Apa Itu Qadirun ‘Alal Kasbi?

Dini Koswarini
6 Min Read
Foto: Freepik

QADIRUN ‘alal kasbi dapat dipahami sebagai kemampuan seseorang untuk berusaha mendapatkan penghasilan dan mengelola harta dengan cara yang benar.

Dalam Islam, persoalan harta bukan hanya tentang berapa banyak yang dimiliki, tetapi juga tentang dari mana harta diperoleh, bagaimana digunakan, dan apakah hak orang lain telah ditunaikan.

Harta yang banyak tidak selalu membawa keberkahan.

Sebaliknya, harta yang sedikit tetapi diperoleh dengan cara halal dan dikelola dengan amanah dapat menjadi jalan kebaikan.

Berikut beberapa prinsip yang perlu diperhatikan.

1. Menjauhi Sumber Penghasilan Haram

Seorang muslim harus berhati-hati terhadap sumber penghasilannya.

Jangan mencari uang melalui pencurian, korupsi, penipuan, suap, perdagangan barang haram, atau pekerjaan lain yang dilarang syariat.

Sebab, bukan hanya jumlah penghasilan yang akan dipertanggungjawabkan, tetapi juga cara mendapatkannya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik.” (HR. Muslim)

Maka, sedikit tetapi halal lebih baik daripada banyak tetapi tidak berkah.

BACA JUGA: 10 Cara Berhemat di Bulan-Bulan Ini: Strategi Cerdas Mengelola Keuangan Keluarga di Tengah Harga yang Terus Naik

2. Menjauhi Riba

Riba merupakan perkara yang sangat tegas dilarang dalam Islam.

Allah berfirman:

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

“Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al-Baqarah: 275)

Karena itu, seorang muslim perlu memahami transaksi keuangan yang dijalankannya agar tidak terjebak dalam praktik riba.

3. Menjauhi Judi dengan Segala Macamnya

Judi tidak hanya berbentuk permainan kartu atau taruhan secara langsung.

Di zaman sekarang, bentuk perjudian dapat muncul dalam berbagai model dan kemasan, termasuk judi online dan berbagai permainan yang mempertaruhkan uang dengan mekanisme perjudian.

https://s.shopee.co.id/1qa5hCNGBt

Allah berfirman:

إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ … رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ

“Sesungguhnya minuman keras dan judi … adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan, maka jauhilah.” (QS. Al-Ma’idah: 90)

Jangan mencari kekayaan melalui jalan yang justru menghancurkan kehidupan.

4. Menjauhi Tindak Penipuan

Dalam berdagang maupun bekerja, kejujuran adalah modal yang sangat berharga.

Jangan mengurangi timbangan.

Jangan menyembunyikan cacat barang.

Jangan memberikan informasi palsu.

Jangan mengambil keuntungan dengan menipu ketidaktahuan orang lain.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا

“Barang siapa menipu kami, maka ia bukan termasuk golongan kami.” (HR. Muslim)

Keuntungan dari penipuan mungkin terlihat besar, tetapi keberkahannya tidak ada.

5. Membayar Zakat

Ketika harta telah memenuhi syarat wajib zakat, jangan menundanya.

Zakat bukan sekadar mengurangi harta.

Zakat merupakan kewajiban sekaligus bentuk kepedulian kepada mereka yang berhak menerimanya.

Harta yang kita miliki di dalamnya terdapat hak orang lain yang harus ditunaikan sesuai ketentuan syariat.

6. Menabung, Meskipun Sedikit

Islam tidak mengajarkan seseorang untuk menghamburkan seluruh penghasilannya.

Menabung dapat menjadi bentuk kehati-hatian dalam mengelola keuangan.

Tidak harus langsung dalam jumlah besar.

Sedikit tetapi konsisten jauh lebih baik daripada memiliki niat besar tetapi tidak pernah memulai.

Tabungan dapat membantu menghadapi kebutuhan mendesak dan merencanakan masa depan.

7. Tidak Menunda Hak Orang Lain

Jika seseorang memiliki kewajiban kepada orang lain, jangan sengaja menundanya.

Utang harus dibayar.

Upah pekerja harus diberikan.

Titipan harus dikembalikan.

Hak keluarga harus ditunaikan.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ

“Penundaan pembayaran utang oleh orang yang mampu adalah suatu kezaliman.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jangan merasa tenang menggunakan sesuatu yang sebenarnya masih menjadi hak orang lain.

8. Menjaga Kepemilikan Umum

Fasilitas umum bukan berarti boleh digunakan sesuka hati.

Jalan, taman, fasilitas pendidikan, fasilitas masjid, sarana pelayanan masyarakat, dan berbagai aset yang diperuntukkan bagi kepentingan bersama harus dijaga.

Merusaknya, mengambilnya, atau menggunakannya untuk kepentingan pribadi secara tidak sah merupakan bentuk ketidakamanahan.

Seorang muslim harus memiliki kesadaran bahwa harta bersama juga merupakan amanah.

gaji, kredit, rupiah, dolar, masyarakat desa, bank, riba, gaji, Pinjol, Qadirun ‘Alal Kasbi
Foto: Freepik

9. Menjaga Kepemilikan Khusus

Begitu pula harta milik pribadi orang lain.

Jangan mengambil tanpa izin.

Jangan menggunakan barang orang lain tanpa hak.

Jangan menguasai sesuatu yang bukan milik kita.

Jangan merasa barang kecil tidak masalah untuk diambil.

Sebab, ukuran benda bukan satu-satunya persoalan.

Yang lebih penting adalah hak kepemilikannya.

BACA JUGA: Jika Keuanganmu Sudah Stabil, Lakukan 6 Hal Ini

Harta Adalah Amanah

Qadirun ‘alal kasbi bukan sekadar kemampuan mencari uang.

Lebih dari itu, ia mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang mampu memperoleh, mengelola, dan menggunakan harta secara bertanggung jawab.

Carilah penghasilan dengan cara halal.

Jauhi riba dan perjudian.

Jangan menipu.

Tunaikan zakat.

Belajarlah menabung.

Bayarkan hak orang lain.

Jaga harta milik umum.

Dan hormati kepemilikan pribadi.

Sebab, pada akhirnya kita bukan hanya akan ditanya:

“Berapa banyak harta yang kamu miliki?”

Tetapi juga:

“Dari mana kamu mendapatkannya dan untuk apa kamu membelanjakannya?”

Semoga Allah memberikan kita rezeki yang halal, cukup, berkah, dan menjadikan harta yang kita miliki sebagai jalan menuju kebaikan, bukan sumber penyesalan di kemudian hari. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *