Ketika Orang Baik Menolak Amanah

3 Min Read
Foto: Istimewa

INI kisah nyata ..
Suatu hari Utbah salah satu sahabat Rasulullah Saw yang ahli ibadah dipanggil oleh Amirul Mukminin (Umar bin Khattab), lalu disampaikanlah amanat untuk menjabat sebagai gubernur.

Utbah bingung
Lebih nyaman dan damai bila banyak berdzikir dan banyak tilawah daripada banyak berfikir
Apalagi memikirkan rakyat dan kondisi di lapangan.

Utbah menolak
Dengan keras
Dan tegas

Umar bin Khattab ra pula mendesak.
Finally, Umar bin Khattab ra menyatakan dengan kalimat rasional, “Islam sudah menguasai 2/3 dunia, kita perlu banyak pemimpin hebat untuk mengawal kepemimpinan ini. Bila orang orang soleh menolak untuk menjabat, bagaimana dengan kepemimpinan ini?”.

BACA JUGA: Salamatush Shadr

Akhirnya, Utbah menerima amanah tersebut dengan berat hati.

Bahkan saking beratnya, beliau memohon petunjuk pada Allah dan berdo’a menghadap ka’bah.

“Yaa Allah, berikanlah kepadaku jawaban yang tepat atas pilihan yang berat ini“.

Kemudian beliau meninggalkan ka’bah dengan langkah perlahan.
Tiba-tiba untanya mendengik keras menolehkan kepalanya ke kiri dan ke kanan dan berputar-putar sehingga Utbah terjatuh dan meninggal dunia.

Demikianlah keputusan yang Allah berikan ..
dan apapun keputusan-Nya kita harus menerima ..

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْۚ وَعَسٰٓى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۚ وَعَسٰٓى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْـًٔا وَّهُوَ شَرٌّ لَّكُمْۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَࣖ ۝٢١٦

kutiba ‘alaikumul-qitâlu wa huwa kur-hul lakum, wa ‘asâ an takrahû syai’aw wa huwa khairul lakum, wa ‘asâ an tuḫibbû syai’aw wa huwa syarrul lakum, wallâhu ya‘lamu wa antum lâ ta‘lamûn.

Diwajibkan atasmu berperang (berjuang) padahal itu kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.

BACA JUGA:  Jadilah Perempuan Sibuk

Noted: Konteks berperang bisa kita analisa sebagai berjuang, memperjuangkan sesuatu. Karena zaman sekarang berperang tidak ada kecuali di Palestina.

Demikian pemikiran saya – penulis terhadap kondisi saat ini.
Ketika orang baik menolak jabatan (amanah) karena hanya asyik beribadah dan ingin hidup tenang ~ maka yang memimpin adalah orang yang tidak baik.

Siapa yang memikirkan umat bila orang baik pergi memikirkan dirinya sendiri.

Wallahu’alam bi shawab. []

Sumber: 60 Kisah Sahabat

By: Mam Fifi (Jisc‘s Owner).
Jakarta Islamic School
(JISc/JIBBS/JIGSc)

Sayapun hanya sanggup memimpin Jakarta Islamic School (institusi pendidikan yang saya kelola dengan 500 karyawan di dalamnya)
Semoga Allah kuatkan dan bimbing selalu.

Jakarta Islamic School

“𝗠𝗲𝗻𝗱𝗶𝗱𝗶𝗸 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗖𝗮𝗿𝗮 𝗜𝗯𝘂”
www.jakartaislamicschool.com
+62 813-8664-4108
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *