Apa Penyebab Aki Motor Mudah Soak?

Yudi
By Yudi
7 Min Read
Foto: Freepik

AKI merupakan salah satu komponen penting pada sepeda motor. Fungsinya bukan hanya untuk menyalakan motor dengan electric starter, tetapi juga membantu menyuplai listrik untuk lampu, klakson, sistem injeksi, dan berbagai komponen kelistrikan lainnya.

Namun, banyak pemilik motor mengeluhkan aki yang cepat soak. Baru beberapa bulan diganti, tiba-tiba starter elektrik melemah, lampu redup, atau motor sulit dinyalakan.

Sebenarnya, apa yang menyebabkan aki motor mudah soak?

1. Motor jarang digunakan

Salah satu penyebab yang paling sering terjadi adalah motor terlalu lama tidak digunakan.

BACA JUGA: Benarkah Perempuan Malas Ganti Oli Motor?

Ketika motor dalam kondisi mati, aki tetap mengalami sedikit pelepasan daya. Jika motor dibiarkan berminggu-minggu tanpa dinyalakan, kapasitas aki dapat terus berkurang.

Lebih parah lagi jika motor hanya digunakan sesekali untuk perjalanan yang sangat pendek. Aki mungkin kehilangan banyak energi ketika menyalakan mesin, tetapi waktu berkendara tidak cukup untuk mengembalikan energi tersebut melalui sistem pengisian.

Karena itu, motor yang jarang digunakan perlu mendapatkan perhatian khusus terhadap kondisi akinya.

2. Motor terlalu sering dipakai untuk perjalanan pendek

Bukan hanya motor yang jarang digunakan yang bisa membuat aki bermasalah.

Motor yang setiap hari digunakan tetapi hanya untuk perjalanan sangat pendek juga bisa mengalami masalah.

Misalnya motor digunakan hanya beberapa menit untuk pergi ke warung atau mengantar seseorang dalam jarak dekat.

Setiap kali electric starter digunakan, aki mengeluarkan energi cukup besar. Jika mesin hanya hidup sebentar, sistem pengisian belum tentu memiliki waktu yang cukup untuk mengembalikan energi yang terpakai.

Jika kebiasaan ini berlangsung terus-menerus, aki bisa lebih cepat kehilangan kemampuan menyimpan daya.

3. Sistem pengisian bermasalah

Aki yang cepat soak tidak selalu berarti akinya yang rusak.

Bisa jadi sumber masalahnya justru berasal dari sistem pengisian.

Komponen seperti spul, regulator/rectifier, kabel, atau konektor yang bermasalah dapat menyebabkan pengisian aki tidak optimal.

Akibatnya, aki terus digunakan tetapi tidak mendapatkan pengisian yang sesuai.

Karena itu, jika aki baru diganti tetapi kembali lemah dalam waktu singkat, jangan buru-buru membeli aki baru. Periksa juga sistem pengisian motor.

4. Ada kebocoran arus listrik

Aki juga bisa cepat habis jika terdapat arus listrik yang terus mengalir ketika motor dalam keadaan mati.

Kondisi ini sering disebut sebagai parasitic drain atau kebocoran arus.

Penyebabnya bisa berasal dari aksesori tambahan, instalasi kelistrikan yang kurang tepat, alarm, USB charger, lampu tambahan, atau komponen lain yang tidak benar-benar mati ketika kontak dimatikan.

Jika motor dalam keadaan parkir tetapi aki tetap terkuras, pemeriksaan kelistrikan perlu dilakukan.

5. Terlalu banyak aksesori kelistrikan

Memasang aksesori memang bisa membuat motor terlihat lebih menarik atau lebih nyaman digunakan.

Namun, jangan lupa bahwa setiap perangkat kelistrikan membutuhkan daya.

Lampu tambahan, sound system, charger, pemanas tertentu, dan aksesori lainnya dapat meningkatkan beban sistem kelistrikan.

Jika pemasangan tidak sesuai kapasitas sistem kelistrikan motor, aki dan sistem pengisian dapat bekerja lebih berat.

https://s.shopee.co.id/3LNYqOZBnQ

6. Usia aki memang sudah tua

Aki juga memiliki usia pakai.

Seiring waktu, kemampuan aki menyimpan energi dapat menurun. Jadi, jangan heran jika aki yang sudah digunakan cukup lama akhirnya mulai sering tekor atau sulit mempertahankan tegangan.

Jika aki sudah tua dan performanya menurun, menggantinya mungkin memang menjadi solusi yang paling masuk akal.

Namun, jika aki baru tetapi cepat soak, penyebab lain harus dicari.

7. Terminal aki kotor atau longgar

Masalah sederhana seperti terminal aki yang kotor atau koneksinya longgar juga bisa mengganggu kelistrikan.

Korosi pada terminal dapat meningkatkan hambatan listrik. Sementara sambungan yang longgar dapat menyebabkan aliran listrik tidak stabil.

Karena itu, sesekali periksa kondisi terminal aki dan pastikan sambungannya bersih serta kencang.

8. Motor sering mengalami panas berlebihan

Suhu ekstrem juga dapat memengaruhi usia aki.

Panas yang berlebihan dapat mempercepat penurunan kondisi internal aki. Motor yang sering berada di lingkungan bersuhu tinggi atau mengalami masalah panas berlebihan perlu mendapat perhatian lebih terhadap kondisi kelistrikannya.

9. Kualitas aki tidak sesuai

Harga murah belum tentu selalu berarti buruk, tetapi kualitas dan spesifikasi aki tetap harus diperhatikan.

Menggunakan aki dengan spesifikasi yang tidak sesuai dengan rekomendasi motor dapat menyebabkan performanya tidak optimal.

Karena itu, ketika mengganti aki, jangan hanya melihat harga. Pastikan jenis, kapasitas, ukuran, dan spesifikasinya sesuai dengan motor.

Bagaimana agar aki motor tidak cepat soak?

Ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan.

Pertama, gunakan motor secara teratur jika memungkinkan.

Kedua, jika motor akan lama tidak digunakan, pertimbangkan perawatan aki sesuai jenis aki dan rekomendasi pabrikan.

Ketiga, jangan terlalu sering melakukan perjalanan sangat pendek jika tidak diperlukan.

Keempat, periksa sistem pengisian jika aki baru tetapi cepat melemah.

Kelima, hindari pemasangan aksesori kelistrikan secara sembarangan.

Keenam, pastikan terminal aki bersih dan koneksinya kuat.

Dan yang tidak kalah penting, lakukan pemeriksaan berkala di bengkel yang terpercaya jika muncul gejala seperti starter semakin berat, lampu meredup, atau aki berulang kali tekor.

Aki motor mudah soak bukan selalu karena kualitas akinya buruk.

BACA JUGA: Kapan Sebaiknya Ganti Oli Motor, Per Dua Bulan atau Per 2.000 Kilometer?

Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari motor jarang digunakan, perjalanan terlalu pendek, sistem pengisian bermasalah, kebocoran arus, aksesori berlebihan, terminal kotor, hingga usia aki yang memang sudah tua.

Jadi, kalau aki baru diganti tetapi kembali soak dalam waktu singkat, jangan hanya mengganti aki lagi dan lagi.

Cari sumber masalahnya. Sebab bisa saja yang bermasalah bukan akinya, melainkan sistem kelistrikan motor yang membuat aki terus kehilangan daya.

Dengan perawatan yang tepat dan pemeriksaan berkala, aki bisa bekerja lebih optimal dan tidak perlu terlalu sering keluar biaya untuk membeli aki baru. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *