Boleh Gak Sih Shalat Sambil Merem?

M Hasbi Maulana
3 Min Read
Foto: Freepik

PERNAH merasa lebih khusyuk ketika shalat sambil memejamkan mata?

Sebagian orang memang terbiasa melakukannya. Alasannya sederhana. Mata yang terpejam membuat pikiran terasa lebih tenang. Gangguan di sekitar juga terasa berkurang.

Tapi, apakah shalat sambil merem itu diperbolehkan dalam Islam?

Memejamkan Mata Saat Shalat, Apakah Boleh?

Pada dasarnya, memejamkan mata ketika shalat tidak otomatis membuat shalat menjadi batal.

Dalam kajian fikih, terdapat penjelasan bahwa memejamkan mata pada asalnya diperbolehkan. Tidak ada dalil khusus yang secara mutlak melarang seseorang memejamkan mata ketika shalat.

BACA JUGA: Lupa Mandi Junub Ketika Jadi Imam Shalat, Bagaimana Status Shalat Makmum?

Syekh Abu Bakar Syatha ad-Dimyathi dalam I’anatut Thalibin menjelaskan bahwa memejamkan mata pada dasarnya tidak dihukumi makruh karena tidak terdapat larangan khusus mengenai hal tersebut.

Jadi, seseorang yang shalat sambil memejamkan mata tetap dapat dianggap sah selama rukun dan syarat shalat lainnya terpenuhi.

Tapi Bukankah Kita Dianjurkan Melihat Tempat Sujud?

Benar.

Dalam shalat, seorang Muslim dianjurkan menjaga pandangan dan mengarahkannya ke tempat sujud.

Karena itu, membuka mata secara normal tetap merupakan kebiasaan yang baik dalam shalat.

Namun, ada kondisi tertentu ketika memejamkan mata justru dapat membantu seseorang berkonsentrasi.

Misalnya, ketika di depan kita terdapat gambar, tulisan, ornamen, atau sesuatu yang membuat pikiran mudah terdistraksi.

Dalam kondisi seperti itu, sebagian ulama bahkan menjelaskan bahwa memejamkan mata dapat menjadi sesuatu yang dianjurkan apabila memang membantu menghilangkan gangguan dalam shalat.

Bagaimana Kalau Merem Supaya Lebih Khusyuk?

Ini juga perlu dipahami.

Khusyuk bukan hanya masalah mata.

Khusyuk berkaitan dengan hati dan pikiran yang hadir ketika menghadap Allah.

Memejamkan mata boleh saja jika memang membantu seseorang berkonsentrasi.

Tetapi jangan sampai kita menganggap bahwa shalat akan otomatis menjadi khusyuk hanya karena mata tertutup.

Seseorang bisa saja memejamkan mata, tetapi pikirannya tetap ke mana-mana.

Sebaliknya, seseorang bisa membuka mata dan tetap benar-benar menghadirkan hati kepada Allah.

Karena itu, yang paling penting adalah menjaga hati agar tetap sadar bahwa kita sedang beribadah kepada Allah.

https://s.shopee.co.id/6Kxvb6YE1V

Kapan Sebaiknya Tidak Memejamkan Mata?

Memejamkan mata juga tidak selalu tepat.

Jika keadaan sekitar aman dan tidak ada gangguan, membuka mata secara normal lebih sesuai dengan kebiasaan shalat.

Terlebih jika menutup mata justru membuat kita kehilangan kewaspadaan terhadap sesuatu yang membahayakan.

Para ulama memberikan perhatian terhadap kondisi semacam ini. Jika memejamkan mata dapat menimbulkan bahaya, maka hal tersebut justru perlu dihindari.

Jadi, jangan menjadikan “shalat sambil merem” sebagai kewajiban.

Itu bukan syarat sah shalat.

BACA JUGA: Bolehkah Berwudhu untuk Dua Waktu Shalat?

Kesimpulan

Lalu, boleh gak sih shalat sambil merem?

Boleh.

Memejamkan mata tidak otomatis membatalkan shalat.

Namun, membuka mata dan mengarahkan pandangan ke tempat sujud tetap merupakan kebiasaan yang baik.

Jika memejamkan mata membantu menghilangkan gangguan dan membuat hati lebih fokus, maka hal itu diperbolehkan.

Yang terpenting bukan sekadar mata yang tertutup.

Tetapi hati yang benar-benar hadir menghadap Allah.

Wallahu a’lam. []

 

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *