Jiwa yang Sakit

Nasrulloh Baksolahar
1 Min Read
Foto: Freepik

JIWA yang sakit memandang segala sesuatu seba salah dan tidak puas. Jiwa yang sakit mendahulukan sentimennya daripada pertimbangan akalnya.

Tidak ada yang baik dalam pandangannya. Semuanya jelek. Semuanya tidak beres. Semuanya tidak tidak puas.

Bila tidak puas lalu hendak memperbaiki, itu bukan penyakit. Bila ingin merobohkan lalu hendak membangun lebih sempurna, itu bukan kesalahan. Bila mengganti yang tidak cakap dengan yang lebih cakap itu bukan merusak.

Bila hanya menghamburkan kritik, menunjukkan tidak puas, mencerca, memaki, mencela, dan melepaskan rasa benci saja, itu adalah alamat jiwa yang sakit. []

Sumber:
Buya Hamka, Cahaya Baru, GIP, 2022

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *