DIABETES tipe 2 sering berkembang secara perlahan. Seseorang bahkan bisa mengalami gangguan gula darah tanpa menyadarinya selama bertahun-tahun.
Pada lelaki, ada beberapa kondisi dan perubahan pada tubuh yang bisa menjadi tanda meningkatnya risiko diabetes. Namun, perlu diingat, ciri-ciri fisik saja tidak cukup untuk memastikan seseorang terkena diabetes.
1. Perut Semakin Buncit
Lemak yang menumpuk di sekitar perut berkaitan erat dengan resistensi insulin.
Karena itu, lelaki dengan lingkar pinggang besar atau obesitas sentral memiliki risiko lebih tinggi mengalami diabetes tipe 2.
Jadi, jangan hanya memperhatikan angka berat badan.
Lingkar pinggang juga penting.
2. Berat Badan Berlebih
Kelebihan berat badan dapat membuat tubuh lebih sulit menggunakan insulin secara efektif.
Semakin besar jumlah lemak tubuh, terutama lemak di sekitar perut, semakin tinggi pula risiko terjadinya resistensi insulin.
Tetapi orang dengan berat badan normal juga tetap bisa mengalami diabetes.
BACA JUGA: Apakah Jin Juga Sakit-sakitan (Seperti Diabetes, Stroke, dan Lainnya) Layaknya Manusia?
3. Sering Haus dan Sering Buang Air Kecil
Ini termasuk gejala yang perlu diperhatikan.
Ketika kadar gula darah terlalu tinggi, ginjal berusaha membuang kelebihan glukosa melalui urine. Akibatnya, seseorang bisa lebih sering buang air kecil dan lebih mudah merasa haus.
Kalau kondisi ini muncul terus-menerus, sebaiknya jangan dianggap sekadar karena banyak minum.
4. Mudah Lapar dan Cepat Lelah
Gula darah yang tinggi tidak selalu berarti sel-sel tubuh dapat menggunakannya secara efektif sebagai energi.
Akibatnya, seseorang bisa merasa mudah lelah, lemas, atau lebih cepat lapar.
Memang gejala ini tidak khusus untuk diabetes karena banyak kondisi lain juga dapat menyebabkannya.
Namun, jika muncul bersama gejala lainnya, pemeriksaan gula darah layak dipertimbangkan.
5. Luka Lebih Lama Sembuh
Gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat mengganggu berbagai proses tubuh, termasuk penyembuhan luka.
Kalau luka kecil berulang kali membutuhkan waktu lama untuk sembuh, terutama bila disertai gejala lain, sebaiknya diperiksakan.
6. Penglihatan Sering Kabur
Kadar gula darah yang tinggi dapat memengaruhi keseimbangan cairan pada mata sehingga penglihatan menjadi kabur.
Penglihatan kabur tidak selalu berarti diabetes, tetapi jika terjadi berulang atau disertai gejala lain, jangan diabaikan.
7. Kesemutan pada Tangan atau Kaki
Kesemutan atau rasa kebas yang terus berulang dapat berkaitan dengan gangguan saraf akibat diabetes yang berlangsung lama.
Namun, penyebab kesemutan sangat beragam.
Jadi, jangan langsung menyimpulkan diabetes hanya karena kaki atau tangan sering kesemutan.
BACA JUGA: Ciri-ciri Tubuh yang InsyaAllah Aman dari Diabetes
8. Ada Faktor Risiko yang Tidak Terlihat dari Tubuh
Ini yang sering terlupakan.
Risiko diabetes juga dipengaruhi oleh usia, riwayat keluarga, kurang aktivitas fisik, tekanan darah tinggi, kolesterol tidak sehat, serta riwayat kondisi metabolik tertentu.
Artinya, seseorang bisa terlihat kurus dan baik-baik saja tetapi tetap memiliki risiko diabetes.
Jadi, Bagaimana Memastikannya?
Bukan dengan melihat bentuk tubuh saja.
Cara yang lebih tepat adalah melakukan pemeriksaan gula darah sesuai anjuran tenaga kesehatan, misalnya gula darah puasa atau HbA1c.
Kalau memiliki beberapa faktor risiko atau mulai mengalami gejala seperti sering haus, sering buang air kecil, mudah lelah, atau berat badan berubah tanpa sebab yang jelas, sebaiknya lakukan pemeriksaan.
Tubuh bisa memberikan tanda, tetapi pemeriksaan darahlah yang membantu memastikan. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

