5 Babak Umat Islam Menurut Hadis Nabi ﷺ

6 Min Read
Foto: Freepik

ADA sebuah hadis Nabi ﷺ yang menarik tentang perjalanan umat Islam. Hadis ini menyebut lima fase yang akan dilalui umat setelah masa kenabian.

Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Nu‘man bin Basyir, dengan riwayat yang memuat penjelasan dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhuma. Redaksi hadisnya:

تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ، فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا، فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً، فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ، ثُمَّ سَكَتَ

“Akan berlangsung kenabian di tengah kalian selama Allah menghendaki. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian akan berlangsung khilafah di atas manhaj kenabian, selama Allah menghendakinya. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian akan berlangsung kerajaan yang menggigit (mulkan ‘āḍḍan) selama Allah menghendakinya. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian akan berlangsung kerajaan yang bersifat memaksa (mulkan jabrīyyan) selama Allah menghendakinya. Kemudian Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian akan berlangsung khilafah di atas manhaj kenabian.” Kemudian beliau ﷺ diam. (HR. Ahmad)

Menariknya, hadis ini tidak menyebut nama negara, dinasti, atau penguasa tertentu. Karena itu, kita perlu membedah setiap fase berdasarkan lafaz hadisnya, bukan buru-buru mencocokkannya dengan pemerintahan tertentu.

BACA JUGA:  7 Prediksi Akhir Zaman yang Menjadi Kenyataan: Bukti Kenabian Rasulullah Muhammad ﷺ

1. Fase Kenabian — النُّبُوَّةُ

تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ

“Berlangsung kenabian di tengah kalian.”

Ini adalah fase ketika Rasulullah Muhammad ﷺ masih hidup dan memimpin umat.

Sumber hukum, petunjuk, dan kepemimpinan umat berada di bawah bimbingan wahyu. Fase ini berakhir ketika Rasulullah ﷺ wafat.

Hadis tersebut menggunakan kalimat مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ, menunjukkan bahwa setiap fase berlangsung sesuai dengan kehendak Allah.

2. Fase Khilafah di Atas Manhaj Kenabian — خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ

ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ

“Kemudian berlangsung khilafah di atas manhaj kenabian.”

Fase ini datang setelah wafatnya Rasulullah ﷺ.

Istilah ‘ala minhajin-nubuwwah berarti berada di atas metode atau jalan kenabian.

Hadis tersebut kemudian menyebut bahwa fase ini juga akan berakhir atas kehendak Allah.

Dalam pembahasan sejarah Islam, fase ini umumnya dikaitkan dengan Khulafaur Rasyidin.

https://s.shopee.co.id/5Alw6QL5Rl

3. Fase Mulkan ‘Āḍḍan — مُلْكًا عَاضًّا

ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا

“Kemudian berlangsung kerajaan yang menggigit.”

Kata ‘āḍḍan (عَاضًّا) berasal dari makna menggigit atau mencengkeram kuat.

Para ulama menjelaskan istilah ini sebagai bentuk kekuasaan kerajaan yang berbeda dari pola khilafah sebelumnya, antara lain dengan adanya unsur pewarisan kekuasaan.

Namun, hadis tersebut sendiri tidak menyebut nama dinasti tertentu.

Jadi, ketika membahas fase ini, kita sebaiknya membedakan antara makna istilah dalam hadis dan penafsiran sejarah terhadap periode tertentu.

4. Fase Mulkan Jabrīyyan — مُلْكًا جَبْرِيَّةً

ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً

“Kemudian berlangsung kerajaan yang bersifat memaksa.”

Kata jabrīyyah berkaitan dengan unsur pemaksaan atau kekuasaan yang menekan.

Berbeda dengan fase sebelumnya, istilah ini menggambarkan bentuk kekuasaan yang semakin kuat unsur pemaksaannya.

Tetapi sekali lagi, hadis ini tidak memberikan daftar negara atau pemerintahan tertentu yang harus dimasukkan ke dalam kategori tersebut.

Karena itu, menerapkan istilah ini kepada pemerintahan tertentu membutuhkan kajian sejarah dan politik yang terpisah dari teks hadis.

5. Kembali kepada Khilafah di Atas Manhaj Kenabian

Bagian terakhir hadis sangat menarik:

ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ

“Kemudian berlangsung khilafah di atas manhaj kenabian.”

Hadis tersebut berhenti pada kalimat ini.

Tidak disebutkan kapan fase tersebut terjadi, siapa pemimpinnya, di mana tempatnya, atau bagaimana bentuk detailnya.

Karena itu, kita tidak seharusnya memastikan bahwa fase tersebut sudah terjadi pada masa tertentu atau mengklaim pemerintahan tertentu sebagai realisasinya tanpa dalil yang jelas.

BACA JUGA:  Berapa Lama Nabi Isa Turun Kembali di Dunia di Akhir Zaman Nanti?

Apa Pelajaran Besarnya?

Hadis ini bukan sekadar membicarakan pergantian bentuk kekuasaan. Ada pesan penting tentang perubahan zaman dan keadaan umat.

Lima fase yang disebutkan adalah:

النُّبُوَّةُ — Kenabian.
خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ — Khilafah di atas manhaj kenabian.
مُلْكًا عَاضًّا — Kerajaan yang menggigit/mencengkeram.
مُلْكًا جَبْرِيَّةً — Kerajaan yang bersifat memaksa.
خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ — Kembali kepada khilafah di atas manhaj kenabian.

Yang juga menarik, setelah menyampaikan fase terakhir, Nabi ﷺ diam.

Maka, sikap yang paling aman adalah menerima apa yang diberitakan hadis, memahami istilahnya dengan hati-hati, dan tidak memaksakan hadis ini menjadi legitimasi untuk mendukung atau menolak pemerintahan tertentu.

Hadis ini diriwayatkan dalam Musnad Ahmad dan dinilai sahih oleh sejumlah ulama, termasuk Al-Albani.

Wallahu a‘lam. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *