SUATU ketika H.M. Sujak, murid KH Ahmad Dahlan, sedang melihat-lihat kapal laut untuk jamaah haji Indonesia yang dianjurkan oleh Muhammadiyah.
Seseorang bertanya,
“Kalau kapal haji itu karam kena bom, bagaimana Tuan?”
H.M. Sujak memberikan jawab yang jitu,
“Kalau masih tetap seperti keadaan yang sekarang, saya tanggung kapal itu tidak akan kena bom”.
“Mengapa?” tanya orang itu pula, “padahal sekarang ada perang?”
Beliau jawab,
“Sebab kapal itu sampai sekarang belum kita beli. Kapalnya saja belum dibeli, bom sudah dipikirkan. Bagaimana satu usaha bisa tegak, kalau sebelum tampil ke muka pengecut sudah menghalanginya? Ya, kalau kapal itu kita beli dan kita kena bom, semua tentu habis mampus, mati musnah. Lantas apa lagi?”
Pertanyaan serupa itu menunjukkan semangat yang lemah.
Kita mesti berjiwa berani. Pada kita ada agama Islam, yang mendidik jihad, berjuang, dan “syahid” mati di dalam kemuliaan lantaran mencapai maksud. Surga yang jadi ganjarannya. []
Sumber:
Hamka, Falsafah Hidup, Penerbit Republika, 2019
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

