IBRAHIM bin Adham adalah seorang yang memiliki kepribadian luar biasa. Ia berusaha keras menjauhkan diri dari manusia karena takut terlalu banyak orang memujinya. Namun, justru karena itu, namanya semakin dikenal dan menjadi semakin terkenal.
Suatu ketika, sekelompok orang datang mencarinya. Seseorang memberitahu mereka, “Ibrahim bin Adham berada di taman. Ia biasa merawat tanaman di sana.”
Mereka pun masuk ke taman dan mulai mencarinya sambil berteriak, “Di mana Ibrahim bin Adham?”
Mendengar mereka memanggil namanya, Ibrahim bin Adham bangkit. Ia kemudian ikut berkeliling taman sambil berteriak, “Di mana Ibrahim bin Adham?!”
Dengan cara itu, ia berusaha menyembunyikan dirinya dari ketenaran dan pujian manusia.
BACA JUGA: Abdullah bin Abu Zakariya, Mendidik Diri Selama 20 Tahun
Namun, Ibrahim bin Adham pernah mengatakan bahwa sepanjang hidupnya, ia hanya sekali merasakan pelipur lara dan kegembiraan yang benar-benar berkesan.
Ia berkata:
> “Mata saya tidak pernah menemukan pelipur lara dan kegembiraan dalam hari-hari dunia ini kecuali satu kali.”
Kemudian ia menceritakan pengalamannya:
> “Saat itu, saya menghabiskan malam di sebuah masjid di salah satu desa di negeri Syam. Ketika itu saya sedang menderita penyakit maag.”
> “Pada pagi harinya, seorang muazin datang. Ia tidak mengenal saya. Ia menendang kaki saya, kemudian menyeret saya keluar dari masjid.”
Justru peristiwa itulah yang membuat Ibrahim bin Adham merasa bahagia.
BACA JUGA: Kewara’an Ibrahim bin Adham dalam Menyewa Kendaraan
Mengapa?
Karena muazin tersebut sama sekali tidak mengetahui siapa dirinya. Ia tidak mengenal Ibrahim bin Adham sebagai seorang yang terkenal, sehingga tidak ada penghormatan, pujian, atau sanjungan yang diberikan kepadanya.
Dalam keadaan sakit, Ibrahim memang tidak mampu meninggalkan masjid dengan segera. Namun, ketika muazin itu datang dan memperlakukannya seperti orang biasa, bahkan menendang dan menyeretnya keluar, ia justru menemukan sesuatu yang selama ini dicarinya: terbebas dari perhatian dan pujian manusia.
Bagi Ibrahim bin Adham, perlakuan tersebut menjadi sebuah kenikmatan. Ia merasa bahwa dirinya kembali menjadi seorang yang tidak dikenal oleh manusia—dan itu justru membuat hatinya tenteram. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

