Kopi Sachet yang Sebaiknya Tidak Diminum?

6 Min Read
Foto: Freepik

KOPI sachet menjadi teman sehari-hari banyak orang Indonesia. Praktis, murah, dan mudah diseduh kapan saja. Tinggal merobek bungkusnya, menuangkan air panas, lalu mengaduknya sebentar. Dalam hitungan menit, secangkir kopi siap menemani pekerjaan atau obrolan santai.

Namun, tidak semua kopi sachet sebaiknya diminum sesering mungkin. Ada beberapa jenis yang perlu dibatasi, terutama jika kandungan gula dan krimernya tinggi atau dikonsumsi berkali-kali dalam sehari.

Lantas, kopi sachet seperti apa yang sebaiknya dihindari? Apakah semua kopi instan berbahaya bagi kesehatan?

1. Kopi Sachet dengan Kandungan Gula Tinggi

Jenis pertama yang perlu diperhatikan adalah kopi sachet dengan kandungan gula tinggi. Kopi jenis ini biasanya memiliki rasa manis yang dominan sehingga terasa lebih mirip minuman pencuci mulut daripada kopi biasa.

Masalahnya, gula dari kopi bukan satu-satunya sumber gula yang masuk ke tubuh. Kita mungkin juga mengonsumsi teh manis, minuman kemasan, kue, atau makanan manis lainnya sepanjang hari.

BACA JUGA: Dengan Harga Murah, Apakah Kopi Sachet Isinya Benar-benar Kopi?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan agar konsumsi gula bebas dibatasi kurang dari 10 persen kebutuhan energi harian. Menguranginya hingga di bawah 5 persen dapat memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan. Konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan dan kerusakan gigi.

Karena itu, perhatikan informasi kandungan gula pada kemasan jika tersedia. Jika satu sachet sudah mengandung gula cukup banyak, sebaiknya jangan menambahkan gula lagi ke dalam seduhan.

2. Kopi Tiga dalam Satu yang Diminum Berkali-kali

Kopi tiga dalam satu biasanya merupakan campuran kopi, gula, dan krimer. Rasanya praktis dan cenderung lebih lembut dibandingkan kopi hitam.

Namun, kandungan gula dan lemak dari krimer perlu diperhitungkan, terutama jika minuman ini dikonsumsi beberapa kali sehari. Satu sachet mungkin terlihat tidak banyak, tetapi jumlahnya bisa bertambah ketika seseorang minum tiga atau empat sachet setiap hari.

Bukan berarti semua kopi tiga dalam satu berbahaya. Komposisi setiap produk berbeda, sehingga penting untuk membaca label dan memperhatikan jumlah yang dikonsumsi.

https://s.shopee.co.id/2LW7k00t4k

Jika ingin mengurangi asupan gula, pilih kopi instan tanpa tambahan gula, lalu atur sendiri tingkat kemanisannya. Dengan begitu, kita lebih leluasa mengendalikan bahan yang masuk ke dalam minuman.

3. Kopi dengan Krimer dan Lemak Jenuh Tinggi

Krimer membuat kopi terasa lebih gurih dan lembut. Akan tetapi, kandungan lemak dalam produk krimer dapat berbeda-beda, bergantung pada bahan yang digunakan.

Karena itu, jangan hanya terpikat oleh tulisan creamy, extra creamy, atau rich taste pada kemasan. Perhatikan komposisi serta informasi lemak jenuh apabila dicantumkan.

Konsumsi lemak jenuh secara berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dalam darah. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

Bagi orang yang sedang mengatur pola makan atau memiliki masalah kolesterol, memilih kopi dengan sedikit tambahan bahan dapat menjadi langkah yang lebih bijak.

4. Kopi Sachet yang Tidak Jelas Izin Edarnya

Selain kandungan gula dan krimer, keamanan produk juga harus diperhatikan. Hindari membeli kopi dengan kemasan rusak, informasi produsen yang tidak jelas, atau masa kedaluwarsa yang sudah lewat.

Pastikan pula produk memiliki izin edar yang sesuai apabila diwajibkan. BPOM mengimbau masyarakat untuk memeriksa kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa sebelum membeli pangan olahan.

Jangan mudah percaya pada klaim yang menjanjikan manfaat kesehatan luar biasa tanpa bukti yang jelas. Produk yang disebut mampu melangsingkan tubuh atau menyembuhkan penyakit tidak otomatis aman hanya karena dijual dalam bentuk kopi sachet.

BACA JUGA:  7 Kopi Sachet Paling Oke Diminum pada Pagi Hari

5. Kopi yang Diminum Terlalu Sering atau Terlalu Malam

Kopi tanpa gula sekalipun tetap mengandung kafein, kecuali produk tersebut telah melalui proses pengurangan kafein. Zat ini dapat membantu meningkatkan kewaspadaan, tetapi pada sebagian orang juga memicu jantung berdebar, gelisah, atau sulit tidur.

Jika setelah minum kopi malam hari kamu justru terjaga hingga dini hari, cobalah mengurangi jumlahnya atau menghindari kopi menjelang waktu tidur.

Perhatikan pula sumber kafein lain, seperti teh, minuman energi, dan cokelat. Batas toleransi setiap orang berbeda, sehingga respons tubuh perlu menjadi pertimbangan.

Jadi, Kopi Sachet Mana yang Sebaiknya Dipilih?

Tidak tepat jika semua kopi sachet langsung dianggap berbahaya. Kopi instan murni berbeda dari minuman serbuk kopi yang dicampur gula, susu, atau krimer. BPOM juga menjelaskan bahwa kopi instan yang memenuhi ketentuan keamanan pangan tidak otomatis berbahaya hanya karena berbentuk bubuk.

Pilihan yang lebih bijak adalah kopi dengan tambahan gula minimal, komposisi yang jelas, serta izin edar yang sesuai. Batasi pula frekuensi minum jika konsumsi kopi membuat tidur terganggu atau menimbulkan keluhan.

Pada akhirnya, bukan sekadar merek kopi yang menentukan baik atau buruknya kebiasaan minum kopi, melainkan komposisi produk, jumlah yang dikonsumsi, dan kondisi kesehatan masing-masing orang. Jadi, sebelum menyeduh kopi sachet berikutnya, luangkan waktu sejenak untuk membaca kemasannya. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *