Batas Akhir Shalat Shubuh, Jam Berapa Sih Tepatnya?

Umar Faqih
5 Min Read
Foto: Freepik

BANYAK orang masih bertanya-tanya, shalat Subuh itu batas akhirnya jam berapa? Apakah masih boleh dikerjakan ketika matahari mulai terbit? Atau harus selesai beberapa menit sebelumnya?

Jawabannya sebenarnya sudah dijelaskan dalam hadis-hadis sahih. Hanya saja, waktunya tidak bisa ditentukan dengan satu angka yang berlaku untuk semua daerah.

1. Waktu Subuh Berakhir Saat Matahari Terbit

Batas akhir waktu shalat Subuh adalah terbitnya matahari.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila kalian melaksanakan shalat Subuh, maka waktunya berlangsung hingga bagian awal matahari terbit.” (HR. Muslim).

Artinya, waktu Subuh dimulai sejak terbit fajar shadiq dan berakhir ketika matahari mulai terbit.

Jadi, patokannya bukan pukul 06.00, 06.15, atau jam tertentu. Waktu terbit matahari berbeda-beda berdasarkan lokasi dan tanggal.

BACA JUGA: Pernah Ga Sedekah Shubuh ke Masjid Sebesar Rp. 50 Ribu?

2. Misalnya Matahari Terbit Pukul 05.50

Misalnya jadwal di suatu daerah menunjukkan:

Subuh: 04.20
Terbit matahari: 05.50

Maka waktu shalat Subuh berlangsung dari sekitar 04.20 sampai sebelum matahari terbit pada 05.50.

Kalau seseorang baru bangun pukul 05.30, ia masih memiliki kesempatan untuk segera melaksanakan shalat Subuh.

Jangan malah berkata, “Sudah hampir habis, nanti saja sekalian qadha.”

Selama matahari belum terbit, segera tunaikan shalat.

3. Bagaimana Kalau Matahari Sudah Terbit?

Kalau seseorang baru terbangun setelah matahari terbit karena ketiduran atau lupa, ia tetap harus mengerjakan shalat Subuh ketika sudah teringat atau terbangun.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa lupa mengerjakan suatu shalat atau tertidur darinya, maka kafaratnya adalah mengerjakannya ketika ia mengingatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

https://s.shopee.co.id/8KjNfTuXxD

Jadi, jangan meninggalkan shalat hanya karena merasa waktunya sudah lewat.

Namun, berbeda halnya dengan orang yang sengaja menunda shalat sampai waktunya habis. Ini merupakan perkara serius dan tidak boleh dijadikan kebiasaan.

4. Jangan Sengaja Menunggu Sampai Matahari Terbit

Ada orang yang bangun sebelum Subuh tetapi masih santai, bermain ponsel, membuat kopi, atau melakukan aktivitas lain sampai waktu hampir habis.

Ini sangat berisiko.

Sebab ketika matahari sudah terbit, waktu shalat Subuh telah berakhir.

Rasulullah ﷺ juga menjelaskan bahwa setelah shalat Subuh terdapat waktu larangan shalat sunnah sampai matahari terbit. Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak ada shalat setelah shalat Subuh sampai matahari terbit…” (HR. Bukhari dan Muslim).

5. Kalau Tinggal Beberapa Menit, Tetap Shalat!

Misalnya kamu baru bangun pukul 05.45, sementara matahari terbit pukul 05.50.

Jangan menyerah. Segera berwudu dan shalat.

Jangan menunggu sampai waktunya benar-benar habis.

Yang perlu dilakukan adalah segera melaksanakan shalat sesuai kemampuan, bukan malah sengaja menundanya karena merasa waktunya tinggal sedikit.

6. Apakah Harus Selesai Sebelum Matahari Terbit?

Di sini ada pembahasan fikih yang lebih rinci mengenai orang yang mendapatkan satu rakaat sebelum matahari terbit.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa mendapatkan satu rakaat dari shalat Subuh sebelum matahari terbit, maka ia telah mendapatkan shalat Subuh.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menunjukkan bahwa seseorang yang mendapatkan satu rakaat Subuh sebelum matahari terbit masih mendapatkan shalat tersebut dalam waktunya.

Meski demikian, jangan menjadikan hadis ini sebagai alasan untuk sengaja mengulur-ulur shalat hingga menit terakhir.

BACA JUGA:  Kenapa Jangan Tidur Lagi setelah Shalat Shubuh

7. Jadi, Jam Berapa Batasnya?

Tidak ada satu angka yang berlaku untuk seluruh Indonesia.

Batas akhirnya adalah waktu terbit matahari di daerah masing-masing.

Misalnya hari ini matahari terbit pukul 05.48, maka itulah batas akhir waktu Subuh untuk hari dan lokasi tersebut.

Karena waktu terbit matahari berubah menurut tanggal dan lokasi, gunakan jadwal shalat yang terpercaya untuk mengetahui waktunya.

Kesimpulan

Batas akhir shalat Subuh adalah ketika matahari mulai terbit. (HR. Muslim).

Jadi, jangan menggunakan patokan seperti “Subuh sampai jam 6” secara mutlak.

Lihat waktu syuruq/terbit matahari pada jadwal shalat di daerahmu.

Dan satu hal penting: kalau bangun masih sebelum matahari terbit, jangan banyak berpikir. Langsung wudu dan shalat.

Karena sering kali yang membuat kita kehilangan Subuh bukan tidak adanya waktu, tetapi terlalu lama menunda ketika sebenarnya masih ada kesempatan. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *