Di kalangan muslimah Indonesia, khususnya yang berasal dari lingkungan Persatuan Islam (Persis), terdapat gaya kerudung yang sangat khas. Kerudung ini dikenal sederhana, longgar, menutup aurat dengan baik, serta praktis digunakan untuk aktivitas sehari-hari maupun menghadiri majelis ilmu.
Ciri utama kerudung khas Persis adalah bentuknya yang lebar sehingga mampu menutupi kepala, leher, dada, hingga sebagian punggung. Selain itu, kerudung ini umumnya tidak menggunakan banyak aksesori, sehingga tampilannya tetap sederhana sebagaimana semangat kesederhanaan yang diajarkan dalam Islam.
Meskipun tidak ada ukuran baku yang diwajibkan oleh organisasi Persis, terdapat ukuran yang telah lama menjadi kebiasaan dan banyak digunakan oleh para muslimah Persis.
Berapa Ukuran Kerudung Khas Persis?
Secara umum, ukuran kerudung khas Persis yang sering dijumpai adalah sebagai berikut:
Panjang depan: sekitar 90–100 cm
Panjang belakang: sekitar 110–130 cm
Lebar kerudung: sekitar 150–170 cm
BACA JUGA: Bagaimana Cara Mendidik Anak Perempuan agar Mau Menutup Aurat di Era Modern?
Sebagian penjahit menggunakan ukuran kain sekitar 150 × 150 cm sebagai dasar, kemudian dibentuk menjadi model kerudung Persis dengan bagian belakang yang lebih panjang.
Ada pula yang menggunakan kain sepanjang 2 meter apabila menginginkan kerudung yang lebih lebar dan jatuh hingga mendekati lutut.
Pemilihan ukuran biasanya disesuaikan dengan:
Tinggi badan pemakai.
Kenyamanan saat bergerak.
Kebutuhan aktivitas.
Tingkat ketertutupan yang diinginkan.
Semakin lebar kerudung, semakin mudah aurat tertutup tanpa perlu sering dirapikan.
Bahan yang Paling Sering Digunakan
Kerudung khas Persis biasanya dibuat dari bahan yang tidak menerawang dan tidak mudah melorot. Di antaranya:
Wolfis.
Diamond crepe.
Jet black.
Balotelli.
Katun berkualitas.
Wollycrepe premium.
Bahan-bahan tersebut dipilih karena ringan, tidak panas, mudah dibentuk, dan tetap terlihat rapi meskipun dipakai dalam waktu lama.
Tutorial Memakai Kerudung Khas Persis
Cara memakai kerudung khas Persis sebenarnya cukup sederhana. Berikut langkah-langkahnya.
1. Gunakan ciput atau inner
Kenakan ciput agar rambut tertutup rapi dan kerudung tidak mudah bergeser ketika digunakan.
2. Letakkan kerudung di atas kepala
Pastikan posisi kanan dan kiri seimbang. Bagian belakang dibiarkan lebih panjang daripada bagian depan.
3. Rapikan bagian dahi
Tarik sedikit bagian depan hingga membentuk lengkungan yang nyaman di sekitar wajah. Jangan terlalu sempit agar wajah tetap terlihat alami.
4. Sematkan peniti atau jarum pentul
Gunakan satu peniti kecil tepat di bawah dagu. Umumnya muslimah Persis tidak menggunakan banyak jarum karena ingin menjaga kesederhanaan.
5. Rapikan bagian dada
Bentangkan kedua sisi kerudung hingga menutupi dada secara sempurna. Pastikan tidak ada bagian leher yang terlihat.
6. Biarkan bagian belakang menjuntai
Bagian belakang dibiarkan menjuntai menutupi punggung. Inilah salah satu ciri khas kerudung Persis yang memberikan perlindungan aurat lebih sempurna.
7. Periksa kembali
Sebelum keluar rumah, pastikan rambut, telinga, leher, dan bentuk tubuh telah tertutup dengan baik serta kerudung tetap nyaman dipakai untuk beraktivitas.

Mengapa Banyak Muslimah Menyukai Model Ini?
Kerudung khas Persis memiliki sejumlah kelebihan.
Pertama, lebih sesuai dengan prinsip menutup aurat secara sempurna karena ukurannya longgar.
Kedua, tampilannya sederhana sehingga tidak berlebihan dalam berhias.
Ketiga, nyaman dipakai untuk belajar, mengajar, bekerja, maupun menghadiri kajian.
Keempat, mudah dipadukan dengan gamis atau pakaian longgar lainnya.
Kelima, modelnya tidak mudah berubah mengikuti tren mode sehingga tetap relevan dari masa ke masa.
BACA JUGA: Boleh Sependek Apa Rambut Seorang Muslimah, Walaupun Ditutup Jilbab?
Penutup
Pada dasarnya, Islam tidak menetapkan ukuran tertentu untuk kerudung. Yang diwajibkan adalah menutup aurat dengan sempurna, tidak tipis, tidak ketat, serta tidak menyerupai pakaian yang menjadi ciri khas lawan jenis atau pakaian yang mengundang perhatian karena tabarruj.
Kerudung khas Persis hadir sebagai salah satu contoh penerapan prinsip tersebut. Dengan ukuran yang lebar dan model yang sederhana, kerudung ini membantu muslimah menjaga kehormatan sekaligus memberikan kenyamanan dalam beribadah maupun menjalani aktivitas sehari-hari.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan para perempuan mukmin agar mereka mengulurkan jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenali sehingga mereka tidak diganggu.”
(QS. Al-Ahzab: 59)
Semoga setiap muslimah dimudahkan untuk mengenakan hijab yang sesuai dengan tuntunan syariat, bukan sekadar mengikuti tren, tetapi sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

