Hobi Ibrahim bin Adham Muda yang Membuatnya Sadar

Nasrulloh Baksolahar
3 Min Read
Foto: Islampos AI

IBRAHIM bin Adham muda adalah anak seorang penduduk Balkh, kaya dan banyak harta, hidup layaknya para raja dan sultan dalam kemewahan. Sejak kecil, ia sudah mendapat didikan dari tangan sejumlah tokoh ulama sehingga ia menguasai bahasa Arab, hafal Al-Qur’an, hadits, dan menelaah berbagai disiplin ilmu.

Ibrahim muda gemar mengolah tanah. Kecenderungan ini tampak di sela ladang dan perkebunan yang dimiliki sang ayah. Kecenderungan ini mendatangkan rezeki melimpah dan harta halal bagi keluarga.

Ibrahim muda juga gemar berkuda. Ia biasa berkeliling di sekitar tanah yang luas terbentang itu dengan kudanya.

Sesekali, ia berhenti di tempat para petani dan pekerja perkebunan, mengawasi mereka, membalas kerja keras mereka dengan tutur kata lembut dan kata manis, serta memberikan uang beberapa dirham kepada pekerja-pekerja yang giat sebagai dorongan bagi mereka, lalu mendoakan mereka dengan doa-doa yang baik.

Suatu hari, saat sedang berkeliling, ia melihat seekor serigala dari kejauhan, Dalam dirinya muncul keinginan untuk berburu. la sendiri adalah seorang pemburu yang mahir dan pandai.

Kemudian ia menghentak perut kuda dengan kakinya dan menjulurkan tali kekang kuda hingga kuda berlari bak angin ke arah serigala itu. Tiba-tiba, Ibrahim menarik tali kekang kuda dan berhenti memburu serigala itu.

Ia berhenti karena mendengar suara yang keluar dari bagian depan dan belakang pelana yang memanggil-manggilnya,

https://s.shopee.co.id/9fJETsTwwy

“Bukan untuk ini engkau diciptakan dan diperintahkan.”

Sumber lain menyebutkan bahwa ia mendengar suara membaca firman Allah:

“Maka apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (Al-Mu’minûn: 115)

Akhirnya, si pemuda petualang ini menyadari bahwa kehidupan yang ia jalani selama ini hanya mainan dan sia-sia belaka. Padahal ia seharusnya beralih ke kehidupan yang serius dan yang membawa kebaikan bagi banyak orang.

Akhirnya, ia membelokkan tali kekang kuda untuk kembali, dan ia berkata kepada dirinya:

“Engkau sudah selesai, engkau sudah selesai! Telah datang kepadaku peringatan dari Rabb seluruh alam.”

Peristiwa ini menjadi awal perubahan besar dalam kehidupan Ibrahim bin Adham dan revolusi kesadaran yang menjanjikan dalam dirinya. Sejak itu dia fokus mencari ilmu dan berdakwah. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *