ulama generasi salaf memuliakan hadis dengan penghormatan yang luar biasa.
Salah satu bentuk penghormatan tersebut adalah menjaga kesucian diri ketika meriwayatkan hadis. Banyak ulama terdahulu yang tidak mau menyampaikan hadis Rasulullah ﷺ kecuali setelah berwudu. Bahkan, sebagian mereka menganggap makruh meriwayatkan hadis tanpa bersuci, dan apabila tidak mendapatkan air, mereka bertayamum terlebih dahulu.
Namun, apakah berwudu sebelum meriwayatkan hadis merupakan kewajiban dalam syariat? Ataukah sekadar adab yang dianjurkan?
Adab Para Salaf dalam Memuliakan Hadis
Para ulama dari kalangan tabi’in dan ahli hadis dikenal memiliki rasa hormat yang sangat tinggi terhadap sunnah Nabi ﷺ.
Qatadah rahimahullah berkata:
“Dianjurkan agar hadis-hadis Rasulullah ﷺ tidak dibacakan kecuali setelah berwudu.”
Riwayat ini diriwayatkan oleh Abdur Razzaq dalam Al-Musannaf dan Al-Marwazi dalam Ta’zhim Qadr ash-Shalah dengan sanad yang sahih.
BACA JUGA: Menulis Sejuta Hadis dengan Jarinya
Demikian pula Dirar bin Murrah rahimahullah berkata:
“Mereka dahulu tidak menyukai meriwayatkan hadis ketika belum berwudu.”
Ungkapan “mereka” dalam perkataan ini dipahami oleh para ulama sebagai merujuk kepada para tabi’in senior yang menjadi teladan dalam ilmu dan ibadah.
Bahkan, diriwayatkan bahwa Al-A’masy rahimahullah, apabila hendak meriwayatkan hadis namun tidak memiliki air untuk berwudu, beliau memilih bertayamum terlebih dahulu sebagai bentuk penghormatan kepada hadis Nabi ﷺ.
Semua ini menunjukkan betapa agungnya kedudukan sunnah di mata para ulama terdahulu.
Imam Malik: Tidak Menyampaikan Hadis Kecuali Setelah Berwudu
Di antara kisah yang paling masyhur adalah adab Imam Malik bin Anas rahimahullah, imam besar Madinah dan penyusun kitab Al-Muwaththa’.
Abu Mush’ab Az-Zuhri berkata:
“Malik bin Anas tidak meriwayatkan hadis Rasulullah ﷺ kecuali dalam keadaan suci, sebagai bentuk penghormatan kepada hadis Rasulullah ﷺ.”
Riwayat ini dinilai sahih oleh para ahli hadis.
Dalam riwayat lain disebutkan bahwa setiap kali Imam Malik hendak mengajar hadis, beliau akan:
Berwudu sebagaimana wudu untuk shalat.
Mengenakan pakaian terbaiknya.
Memakai penutup kepala.
Menyisir janggutnya.
Duduk dengan penuh ketenangan dan wibawa.
Ketika seseorang bertanya mengapa beliau melakukan semua itu, Imam Malik menjawab:
“Aku melakukan semua ini sebagai bentuk penghormatan terhadap hadis Rasulullah ﷺ.”
Beliau juga tidak menyukai meriwayatkan hadis di jalan, sambil berdiri, atau dalam keadaan tergesa-gesa.
Beliau berkata:
“Aku ingin menghadirkan hati ketika meriwayatkan hadis Rasulullah ﷺ.”
Ungkapan ini memperlihatkan bahwa bagi Imam Malik, meriwayatkan hadis bukan sekadar menyampaikan ilmu, tetapi sebuah ibadah yang harus dilakukan dengan penuh khusyuk.
Anjuran Para Ulama Setelahnya
Adab mulia ini kemudian dijelaskan oleh para ulama generasi berikutnya.
Imam An-Nawawi rahimahullah menulis dalam At-Taqrib:
“Dianjurkan bagi orang yang hendak menghadiri majelis hadis untuk bersuci, memakai wewangian, merapikan janggut, serta duduk dengan penuh penghormatan.”
Demikian pula Al-Hafizh As-Sakhawi rahimahullah berkata dalam Fath al-Mughits:
“Apabila engkau hendak meriwayatkan hadis dengan niat yang benar, maka berwudulah sebagaimana wudu untuk shalat, bahkan mandi sebagaimana mandi janabah agar berada dalam keadaan suci secara sempurna.”
Anjuran ini menunjukkan bahwa kebersihan lahir dipandang sebagai bagian dari penghormatan terhadap ilmu yang bersumber dari Rasulullah ﷺ.
Apakah Berwudu Sebelum Menyampaikan Hadis Itu Wajib?
Meski demikian, para ulama menegaskan bahwa berwudu sebelum meriwayatkan hadis bukanlah kewajiban syariat.
Hal tersebut hanyalah adab yang sangat dianjurkan sebagai bentuk penghormatan kepada sunnah Nabi ﷺ.
Al-Khatib Al-Baghdadi menjelaskan:
“Para ulama yang memakruhkan meriwayatkan hadis sambil berjalan, berdiri, berbaring, atau tanpa bersuci, melakukannya semata-mata sebagai bentuk penghormatan terhadap hadis. Jika seseorang meriwayatkan hadis dalam keadaan-keadaan tersebut, maka ia tidak berdosa dan tidak melakukan sesuatu yang haram.”

Beliau kemudian memberikan penjelasan yang sangat menarik:
“Kitab yang paling berhak dimuliakan adalah Al-Qur’an. Sementara membaca Al-Qur’an dalam keadaan berdiri, berjalan, atau tanpa wudu tetap diperbolehkan (selama tidak menyentuh mushaf menurut pendapat mayoritas ulama). Maka meriwayatkan hadis dalam keadaan seperti itu tentu lebih layak lagi untuk diperbolehkan.”
Dengan demikian, syariat tidak mewajibkan seseorang harus berwudu ketika mengajarkan atau membaca hadis.
BACA JUGA: 10 Urutan Kiamat yang Sudah Disebutkan dalam Hadis Nabi ﷺ
Pelajaran yang Dapat Dipetik
Kisah-kisah para ulama salaf ini mengajarkan kepada kita bahwa ilmu agama tidak hanya dipelajari dengan akal, tetapi juga dimuliakan dengan adab.
Mereka tidak sekadar menghafal ribuan hadis, tetapi juga menjaga hati, pakaian, penampilan, bahkan cara duduk ketika menyampaikannya. Semua itu lahir dari rasa cinta dan penghormatan kepada Rasulullah ﷺ.
Di zaman sekarang, mungkin tidak semua orang mampu meniru seluruh adab tersebut. Namun setidaknya kita dapat mengambil ruhnya, yaitu memuliakan ilmu agama, menjaga kesopanan ketika menghadiri majelis ilmu, berbicara tentang hadis dengan penuh kehormatan, dan tidak menjadikan sunnah sebagai bahan candaan atau perdebatan yang merendahkan.
Pada akhirnya, berwudu sebelum meriwayatkan hadis bukanlah syarat sah dan bukan pula kewajiban, melainkan salah satu adab indah yang dicontohkan oleh banyak ulama besar sebagai wujud kecintaan mereka kepada sunnah Nabi Muhammad ﷺ.
Wallahu a’lam bish-shawab. []
SUMBER: ISLAMQA
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

