Kenapa Ketika Haid Tidak Boleh Sholat Yah?

Jamiatun Hasanah
5 Min Read
Foto: Freepik

PERNAH nggak sih muncul pertanyaan, “Kenapa perempuan ketika haid tidak boleh shalat?” Padahal shalat adalah ibadah wajib bagi setiap Muslim. Bahkan, shalat menjadi salah satu ibadah yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim.

Lalu, kenapa perempuan yang sedang haid justru diperintahkan untuk meninggalkan shalat?

Jawabannya bukan karena perempuan sedang dianggap kotor atau lebih rendah. Justru, ini merupakan bagian dari ketentuan Allah yang memiliki hikmah dan bentuk kasih sayang kepada perempuan.

Haid Itu Bukan Dosa

Pertama-tama, kita perlu memahami bahwa haid bukanlah dosa.

Haid merupakan proses biologis yang normal dialami perempuan. Dalam Islam, perempuan yang sedang haid tidak dianggap hina atau najis secara keseluruhan.

Rasulullah ﷺ pernah bersabda kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha ketika beliau sedang haid, “Sesungguhnya haid itu sesuatu yang telah Allah tetapkan bagi anak-anak perempuan Adam.”

BACA JUGA:  Cara Bedakan Darah Haid dan Darah Penyakit, Gimana Sih?

Hadis tersebut diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Jadi, haid adalah sesuatu yang memang menjadi bagian dari kehidupan perempuan.

Lalu, Kenapa Tidak Boleh shalat?

Alasan utama seorang perempuan tidak shalat ketika haid adalah karena adanya ketentuan langsung dari syariat.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha, para perempuan pada zaman Nabi ﷺ diperintahkan untuk mengqadha puasa yang ditinggalkan karena haid. Namun, mereka tidak diperintahkan untuk mengqadha shalat.

Aisyah menjelaskan hal tersebut sebagai bagian dari tuntunan Rasulullah ﷺ.

Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Artinya, seorang perempuan meninggalkan shalat ketika haid bukan karena malas beribadah. Bukan pula karena dirinya tidak layak menghadap Allah.

Ia meninggalkan shalat karena sedang mengikuti aturan Allah.

Shalat dan Kondisi Tubuh

shalat memiliki tata cara bersuci yang sangat penting.

Sebelum shalat, seorang Muslim harus berada dalam keadaan suci dari hadas. Untuk hadas kecil dilakukan wudu. Sedangkan untuk hadas besar dilakukan mandi wajib.

Haid termasuk keadaan yang menyebabkan hadas besar.

https://s.shopee.co.id/10wN94gXf1

Karena darah haid masih keluar, seorang perempuan belum dapat kembali kepada keadaan suci untuk melaksanakan shalat sampai haid tersebut selesai.

Setelah darah berhenti dan memenuhi tanda-tanda suci, perempuan melakukan mandi wajib. Setelah itu, ia kembali melaksanakan shalat seperti biasa.

Apakah Ini Berarti Perempuan Kehilangan Pahala?

Tidak.

Justru ada nilai ketaatan dalam meninggalkan shalat karena mengikuti perintah Allah.

Ibadah tidak selalu berarti melakukan sesuatu. Terkadang, ibadah juga berarti meninggalkan sesuatu karena Allah.

Ketika perempuan tidak shalat karena haid, ia sedang menaati ketentuan agama.

Begitu pula ketika ia kembali shalat setelah suci. Keduanya sama-sama merupakan bentuk ketaatan.

Jadi, jangan merasa bersalah ketika harus meninggalkan shalat karena haid.

Bagaimana dengan Sisi Medis?

Dari sisi medis, menstruasi merupakan proses alami dalam sistem reproduksi perempuan.

Saat menstruasi, lapisan rahim yang sebelumnya dipersiapkan untuk kehamilan akan luruh dan keluar melalui vagina.

Sebagian perempuan mengalami nyeri perut, sakit kepala, perubahan suasana hati, lemas, atau kelelahan selama menstruasi.

Namun, kondisi setiap perempuan berbeda. Ada yang tetap merasa bugar. Ada juga yang membutuhkan lebih banyak istirahat.

Larangan shalat ketika haid bukan semata-mata karena alasan medis. Dasar hukumnya adalah syariat. Penjelasan medis hanya membantu kita memahami bahwa menstruasi memang merupakan kondisi biologis yang nyata dan normal.

Islam Tidak Mempersulit Perempuan

Islam memberikan aturan yang sesuai dengan keadaan manusia.

Ketika haid, perempuan tidak perlu memaksakan diri untuk shalat.

Ia juga tidak perlu merasa berdosa karena meninggalkan shalat tersebut.

Namun, bukan berarti hubungan dengan Allah harus berhenti.

Perempuan tetap bisa berdoa. Bisa berdzikir. Bisa bersedekah. Bisa membaca berbagai doa dan melakukan banyak amal kebaikan sesuai tuntunan yang berlaku.

Haid hanya menghentikan beberapa bentuk ibadah tertentu. Bukan berarti menghentikan seluruh hubungan seorang hamba dengan Allah.

BACA JUGA:  Batas Waktu Haid Itu Sebenarnya Berapa Hari Sih?

Ada Hikmah di Balik Setiap Ketentuan

Tidak semua perintah Allah harus kita pahami seluruh alasannya sebelum kita taat.

Ada aturan yang hikmahnya bisa kita pahami. Ada juga yang mungkin belum sepenuhnya kita mengerti.

Yang jelas, seorang Muslim percaya bahwa syariat Allah memiliki hikmah dan kebaikan.

Larangan shalat ketika haid bukan bentuk penghinaan kepada perempuan.

Justru, perempuan diberi keringanan agar tidak terbebani dengan kewajiban shalat pada kondisi tersebut.

Setelah haid selesai, ia mandi wajib dan kembali menunaikan shalat.

Jadi, ketika sedang haid, jangan merasa jauh dari Allah.

Tidak shalat bukan berarti berhenti beribadah.

Terkadang, menaati Allah dengan tidak melakukan sesuatu pun merupakan bentuk ibadah yang sangat berarti. []

 

 

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *