Pakai Kerudung Tapi Bajunya Ngejiplak, Bagaimana Urusannya?

Yudi
By Yudi
8 Min Read
Foto: Freepik

SEKARANG semakin banyak muslimah yang mengenakan kerudung dalam kehidupan sehari-hari. Ini tentu merupakan sesuatu yang patut disyukuri, karena menutup aurat merupakan bagian dari ajaran Islam. Namun, terkadang muncul persoalan lain: kerudung sudah dipakai, tetapi pakaian yang dikenakan sangat ketat hingga lekuk tubuh terlihat jelas. Lalu bagaimana sebenarnya hukum memakai kerudung tetapi bajunya masih ngejiplak atau memperlihatkan bentuk tubuh?

Pertanyaan ini penting karena menutup aurat dalam Islam bukan hanya berkaitan dengan rambut. Kerudung merupakan bagian dari pakaian muslimah, tetapi cara berpakaian secara keseluruhan juga harus diperhatikan. Al-Qur’an memerintahkan perempuan beriman agar menutupkan kerudung hingga ke dada dan tidak menampakkan perhiasannya kepada laki-laki yang bukan mahram.

BACA JUGA: Aurat Terbuka ketika Shalat, Batal Ga Sih Shalatnya?

Kerudung Saja Belum Cukup

Ada anggapan bahwa selama rambut sudah tertutup, berarti kewajiban menutup aurat sudah selesai. Padahal, pakaian seorang muslimah bukan hanya dinilai dari apakah rambutnya tertutup atau tidak, tetapi juga dari apakah pakaian tersebut benar-benar menutup aurat dengan cara yang sesuai.

Jika pakaian terlalu ketat sehingga bentuk dada, pinggang, bokong, atau bagian tubuh lainnya terlihat jelas, maka fungsi pakaian sebagai penutup aurat menjadi tidak sempurna. Beberapa penjelasan ulama mengenai pakaian muslimah menekankan bahwa pakaian hendaknya longgar dan tidak memperlihatkan keindahan atau bentuk tubuh secara mencolok.

Dengan demikian, seseorang tidak bisa mengatakan, “Yang penting saya sudah pakai kerudung,” lalu menganggap seluruh persoalan pakaian otomatis selesai. Menutup kepala adalah satu bagian dari ketaatan, sedangkan menjaga pakaian agar tidak ketat dan tidak transparan juga merupakan bagian yang perlu diperhatikan.

Apakah Berarti Kerudungnya Sia-Sia?

Tidak tepat juga jika kemudian seseorang mengatakan, “Kalau bajunya masih ketat, lebih baik tidak usah pakai kerudung sekalian.”

Ini merupakan cara berpikir yang keliru. Ketika seseorang sudah melakukan satu kebaikan tetapi masih memiliki kekurangan dalam perkara lain, solusinya bukan meninggalkan kebaikan tersebut. Justru kebaikan yang sudah dilakukan harus dipertahankan sambil memperbaiki kekurangan secara bertahap.

Misalnya seorang muslimah sudah terbiasa memakai kerudung tetapi masih menggunakan pakaian yang agak ketat. Jangan disuruh melepas kerudungnya. Sebaliknya, berikan nasihat dengan cara yang baik agar ia perlahan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih longgar dan menutup tubuh dengan lebih sempurna.

Menutup Aurat Bukan Sekadar Formalitas

Pakaian dalam Islam bukan sekadar simbol identitas. Ada tujuan menjaga kehormatan, kesopanan, dan batas pergaulan yang ingin diwujudkan melalui aturan berpakaian.

Allah berfirman dalam QS. Al-Ahzab ayat 59 agar perempuan mukmin mengulurkan jilbab mereka ke tubuh. Ayat tersebut menunjukkan adanya tuntunan agar pakaian yang dikenakan memberikan penutupan yang layak, bukan sekadar menempelkan kain pada tubuh.

Karena itu, seorang muslimah sebaiknya bertanya kepada dirinya sendiri ketika memilih pakaian: apakah pakaian ini benar-benar menutup tubuh, atau justru membuat bentuk tubuh semakin terlihat? Apakah pakaian ini membuat saya lebih menjaga kehormatan, atau malah menarik perhatian orang lain kepada bentuk tubuh saya?

Pertanyaan seperti ini lebih bermanfaat daripada sekadar mengejar label “sudah berhijab” atau “belum berhijab”.

Bagaimana Jika Bajunya Tidak Sengaja Ngejiplak?

Tidak semua pakaian ketat berada dalam kondisi yang sama. Ada pakaian yang memang sengaja dipilih karena ingin memperlihatkan bentuk tubuh, tetapi ada pula pakaian yang pada awalnya terlihat longgar namun ketika terkena angin, terkena air, atau berada pada posisi tertentu menjadi lebih menampakkan bentuk tubuh.

Karena itu, persoalan niat dan keadaan juga perlu diperhatikan. Jika seseorang tidak sengaja mendapati pakaiannya menampakkan bentuk tubuh, kemudian ia segera memperbaikinya ketika menyadarinya, tentu berbeda dengan seseorang yang sengaja mengenakan pakaian ketat agar bentuk tubuhnya menjadi pusat perhatian.

Seorang muslimah juga perlu mempertimbangkan bahan pakaian. Kain yang terlalu tipis, mudah melekat pada tubuh, atau menjadi transparan ketika terkena cahaya dapat membuat pakaian yang semula terlihat sopan justru tidak lagi memberikan penutupan yang baik.

https://s.shopee.co.id/6Akco6v1Mw

Jangan Mudah Menghakimi Muslimah

Pembahasan tentang pakaian juga harus disampaikan dengan hati-hati. Jangan sampai nasihat mengenai hijab berubah menjadi kebiasaan mempermalukan perempuan yang dianggap belum sempurna dalam berpakaian.

Kita tidak mengetahui perjalanan seseorang menuju ketaatan. Bisa jadi hari ini ia baru mampu menutup rambut, beberapa bulan kemudian mulai memakai baju yang lebih longgar, dan beberapa tahun kemudian semakin memahami tuntunan agamanya.

Nasihat yang baik bukan berarti membenarkan pakaian yang tidak sesuai syariat. Kita tetap dapat mengatakan bahwa pakaian ketat perlu diperbaiki, tetapi menyampaikannya dengan hikmah jauh lebih dekat kepada tujuan dakwah. Allah sendiri memerintahkan orang beriman untuk bertaubat dan memperbaiki diri.

Bagi yang Sudah Berkerudung, Jangan Berhenti Memperbaiki Diri

Jika seseorang sudah memakai kerudung tetapi pakaiannya masih ketat, jangan merasa tidak ada gunanya memakai kerudung. Pertahankan kerudung tersebut dan jadikan langkah berikutnya sebagai proses memperbaiki pakaian.

Mulailah dari pakaian yang paling sering digunakan untuk keluar rumah. Pilih atasan yang lebih longgar, bawahan yang tidak memperlihatkan lekuk tubuh, dan bahan yang tidak transparan. Jika pakaian tertentu masih ingin digunakan, bisa dipadukan dengan outer atau pakaian tambahan yang lebih longgar sehingga bentuk tubuh tidak terlihat jelas.

Tidak harus semuanya berubah dalam satu hari. Yang terpenting adalah ada kesadaran bahwa berhijab bukan sekadar menutup rambut, tetapi bagian dari usaha seorang muslimah untuk menaati Allah secara lebih sempurna.

Kerudung Adalah Awal, Bukan Akhir

Memakai kerudung seharusnya bukan menjadi alasan seseorang merasa sudah sempurna dalam beragama. Sebaliknya, kerudung dapat menjadi awal dari perjalanan untuk memperbaiki cara berpakaian, menjaga pergaulan, memperbaiki akhlak, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah.

Demikian pula, jangan sampai seseorang yang belum sempurna pakaiannya merasa tidak pantas untuk mulai berhijab. Justru mulailah dari apa yang mampu dilakukan, kemudian terus belajar dan memperbaiki kekurangan.

Islam mengajarkan manusia untuk bertahap dalam memperbaiki diri. Kesempurnaan bukan alasan untuk menunda kebaikan, dan kekurangan bukan alasan untuk meninggalkan kebaikan yang sudah dimiliki.

Jadi, Bagaimana Hukumnya?

Jika pakaian yang dikenakan seorang muslimah sangat ketat hingga menampakkan lekuk tubuh di hadapan laki-laki yang bukan mahram, maka cara berpakaian tersebut perlu diperbaiki. Kerudung yang sudah dipakai tetap merupakan kebaikan dan tidak seharusnya ditinggalkan hanya karena pakaian belum sempurna.

BACA JUGA: Suara Perempuan, Benarkah Aurat?

Yang ideal adalah kerudung dipadukan dengan pakaian yang menutup aurat secara layak, tidak transparan, dan tidak menampakkan bentuk tubuh secara jelas. Prinsip ini sejalan dengan tuntunan Al-Qur’an tentang menjaga pandangan, menjaga kehormatan, dan menutup perhiasan serta aurat.

Pada akhirnya, persoalan hijab bukanlah tentang siapa yang paling pantas menasihati dan siapa yang paling pantas dihakimi. Ini adalah perjalanan setiap muslimah untuk semakin taat kepada Allah.

Jadi, kalau sudah memakai kerudung tetapi bajunya masih ngejiplak, jangan berhenti pada kerudung saja. Pertahankan kerudungnya, lalu perbaiki pakaiannya sedikit demi sedikit. Sebab, menjadi lebih baik bukan tentang langsung sempurna, tetapi tentang terus bergerak mendekati apa yang Allah ridai. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *