POLIGAMI merupakan salah satu pembahasan yang sering menimbulkan perbedaan pendapat dan emosi di tengah masyarakat. Banyak yang beranggapan bahwa hampir tidak ada istri yang rela dimadu. Namun, benarkah tidak ada istri yang mengizinkan suaminya berpoligami?
Jawabannya adalah ada. Dalam kenyataannya, memang terdapat sebagian istri yang memberikan izin kepada suaminya untuk berpoligami. Akan tetapi, jumlahnya tidak banyak dan setiap keluarga memiliki alasan serta kondisi yang berbeda. Tidak tepat jika dikatakan semua istri pasti menolak, sebagaimana tidak tepat pula jika dikatakan semua istri akan menerima.
BACA JUGA: Pengalaman Poligami dari Guru Buya Hamka
Perasaan Cemburu Adalah Hal yang Wajar
Islam mengakui bahwa seorang istri memiliki rasa cemburu kepada suaminya. Bahkan para istri Rasulullah ﷺ juga pernah merasakan kecemburuan.
Karena itu, jika seorang istri merasa sedih atau berat ketika mendengar suaminya ingin berpoligami, perasaan tersebut adalah sesuatu yang manusiawi. Selama tidak mendorong kepada perbuatan yang dilarang, rasa cemburu bukanlah dosa.
Mengapa Ada Istri yang Mengizinkan?
Beberapa istri memilih mengizinkan suaminya berpoligami karena berbagai alasan, misalnya:
- Ingin membantu perempuan lain yang membutuhkan perlindungan dan nafkah.
- Memiliki kondisi kesehatan yang membuatnya tidak mampu menjalankan sebagian kewajiban sebagai istri.
- Tidak dapat memiliki keturunan, sementara suami sangat menginginkan anak.
- Memahami bahwa poligami dibolehkan dalam Islam dengan syarat-syarat yang ketat.
- Yakin bahwa suaminya mampu berlaku adil dan bertanggung jawab.
Perlu dipahami bahwa alasan-alasan tersebut tidak berlaku untuk semua keluarga. Setiap rumah tangga memiliki situasi yang berbeda.
Islam Membolehkan Poligami dengan Syarat
Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 3 bahwa seorang laki-laki boleh menikahi dua, tiga, atau empat perempuan apabila mampu berlaku adil. Namun, jika khawatir tidak mampu berlaku adil, maka diperintahkan untuk menikahi satu istri saja.
Keadilan yang dimaksud mencakup hal-hal yang dapat diusahakan, seperti:
- Pembagian waktu.
- Nafkah lahir.
- Tempat tinggal.
- Perhatian dan perlakuan yang layak.
Adapun rasa cinta di dalam hati tidak mungkin disamakan sepenuhnya. Karena itu, seorang suami tetap diperintahkan untuk tidak bersikap zalim kepada salah satu istrinya.
Apakah Izin Istri Menentukan Sah atau Tidaknya Poligami?
Dari sisi hukum fikih, mayoritas ulama berpendapat bahwa izin istri pertama bukan merupakan syarat sahnya akad nikah berikutnya. Artinya, akad nikah tidak otomatis menjadi tidak sah hanya karena istri pertama tidak mengizinkan.
Namun, dalam praktik kehidupan berumah tangga, musyawarah, kejujuran, dan menjaga perasaan pasangan sangat dianjurkan agar tidak menimbulkan permusuhan, kebohongan, atau kezaliman.
Selain itu, di beberapa negara, termasuk Indonesia, terdapat aturan hukum yang mengatur prosedur poligami. Seorang suami yang ingin berpoligami perlu memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Poligami Bukan Perintah untuk Semua Laki-Laki
Perlu dipahami bahwa Islam membolehkan poligami, tetapi tidak mewajibkannya. Banyak ulama menjelaskan bahwa hukum poligami dapat berbeda-beda sesuai kondisi seseorang. Ada yang hukumnya boleh, ada yang bisa menjadi sunnah dalam keadaan tertentu, bahkan bisa menjadi haram apabila suami mengetahui dirinya tidak mampu berlaku adil atau justru akan menelantarkan hak-hak keluarganya.
Karena itu, poligami bukan sekadar soal kemampuan finansial, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral, keadilan, dan kesiapan menjalankan amanah yang berat.
Menghormati Pilihan Setiap Keluarga
Tidak semua istri siap menerima poligami, dan hal itu tidak otomatis menunjukkan kelemahan iman. Sebaliknya, ada pula istri yang memilih mengizinkan suaminya berpoligami berdasarkan pertimbangan agama maupun kondisi keluarganya.
Selama pilihan tersebut diambil secara sadar dan tidak bertentangan dengan syariat maupun hukum yang berlaku, setiap keluarga berhak menentukan jalan yang mereka anggap terbaik.
BACA JUGA: Bagaimana Seharusnya Sikap Istri saat Suami Minta Poligami?
Yang terpenting adalah menghindari sikap saling mencela. Jangan menganggap semua perempuan harus menerima poligami, dan jangan pula menghina perempuan yang memilih mengizinkannya. Setiap rumah tangga memiliki ujian, kemampuan, dan pertimbangannya masing-masing.
Ada istri yang mengizinkan suaminya berpoligami, meskipun jumlahnya tidak banyak. Keputusan tersebut biasanya didasari oleh berbagai pertimbangan pribadi, keluarga, maupun agama. Dalam Islam, poligami diperbolehkan dengan syarat suami mampu berlaku adil dan memenuhi hak-hak seluruh istrinya. Namun, poligami bukan kewajiban bagi setiap laki-laki, dan setiap keluarga perlu menyikapinya dengan ilmu, musyawarah, tanggung jawab, serta menghormati ketentuan syariat dan hukum yang berlaku. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

