Siapakah Nabi dan Rasul yang Pertama?

3 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

KALAU ditanya, siapakah nabi pertama yang diutus Allah kepada manusia? Jawabannya adalah Nabi Adam ‘alaihissalam.

Namun, kalau pertanyaannya diubah menjadi siapakah rasul pertama?, jawabannya adalah Nabi Nuh ‘alaihissalam.

Lho, kok berbeda?

Ini penjelasannya.

1. Nabi Adam adalah Nabi yang Pertama

Nabi Adam ‘alaihissalam adalah manusia pertama sekaligus nabi pertama.

Hal ini berdasarkan hadis ketika Rasulullah ﷺ ditanya tentang Nabi Adam:

قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَنَبِيٌّ كَانَ آدَمُ؟ قَالَ: نَعَمْ، مُكَلَّمٌ

“Wahai Rasulullah, apakah Adam adalah seorang nabi?” Beliau menjawab, “Ya, beliau adalah seorang nabi yang diajak berbicara (oleh Allah).”

Riwayat ini disebutkan dari Abu Dzar dan diriwayatkan oleh Ahmad. Para ulama juga menjadikannya sebagai dalil bahwa Adam ‘alaihissalam adalah nabi pertama.

Jadi, Nabi Adam adalah nabi yang pertama.

BACA JUGA:  Di Manakah Bahtera Nabi Nuh Ditemukan? Ini Penjelasannya

2. Tetapi Nabi Adam Bukan Rasul yang Pertama

Di sini kita perlu membedakan antara nabi (نَبِيّ) dan rasul (رَسُول).

Nabi Adam ‘alaihissalam adalah seorang nabi, tetapi rasul pertama adalah Nabi Nuh ‘alaihissalam.

Dalilnya terdapat dalam hadis tentang syafaat yang panjang.

Ketika manusia mendatangi Nabi Nuh untuk meminta pertolongan, mereka mengatakan:

يَا نُوحُ، أَنْتَ أَوَّلُ الرُّسُلِ إِلَى أَهْلِ الْأَرْضِ

“Wahai Nuh, engkau adalah rasul pertama yang diutus kepada penduduk bumi.”

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

3. Jadi, Apa Bedanya?

Secara sederhana:

Nabi pertama: Adam ‘alaihissalam.

Rasul pertama: Nuh ‘alaihissalam.

https://s.shopee.co.id/8KjNfTuXxD

Nabi Adam sudah menerima wahyu dan menjadi nabi, tetapi tidak disebut sebagai rasul pertama yang diutus kepada penduduk bumi.

Sedangkan Nabi Nuh mendapatkan kedudukan sebagai rasul pertama berdasarkan hadis sahih tersebut.

4. Mengapa Nabi Nuh Menjadi Rasul Pertama?

Salah satu konteks pentingnya adalah munculnya kesyirikan pada manusia.

Pada masa Nabi Adam hingga beberapa generasi setelahnya, manusia berada di atas tauhid. Kemudian terjadi penyimpangan yang akhirnya menyebabkan manusia menyembah selain Allah.

Allah berfirman:

كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ

“Manusia itu adalah umat yang satu. Lalu Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan…” (QS. Al-Baqarah: 213)

Adapun mengenai kaum Nabi Nuh, Al-Qur’an menjelaskan bahwa mereka menyembah beberapa berhala, di antaranya Wadd, Suwa’, Yaghuts, Ya’uq, dan Nasr. (QS. Nuh: 23)

Nabi Nuh kemudian menyeru kaumnya agar kembali menyembah Allah semata.

BACA JUGA:  Berapakah Jumlah Anak-anak Nabi Adam?

5. Jangan Sampai Tertukar

Jadi, kalau ada pertanyaan:

“Siapakah nabi pertama?”

Jawabannya: Nabi Adam ‘alaihissalam.

Kalau pertanyaannya:

“Siapakah rasul pertama?”

Jawabannya: Nabi Nuh ‘alaihissalam.

Perbedaan ini bukan sekadar soal istilah. Ia berdasarkan keterangan dari hadis-hadis Nabi ﷺ yang menjadi dasar para ulama.

Syaikh Ibnu Utsaimin juga menjelaskan bahwa Adam ‘alaihissalam adalah nabi pertama, sedangkan Nuh ‘alaihissalam adalah rasul pertama, sebagaimana disebutkan dalam Majmu’ Fatawa.

Wallahu a‘lam. []

SUMBER: HUMAYRO 

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *